jalanjalan · story · thoughts · weekly · writing

[33 of 52] Piknik dan Keseimbangan..

Piknik itu penting untuk melepas rasa. Rasa yang kadang membuat jiwa menjadi resah dan risau. Piknik adalah keseimbangan jiwaa *tsaaa 😀 . dan yang terpenting dengan piknik kita belajar banyak hal.

091912_0231_1BulanAneka1.pngMisalnya seperti piknik 3 tahun yang lalu, saat itu Najma, baru aja keluar dari rumah sakit setelah sebulan dirawat. 1 bulan penuh pelajaran. Meski entahlah apa yang sebenarnya ingin Alloh ajarkan pada kami dari berbagai ‘kejutan’ indah dariNya. Yang jelas bagi saya ‘kejutanNya’ selalu indah untuk kami. KejutanNya membuat kami selalu berharap padaNya, dimana hanya Dia tempat bergantung, tiada yang lain. Harap-harap cemas selalu ada, namun jika sudah diserahkan semuanya padaNya, rasanya menjadi lapang. Sesak menusuk, mata berurai air, terasa ringan ketika semua sudah diadukan padaNya Continue reading “[33 of 52] Piknik dan Keseimbangan..”

Advertisements
love · story · writing

[18 of 52] One Day No Gadget..

[18 of 52]
pict.taken from here

Jadi ceritanya hari Minggu kemarin, keluarga kami tiba-tiba menjalankan gerakan One Day No Gadget ini.

Namapun keluarga capcus yaa, ternyata ga cuma urusan mau jalan kemana aja yang tiba-tiba tercetus ide langsung dijalanin, tapi urusannya lainnya juga bisa capcus tanpa persiapan sebelumnya atau direncanakan jauh-jauh hari 😀 . Continue reading “[18 of 52] One Day No Gadget..”

thoughts · writing

To Blog = To Be Sane

pict.from http://www.worldonly4u.com/10-best-quotes-for-bloogers/

mungkin terbaca agak lebay yaa judulnyaaa 😀 tapi itu so true aja deeh. Sebelumnya pernah nulis juga di sini

Hari blogger, selalu bikin saya berbunga-bunga, rasanya senang aja dipertemukan dengan dunia ‘Blog’ 9 tahun yang lalu, meski saat itu ngerasa koq telat banget yaaa 😀 . Rasanya seperti ada cahaya yang menyinari setelah saya merasa begitu terpendam dalam kehidupan berumahtangga *nyehehehehe* . Yang tadinya ngerasa tenggelam, perlahan dan pasti mulai menikmati menyelam dengan liukan indah, sesekali muncul lah di permukaan, tapi saya tetap menikmati indahnya menyelam di sini #eaaa

(mungkin) pada dasarnya saya bawel yaa, cuma bawelnya tuh di kepala aja. Jadi ibarat teko penuh perlu dikeluarkan isinya. Nah, saya mengibaratkan menulis di blog juga seperti itu, menuangkan yang udah penuh di kepala untuk siap diisi kembali 😀 *apasih* . Nge-blog tuh nyalem (nyalurin emosi) aman banget untuk saya yang hidupnya ‘rumah lagi rumah lagi’ 😀

cuma iyaaa sik, saya akui adanya perubahan dari sebelum punya gadget dan punya gadget sekarang, belum lagi dengan aneka socmed yang ada, ‘malas’ nulis itu ada, bukan karena ga mau menuangkan isi kepala yang udah penuh, cuma bawel saya beberapa sudah tersalurkan ke sana (email, whatsapp, line, path, twitter, FB, IG, etc) *tutupmuka 😀 * akibatnya kepala saya jarang penuh-penuh banget sekarang yang akhirnya untuk menulis di blog udah ga ngerasa perlu lagi, iissshh padahal kalau mau mah yaaa, bisa ditulis lagi di blog dalam rangka berbagi dengan yang lebih luas lagi 🙂

mudah-mudahan hari blogger tahun ini bisa jadi momentum untuk kembali eksis menulis lebih banyak 😀 . seperti gambar di atas, nulis blog lebih banyak artinya berbagi lebih banyak lagi, berhubungan lebih banyak lagi, berkarya lebih banyak lagi, menjadi inspirasi lebih banyak lagi, dan tentu saja to be sane 🙂

Jadiii, kamu siap ngeblog (lagi) ? 😀

 

feeling · love · writing

Mama, Fasbel Terbaikku..

No matter what happened to us, my mother always be my teacher to learn everything

hari ibu 2013

Ini cerita tentang hubungan ibu dan anak yang penuh dengan perbedaan 😀 . Iya, ini cerita tentang saya dan Mama.

Saya mau A, Mama mau B. Mama mikir A, saya mikir B. Yup, saya tumbuh dengan segala perbedaan yang ada dengan Mama. Sekarang bisa senyum kalau mengingatnya, tapi tidak ketika saat melewatinya. Daaan ini yang buat Mama menjadi ‘fasbel’ (fasilitas belajar) terbaik untuk saya.

Cerita saat kecil. Mama adalah tipe ibu yang galaknya ampun deh 😀 . Saya, mungkin membawa tipe Papa, jadi suka dalam zona aman, males cari masalah, atau dalam kata lain ga mau deh dimarahin Mama 😀 . Jadi, otak saya cuma kasih sinyal gimana biar Mama ga marah aja, biar Mama ga repot dsb. Sebagai anak pertama, sepertinya saya ‘dituntut’ untuk sayang adik, jaga adik etc. Dan memang ‘fasbel’ Mama seperti ini, bekerja banget. Di saat anak-anak lain bisa bertengkar, rebutan sama saudaranya sendiri * ho oh seperti ketika anak-anak saya pada rebutan, bertengkar ala anak-anak gitu deh* saya dan adik saya ga pernah melewati itu, sepanjang ingatan saya, saya ‘marah’ sama dia kalau dia bersikap ga baik sama Mama, itu aja.

Di situasi lain, saat anak-anak lain dipanggil untuk makan siang ketika asyik bermain, panggilan dari Mama tidak ada untuk kami *saya dan adik* sedih? Biasa aja sik, asyik malah kan yaa, ga dipanggil ‘cuma’ buat makan aja 😀 . Dan ‘fasbel’ seperti ini yang bikin saya punya alarm sendiri tentang banyak hal, kalau lapar yaa makan, ga perlu orang lain untuk mengingatkan. Iyaaa, Mama bukan tipe ibu ‘rese’ yang suka ‘ganggu’ acara bermain saya 😀

Begitu juga dengan bangun pagi. Jarak sekolah saya lumayan jauh, naik jemputan di jemput paling awal, naik angkot atau dianter Papa berangkat jam 5.30. ‘fasbel’ Mama membangunkan dengan satu panggilan saja 😀 yang bikin saya bisa bangun sendiri, ga perlu orang lain untuk membangunkan. Ini bikin saya belajar untuk ga merepotkan orang lain.

Cerita saat remaja. Mama adalah ‘bemper’ sejati 😀 . Jadi, kalau Mama tahu anaknya diapain sama orang lain, turun tangan langsung, bok. Bagi Mama, jangan ganggu anak gue wkwkwk. ‘fasbel’ Mama seperti ini, bikin saya usaha banget untuk nyelesain masalah sendiri, usaha banget untuk ga cerita sama Mama yang menurut saya, ‘bemper’ sejatinya akan keluar, nyari solusi sendiri, trial n error, yang pada akhirnya saya belajar menghadapi situasi sulit dan mencari solusi yang bikin saya nyaman. Jadi, di saat anak-anak lain bisa cerita tentang apa aja sama ibu nya, saya sudah belajar untuk memilah-milah mana yang perlu diceritakan dan mana yang ga perlu diceritakan pada orang lain.

Di situasi lain, ga masalah bagi Mama buat nemenin anak-anaknya nonton di bioskop, atau nungguin-jemput anaknya pulang abis jalan-jalan sama teman-temannya *karena SMP-SMA lebih jauh lagi jaraknya dari rumah, Mama biasanya nungguin/jemput di salah satu rumah teman saya* . ‘fasbel’ Mama seperti ini bikin ga ada jarak antara ibu dan anak , iya meski galak, Mama tuh tipe ibu yang asyik banget buat seneng-seneng 😀 . Hal ini yang membuat saya belajar bagaimana menjadi ‘teman’ untuk anak-anak saya tanpa ada jarak.

Cerita saat dewasa. Mama adalah kamus. Tumbuh dengan berbagai perbedaan yang ada akhirnya membuat ‘kami’ saling menyadari, here we are. Pada titik ini, saya belajar, [ga masalah ketika anakmu tidak meminta pendapatmu (menjadi kamus) di masa ini, kelak, suatu saat, dia akan sendiri meminta pendapatmu dan kalaupun tidak, dia akan belajar darimu bagaimana dirimu bisa melalui tiap peristiwa yang ada]

Setidaknya itu yang terjadi pada saya dan Mama. Dulu, mungkin saya jarang menjadikan beliau sebagai kamus, karena ada Papa yang selalu saya mintakan pendapatnya. Namun, seiring berjalannya waktu, saya banyak belajar dari Mama tentang bagaimana melewati berbagai macam peristiwa yang ada. Juga tempat bertanya untuk hal-hal kecil yang mungkin dulu tak terpikirkan oleh saya.

Apapun yang sudah saya lakukan, menyenangkan atau menyakiti hatinya, Mama selalu ada untuk saya. Mama, cinta tanpa akhir. Cinta yang selalu mekar. Dalam suka dan dukanya, senang dan sedihnya, maupun marahnya, ada cinta yang terus mengalir. Cinta yang terus ada sampai kapanpun.

I love u full, Maaaa :’) *pelulpelukMama*

DIY · writing

DIY : Rak Buku dari Talang Air

*tulisan ini di muat di mommiesdaily 😀 *

Beberapa minggu kemarin, sahabat saya, Novita, nge-tag suatu gambar lewat FB, tentang rain gutter bookshelves. Tadinya sih nggak ‘ngeh’, jadi saya cuma sekedar lihat saja, dan mikir..”Oh, rak buku..” (belum tertarik) 😀

Cuma kok dia ‘rajin’ banget nge-tag-in saya, yang memang lagi ingin membuat rak buku, pas lihat komennya, ternyata rak buku dari talang air (baru tahu, rain gutter itu artinya talang air *tutupmuka*). Langsung deh, ‘mupeng’ alias muka pingin banget, cari infonya via Google dan ‘harus’ buat hihihi.

Akhirnya, baru minggu kemarin kesampaian beli alat-alat dan meminta bantuan tukang kakak yang sedang bangun kantor untuk mengeksekusinya 😀

Alat dan cara Membuat :


1. Talang air, ukurannya 4 m, di toko bangunan biasanya ada dua macam, yang bagus dan biasa. Perbedaannya, yang bagus, elastis jadi kuat untuk menahan air. Kalau kemarin, saya beli yang biasa *emakirit* :p . Penutup talang.

2. Besi siku, gergaji besi, meteran, pensil, paku, palu/bor.

Cara membuatnya, potong talang sesuai keinginan dengan gergaji besi (atau alat potong lainnya). Kemudian pasang besi siku di tempat talang air yang akan diletakkan (sebenarnya bisa saja jika tidak memakai besi siku, jadi langsung pasang paku di talang airnya langsung).

Dan, taraaa……



Untuk di kamar anak-anak, talang air tersebut digunakan untuk meletakkan buku-buku pelajaran mereka. Untuk di ruang keluarga, talang air digunakan untuk meletakkan bacaan buku cerita anak-anak.

So, bikin yuk 😀

writing

Butuh #BBBaru

Masih inget kan sama cerita saya yang ini 😀

Eh siang ini, pas baca TL di twitter liat tulisan di @XL123 punyanya XL Axiata

Haaaa, pengen berat dunk yaaa. Secara memang karena belum punya BB dan juga sudah ga enak ‘bajak’ punya suami teruuuus *halah*. Jadi punya #BBBaru sudah dalam tingkat BB (butuh bangeeet) 😀 sooo, I’m ready for blog competition!

Suka bersama BlackBerry (suami) adalah bisa BBM an pastinya sama teman-teman, terbatas sik, karena milik suami jadi hanya sahabat-sahabat dekat saja yang ada di contact BBM (suami), atau liat TL twitter dengan aplikasi twitter for BB, atau bertukar pesan di WA for BB sama adik perempuan saya. Juga cek email, tapi via browser bukan push email karena BB milik suami jadi tentu saja push email hanya untuknya 😀 . Yang jelas bersama Blackberry (suami) yang jauh-jauh berasa dekat semua :’) . Yang paling penting sik, suka dengan kefleksibilitasan BB si telepon pintar ini, dengan berbagai kecanggihannya, maksudnya ‘kefleksibilitasan’ BB adalah bisa di bawa kemana-mana selama ga di minta atau di pakai sama pemiliknya daaan satu lagi saya jadi bisa tahu segala aktifitas suami #eh 😀

Kalau duka bersama BlackBerry (suami) adalah pemakaiannya yang sangat terbatas. Maksudnya, baru bisa pakai BB nya kalau memang sedang benar-benar tidak digunakan oleh pemiliknya. Jadi baru bisa pakai BB kalau sedang ada atau bersama suami dan sedang tidak digunakan olehnya, di luar itu yaaah setia nunggu yang punya BB pulang kerja atau ada bersama saya dan tidak sedang menggunakannya. Ada sik waktu yang paling nyaman banget tanpa ada gangguan seperti,

“Mi, sini dunk BB nya, kan mau di pakai kerja..” | “Mi, ngapain sik pakai BB abi teruzz..” | etc *ini yang punya BB siap sik sebenarnya*

Adalah ketika suami tercinta tidur 😀 . ecuma tetep sik ada juga komentar setelahnya

“Ummmiii, ini baterai BB koq abis, dimainin teruz yaa dari tadi..” *baladaBBminjem* 😀 .

BTW, mau tahu penampakan #BBBaru kaya apa? Kaya gini niy penampakannya

Di TL @XL123 beberapa waktu lalu pernah jelasin 3 fitur yang menarik dari Blackberry 10 yang beda dengan OS yang sebelumnya.

  1. Berpindah aplikasi dengan lancar seperti sebuah “arus”!

    Kalau di OS BB sebelumnya untuk berpindah aplikasi harus kembali ke menu utama, di BB 10 sudah berbeda. Kita bisa melihat dan memilih aplikasi yg berjalan di background dengan menarik menu dari samping layar. Kita bisa melihat inbox, isi pesan dan lampirannya (file PDF) dalam satu tumpukan yang tertata rapih.

  2. Time Machine Camera

    Dengan software ini, kita ga perlu khawatir ada foto yang momennya terlewatkan oleh kita. Kita bisa mengembalikan waktu utk memilih gambar terbaik bahkan dari sebelum kita menekan tombol ‘capture’.

  3. Smart Virtual Keyboard

    Ketika kita mengetik di keyboard BB 10, keyboard akan memprediksi kata berikutnya yang akan kamu ketik. Prediksi kata-kata yang disebut word suggestions ini, akan muncul di atas tombol huruf awal kata tersebut. Kalau kamu ingin menggunakan kata prediksi, tinggal swipe ke atas word suggestions tsb. Jumlah kata prediksi yg muncul akan berbeda setiap waktunya, bisa muncul 3 sampai 5 kata, atau bahkan lebih. Hebatnya lagi, Smart Virtual Keyboard ini bisa memprediksi lebih dari 2 bahasa sekaligus.

jadi tahu kan, gimana saya ga jadi pengen beraaaat dengan #BBBaru ini..

Okeee, doakan saya menang blog competition nya yaa supaya dapet #BBBaru nyaa dan ga ganggu-ganggu-‘bajak’ BB suami lagiiii 😀

Buat yang mau ikutan bisa liat caranya di FB XL Rame yaaa..