Mendidik Anak Dalam Islam


Oleh : Ibu Lia Atmadja

Sesungguhnya anak anda adalah sebuah ujian dari Alloh SWT
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya ada di antara isteri-isteri kamu dan anak-anak kamu yang menjadi musuh bagi kamu; oleh itu awaslah serta berjaga-jagalah kamu terhadap mereka dan kalau kamu memaafkan dan tidak marahkan (mereka) serta mengampunkan kesalahan mereka (maka Allah akan berbuat demikian kepada kamu), kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (Surah at-Taghabun 64:14)

Jadi, jangan sampai anak-anak dan pasangan kita menjadi musuh-musuh kita di akhirat nanti.

Sedangkan, puncak pengasuhan ortu adalah

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q.S. A-Tahrim/66: 6)

Tujuan setiap keluarga muslim adalah kita dapat berkumpul semua didalam surgaNya.

Model efektif dalam mendidik anak:

1. Tanamkan nilai keAGAMAan — misal dengan mencarikan sekolah atau lingkungan yang menanamkan nilai keagamaannya seperti bagaimana kita menanamkan nilai keagamaan pada anak-anak kita

2. Fahami anak — kita harus faham jika setiap anak adalah unik, mereka tidak sama antara satu dan lainnya, jadi jangan menyamaratakan anak dengan anak-anak lainnya.

3. QUDWAH yang baik — menjadi contoh yang baik untuk anak-anak kita. Kalau ingin memiliki anak yang baik maka kita perlu mencotohkan menjadi ortu yang baik pula

4. KOMUNIKASI — sebagai ortu kita perlu dapat mengomunikasikan dengan baik, benar, dan menyenangkan. Kita perlu tahu kapan anak-anak dapat menerima dengan baik apa yang kita komunikasikan pada mereka.

5. Tetapkan dan sepakati TUJUAN PENGASUHAN — suami-istri, ayah-ibu perlu satu suara dalam mengasuh anak-anak mereka, misal dalam pemilihan sekolah, perlu satu suara ketika memutuskan anak sekolah di SDIT. Dalam hal ini, ayah adalah kepala sekolah sedangkan ibu adalah pelaksana. Kalau negara memiliki GBHN maka setiap kelurga perlu ada GBHK (Garis Besar Haluan Keluarga) yang berisi tentang apa saja yang ingin dicapai oleh anak-anak kita.

6. DUAL PARENTING — ayah dan ibu saling bekerja sama dalam mendidik anak-anak mereka. Segalanya berawal dan disiapkan dari rumah. Jadi, ketika anak keluar rumah, mereka sudah siap menghadapi kehidupan diluar rumah.

7. Siapkan MASA BALIGH — mempersiapkan anak-anak kita jauh-jauh hari. Saat ini usia BALIGH adalah paling cepat 9tahun untuk perempuan, dan 10tahun untuk anak laki-laki. Jadi, kita perlu mulai menyiapkan anak-anak kita diusia sekitar 7-8tahun. Apa itu menstruasi, apa itu mimpi basah. Baiknya ibu yang menceritakan ttg menstruasi pada anak perempuannya, sedangkan ayah yang menceritakan ttg mimpi basah pada anak laki-lakinya.

8. DIGITAL LITERACY — sekarang adalah jamannya dunia digital, sehingga ortu perlu membekali dirinya, jangan menjadi ortu yang gaptek sehingga tidak dapat mengikuti perkembangan dunia digital anak.

Peran Ayah :

*Mempunyai visi misi — karena ayah adalah kepala keluarga, kepala sekolah

*Penanggungjawab — setiap kepala/pemimpin (keluarga) memiliki tanggungjawab atas yang dipimpinnya (istri&anak-anaknya)

*Konsultan pendidikan — dimana tugasnya adalah memberikan arahan masukan pada pelaksana pendidikan yaitu ibu

*Pembangun sistem berfikir

*Mempunyai profesionalisme

*Supplier maskulinitas

*The person of TEGA

Setiap ortu perlu memiliki harapan yang wajar pada anak-anaknya, yaitu :

*Sesuai usia anak

*Sesuai tahapan perkembangan anak

*Memiliki prinsip menyenangkan dan karena SUKA bukan BISA — seperti membaca itu menyenangkan, sehingga anak menjadi SUKA baca bukan sekedar BISA baca.

Aqil – Baligh


Yang perlu diingat oleh setiap ortu adalah

* Anak adalah anugerah dan amanah Alloh SWT

* Perkembangan otak anak belum sempurna

* Cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa

Catatan lainnya adalah bahwa anak adalah titipan, bukan milik kita, sehingga perlakukan dengan tepat dan pantas. Dan pengasuhan itu adalah SENI.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s