[39 of 52] Ada Cinta Dalam “Jangan…”

Dulu pern39 of 52ah ikutan seminar yang membicarakan tentang hypnoparenting. Saat itu dijelaskan makna kata “jangan..” yang sebenarnya malah membuat kita melakukannya. Misalnya..

“jangan bayangkan pantai yang lautnya biru..”

Ketika kalimat itu diucapkan yang terjadi adalah kita malah membayangkan pantai yang lautnya biru😀 . Itu kenapa banyak pakar pendidikan yang menyarankan untuk tidak mengucapkan “jangan..” pada anak-anak tapi apakah ini berlaku pada orang dewasa, ntah lah, tapi ini yang ingin saya curcolin😀

Akhir-akhir ini saya merasakan kalau sebenarnya selalu ada cinta dalam kata “jangan..”. Iya, mungkin saja memang ini adalah bentuk dari penerimaan diri atau berdamainya saya dengan keadaan, karena selama 12 tahun menikah berasa sering banget dapat kata “jangan..”. Iyaa, meski ga selalu to the point juga siy, kata “jangan..” bisa juga dengan..

“mmh, liat nanti deh..”

“emang perlu yaaa..”

“ga usah dulu yaaa..”

daaaaaan kata-kata ‘penolakan lainnya😀

Awal-awal siy iyaaa, sempet berasa tenggelam karena apa-apa yang inginkan berakhir dengan “jangan..” . Sebagai mantan mahasiswi sok sibuk😀 saya butuh aneka alasan untuk kata “jangan..” tsb, padahal dalam agama saya namanya taat yaa ga butuh penjelasan, tugas seorang istri yaa taat sama suaminya selama tidak bertentangan dengan perintah Alloh dan RasulNya *tutupmuka* Namun, kadang jiwa sok sibuk saya yang membutuhkan penjelasan yang kadang membawa aneka macam deramah nyehehehehe.

Saya tidak bilang mudah hingga pada sampai tahap ‘ada cinta dalam kata “jangan..” ‘ Ada banyak proses jatuh bangun yang akhirnya membuat saya bisa dapat berjalan kalem😀 . Merubah sudut pandang tidak dari sisi saya saja, tapi juga dari sisi suami tentunya, apa yang membuat berkali-berkali mem-block saya dengan kata “jangan..”😀

Dan dari semua yang telah dilalui, saya merasakan kalau itu adalah bentuk cinta. Cinta sebagai pemimpin keluarga, karena sesungguhnya kata “jangan..” bukan hanya untuk saya seorang, pada anak-anak pun kadang demikian. Cinta sebagai bentuk pertanggungjawabannya kelak. Cinta dari sisi lain yang bukan dengan cara meloloskan segala macam keinginan ini dan itu.

Iyaaa, kadang rumput sebelah memang lebih hijau, tapi itu bukan berarti saya harus memilikinya juga sedangkan saya memang sudah memutuskan untuk tidak memelihara rumput #eaaa😀 apa juga yang dibandingkan. It means..

“don’t compare your chapter 1 to someone else’s chapter 20”

Tiap pemimpin (keluarga) memiliki caranya tersendiri dalam membawa keluarganya ke tujuan akhir, yaitu surgaNya. Dan tiap anggota keluarga perlu tahu dan saling bekerjasama agar tujuan akhir itu dapat tercapai. Pemimpin yang banyak kata “jangan..”nya bukan berarti menjadi sosok diktator yang tak kenal kata “bersenang-senang..” begitu pula dengan sebaliknya. Yang terpenting adalah mereka mengetahui bagaimana cara  biar kuncup-kuncup tiap anggota keluarganya bisa mekar menjadi bunga, bagaimana mereka membawa keluarganya menjadi pribadi-pribadi yang penuh manfaat untuk orang-orang disekitarnya.

Bentuk cinta bukan hanya dalam bentuk segala kenyamanan juga keamanan yang penuh dengan kenikmatan, namun kadang cinta juga bisa ditunjukkan dengan segala ketidaknyaman juga ketidakamanan yang mana hal demikian pun merupakan sebuah kenikmatan tersendiri.

Soo, kalau ada istri pengantin baru yang nyasar ke blog saya terus ngerasa pasangan banyak “jangan..” nya,  “just enjoy it, siiis” 😀 atau istri pengantin lama yang belum juga sampai pada tahap penerimaan diri, “sini pukpuk..” 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s