Harapan Sederhana Yang Tidak Sederhana..

Minggu lalu, para ortu kelas Qonuni mendapat tugas dari ustadz kelas untuk membawa foto kwp-1452432499450.jpegeluarga dan menuliskan harapan ortu terhadap keluarga, yang dikumpulkan minggu ini. Namapun ibu rempong, rasanya tugas ini begitu berat untuk saya hingga akhirnya saya percayakan pada suami untuk mengerjakannya sebagai pemimpin keluarga iniūüėÄ . Apadaya suami sedang banyak kerjaan, hingga tugas ini tak terselesaikan hingga hari Minggu kemarin.

Akhirnya¬†dengan hati yang penuh resah karena merasa banyak sekali harapan-harapan yang diinginkan, saya mencoba menuliskan harapan-harapan kami sebagai ortu terhadap keluarga kami. Alhamdulillah ketika mulai menuliskan harapan-harapan tersebut seperti diberikan kemudahan sama Alloh. Dan setelah mendiskusikannya¬†pada suamipun ternyata diapun memiliki harapan-harapan yang sama. Harapan-harapan sederhana yang selalu ada dalam tiap do’a-do’a kami.

Harapan Orangtua H1 Terhadap Keluarga

Harapan kami :

  • Agar keluarga kami selalu dapat diberikan kebaikan di dunia dan di akhirat

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina ‘adzabannar

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

  • Agar keluarga kami selalu menjadi penyejuk mata dan hati serta imam

Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqiina imaama

Wahai Rabb kami, karuniakanlah pada kami pasangan dan keturunan yang menyejukkan pandangan mata. Serta jadikanlah kami imam bagi kaum muttaqin).

  • Agar keluarga kami selalu dapat mendirikan sholat

Robbi ij’alnii muqiima alshshalaati wamin dzurriyyatii rabbanaa wtaqabbal du’aa/-i

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

Sebelumnya terlintas aneka macam harapan-harapan untuk memiliki keluarga yang baik, keluarga yang banyak harta, anak yang pintar, anak yang cerdas, daaaan harapan-harapan lainnya yang memenuhi kepala. Hingga tiba saatnya menyadari bahwa semuanya itu hanya sekedar keinginan-keinginan yang bersifat sementara.

Yang kemudian diingatkan kembali tentang tujuan akhir kami, tentang cita-cita kami agar dikumpulkan kembali di surgaNya, setelah kami sudah dikumpulkan di duniaNya, hingga kami berharap untuk selalu diberikan kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan dijauhkan dari siksa api neraka.

Yang lalu diingatkan kembali bahwa yang terpenting adalah kami dapat saling menyejukkan mata juga hati. Ortu yang menyejukkan mata dan hati anak-anak, anak-anak yang menyejukkan mata dan hati ortu, ortu yang menyejukkan mata dan hati pasangannya sendiri, dan begitu pula anak-anak yang menyejukkan mata dan hati saudara-saudaranya sendiri, dengan demikian kami dapat menjadi imam/pemimpin/contoh teladan. Hingga kami berharap untuk dikaruniai pasangan dan keturunan yang menyejukkan pandangan mata serta dijadikan imam bagi kaum muttaqin.

Yang terakhir diingatkan kembali akan sebuah ‘tiang’ sebagai¬†pondasi kehidupan kami, yang kelak akan ditanyakan pertama kali dibanding ibadah-ibadah lainnya, yang membedakan kami yang beriman dengan yang kafir, dan sebagai bentuk rasa syukur kami atas segala nikmat yang telah Alloh berikan untuk kami. Hingga kami¬†berharap agar¬†kami¬†dan anak cucu kami menjadi orang-orang yang tetap mendirikan shalat.

Pada akhirnya, kami menyadari¬†bahwa ini adalah harapan-harapan sederhana yang tidak sederhana, semoga Alloh mengabulkan do’a-do’a kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s