Menanam Sampah Organik, Yuuk..

img20160314093348.jpgSebenarnya sudah lama siiy punya keinginan untuk memisahkan sampah sisa bekas makanan atau sampah organik dengan sampah non organik. Pernah juga dijalankan untuk jangka waktu yang tidak lama. Salah satu kendalanya dalam pemisahan sampah ini adalah saya tidak kuat dengan bau sampah dan juga tidak berani sama cacing😀 .

Di rumah, urusan buang membuang sampah saya serahkan pada suami, tapi itu duluuu, sejak anak lakik pada mulai beranjak bujang, saya menyerahkan tanggungjawab membuang sampah pada mereka, enak di suami dunk yaaa😀.

Nah, berhubung dengan diberlakukannya untuk membeli kantong plastik, saya mulai lagi deh kepikiran untuk memisahkan sampah. Di halaman sebelah memang sudah ada beberapa lubang biopori yang sudah dibuat yang nasibnya ntah bagaimana😀 , Dulu, setelah dibuat lubang biopori, saya membuang sampah organik di lubang tsb, setelah pada penuh semua, yasudah deh tidak saya lanjutkan lagi😥 . Padahal seharusnya bisa digunakan dengan maksimal sebagai kompos kan yaa.

Untuk itu, kali ini saya memakai metode tanam sampah organik saja. Membuat lubang dengan bor biopori yang kedalamannya sekitar 10-20cm saja atau disesuaikan dengan jumlah sampah harian yang ingin ditanam, setelah itu sampah dimasukkan kedalam lubang yang sudah dibuat kemudian ditutup dengan tanah kembali. Saya sudah melakukannya hampir 2 minggu ini, lumayan siy mengurangi tumpukan sampah di tong sampah luar.

Satu-satunya kendala saya adalah memberanikan diri untuk membuat lubangnya😀 *deramah yaa* . Seminggu pertama tentram aman damai tidak pernah ketemuan sama cacing, eh masuk minggu ke-2 ketemuan juga, ketika mau memisahkan tanah dari besi bor lalu taraaaaa ada yang gerak-gerak tuh. Rasanya kalau sudah begitu mau mundur saja dari gerakan #gogreen ini, tapi kalau begini terus tidak akan pernah ada solusinya kan yaaa, akhirnya tetap maju terus siiy dengan memanggil bantuan anak gadis untuk menolong saya memisahkannya😀 *emakcemen*

Mungkin suatu saat saya akan berani juga berhadapan dengan cacing, seperti saya yang sudah berani melumpuhkan kecoa-kecoa di kamar mandi😀, santai menghadapi anak-anak yang batuk lalu muntah. Intinya adalah lebih banyak belajar lagi dan sering-sering bikin lubang dan mencoba santai ketika ketemuan😀 siapa tahu dengan intensitas sering ketemuan jadi lebih berani lagi😀

Selamaat menanam yaaa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s