[36 of 52] Kawan Terbaik..

kawan terbaik

pict.taken from here

Teman datang dan pergi, begitu juga ada pertemuan dan ada perpisahan.

Dan rasanya saya semakin dewasa saja *lalukeselek-disembur*😀 . Jadi, ceritanya pertemuan awal November 4 tahun lalu diakhiri dengan perpisahan diakhir bulan Oktober ini. Sebagai termasuk orang yang susah move on dari suatu kenyaman, biasanya akan baper (bawa perasaan) banget, tantrum berhari-hari yang bikin resah gelisah, namun kali ini perpisahan ini bisa dilalui dengan smooth banget, nbaper ataupun tantrum berhari-hari. That’s way I thought I became mature *mintadikepret*😀

Yup, setelah sudah ga nomaden lagi alias punya rumah tetap, ternyata berhubungan dengan lama kebersamaaan di tempat liqoan (ngaji). Bisa dibilang halaqoh ini adalah halaqoh yang paling lama untuk saya berproses. Makanya ga heran selama 4 tahun belakangan ini saya tumbuh menjadi istri dan ibu yang lebih cerewet lagi #eh😀 tentu saja cerewet untuk menjadikan keluarganya lebih baik lagi yaa.

Bisa dibilang, bagi saya liqo itu adalah suatu kebutuhan. Bertemu, bertatap dengan teman-teman di halaqoh sepekan sekali adalah sebuah kesenangan tersendiri untuk saya, sebagai ‘me time’ dalam bentuk yang lebih indah. Yaa tentu saja kebutuhan tiap orang berbeda-beda yaa. Untuk tipe orang seperti saya yang tidak terlalu suka keramaian mencari ilmu lewat halaqoh adalah hal yang menyenangkan🙂 .

Dan tentu saja bukan hanya ilmu yang didapat yang terpenting adalah terjalinnya ikatan persahabatan yang lahir batin, bertemu karena Alloh, berpisah karena Alloh, tulus saling cinta dan sayang karena Alloh, saling menolong, menasehati, menutupi aib sahabatnya, memberi hadiah, dan bahkan diam diam dipenghujung malam, saling mendoakan sahabatnya, ini yang disebut dengan “Hubban Limaanan”

Dari Ibnu Abbas Rodiyallohu Anhu, menceritakan bahwa Rasululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam pernah ditanya “Wahai Rasululloh manakah diantara kami kawan-kawan kami yang terbaik ?

Beliau menjawab :
1. Seseorang yang dengan melihatnya mengingatkan kalian kepada Allah
2. Dengan perkataannya bertambah amal kebaikan kalian dan
3. Amal-amalnya mengingatkan kalian kepada Akhirat

(HR Abu Ya’la)

Berkumpul dengan orang sholih adalah sebagai salah satu obat hati yang paling ampuh dalam melewati hari yang rasanya itu-itu saja. Dan untuk saya rasanya seperti ada energi lain yang mengisi jiwa untuk menghadapi hari-hari berikutnya, ada energi lain untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi yang dibarengi dengan keinginan menjadikan orang-orang terdekat dalam hal ini keluarga kecil saya untuk menjadi lebih baik juga.

Banyak belajar dari guru dan teman-teman di halaqoh selama 4 tahun ini, sesungguhnya mereka banyak memberikan sentuhan-sentuhan dalam diri saya tanpa mereka ataupun saya sadari. Namun, memang ini adalah manfaat juga barokahNya yang Alloh berikan jika segala sesuatunya dilandaskan karenaNya.

Semoga kelak kami semua dapat berkumpul di taman-taman surgaNya, aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s