Cerita Anak..

updet anak

huaaaaa…iya yaaa saya sudah lama ga update tentang cerita anak. Bukan apa-apa, setelah belajar (parenting) ke sana, ke sini (dan ga lulus lulus jugaaaaa😀 ) makin sadar kalau jadi ortu ga boleh main selonong juga sama anak. Mau upload foto anak, ya kudunya minta ijin sama yang punya badan, mau bagi-bagi cerita tentang anak, juga kudunya minta ijin sama yang punya pengalaman. Apapun namanya, minta ijin dulu sama yang bersangkutan. Karena itu, akhir-akhir ini saya sangat mengurangi untuk upload foto ataupun cerita tentang anak-anak di sini😀

Selain itu juga ada rasa insecure😀 *mamakrempongyaa*

“iiih, enak bener calon mantu sama besan gue, udah update sama cerita anak-anak gue dari kecil..lhaa terus gue update apaan dunk dari mereka” 😀

Iyaa siiy, enak ga enaknya di jaman serba digital gini, semua tercatat rapih di mesin pencari -_- . Karena itu, membuat kita perlu untuk berpikir ulang, dan ulang lagi tentang apa yang mau kita tulis atau lakukan di social media.

Laluuu ada cerita apa ajaaaaa…hihihi banyaaak banget sebenernyaaa…

Nadiaaa..sekarang kelas 5, hohoho makin baik relasinya sama anak gadis ini, makin nyaman untuk cerita atau ngomong apa aja sama saya terutama dunk yaa😀 . Seperti beberapa waktu lalu, dia nyodorin buku tugas matematika dengan nilai di bawah 50. Saya memang berusaha untuk ga bawel atau ga mau ambil pusing untuk urusan pelajaran sekolah, saya baru bawel dan pusing untuk masalah bacaan dan hafalan al-qur’an mereka, iyaa tiap ibu punya prioritasnya masing-masing.

N : Miiii, aku dapet sekiaaan niiy…

U : hoooo…*sambil ngecek-hanya kurang diketelitian ketika perhitungan..*

N : temen-temenku pada khawatir semua lhoo, Miii..”aduuh..gimana niiy, nilaiku jelek..” “aduuh, dimarahin deeeh..”

U : ooyaaa..terus kalau kakak…*mamakkepoyaa*😀

N: kalau akuuu, aku bilaaang..”mmmhhh, ga dimarahiiiin…” *ceritanya sambil senyum..*

Jujur, rasanya bahagia aja ketika dia cerita kya gitu.

Hasaaan..sekarang kelas 3, hihihi makin manis sama anak ini, sebagai anak laki-laki tertua, makin terlihat bentuk tanggungjawabnya. Iyaaa, untuk menumbuhkan kepemimpinan saya suka bilang kalau dia adalah anak laki-laki tertua yang tugasnya adalah menggantikan peran abi nya ketika abi tidak ada *terlalu berat? Iyaaa, tiap ibu punya prioritasnya masing-masing*😀 . Cerita beberapa waktu yang lalu, ada teman sekolahnya yang beberapa hari terakhir sering menjemput naik sepeda untuk berangkat bareng ke sekolah. Ketika temannya datang menjemput, biasanya dia belum siap apa-apa, hingga..

H : Miii, aku cape deh kalau ke sekolah naik sepeda teruuus..

U : hooo..yaudah barengan sama ummi naik motor barengan Husain, tapi ada resiko menjadi terlambat..

Daaan kemudian beberapa hari lewat temannya tidak datang lagi ke rumah..

U : temannya koq ga datang jemput abang lagi..*mamakkepoyaa*😀

H : Iyaa Mii, kan aku bilang sama diaaa, kalau ga usah jemput ke rumah lagi, nanti kalau aku mau barengan aku janjian aja..

Jujur, rasanya bahagia aja ketika dia bisa memutuskan itu sendiri.

Itu cerita 2 anak terbesar. Cerita 2 anak terkecil tentu beda macemnya lagiiii😀

Husaiiiiin..sekarang kelas TK B, hohoho makin naik turun sama anak keren ini. Makin ke sini, makin keliatan mobile nyaa😀. Beberapa waktu lalu, Bunda di sekolah laporan kalau anak ini tidak bisa diam di sekolah, selalu berisik di dalam kelas. hohoho sebagai ibu yang merasa aman nyaman dengan anak laki-laki tertuanya tiba-tiba perlu naik turun sama anak laki-laki keduanya😀 . Tapiii, ketika sebentar lagi sekolah akan mengadakan lomba di Ancol, dapat kabar kalau anak keren ini akan menjadi imam untuk lomba sholat berjamaah dan menjadi pemimpin teman-temannya untuk lomba hafalan *mamaklaptisu*

Jujur, rasanya bahagia dengan kemobilean nya ituuuu😀

Najmaaaa..sekarang umur 2,5tahuuuun, huaaaaa anak bayiiiik ini sangat menguras energi ibunya di rumah😀 *mamaklebayyaaa* khususnya dalam masalah makanan, di saat ibu lain pusing dengan anaknya susah makan, saya pusing ini anak mau dikasih makan apa lagi yaaaaa😀 *nasibibugasukamasakyaaa* . Badan kecil, sekarang beratnya baru 10kg, tapi makannya sambung menyambung, ga bisa liat ada makanan idle. Saya suka kasih warning  ke Kakak sama Abang-Abangnya kalau ada ‘jatah’ makanan untuk ‘diamanin’ sendiri-sendiri, karena saya ga mau tanggungjawab jika anak bayi sudah ‘mengamankan’ lebih dulu😀

Jujuuuur, liat anak bayi ini sehat teruuus, tumbuh kembang lancaaaar, bahagia sekaliii. Alhamdulillah.

Ituuuu, sedikit cerita tentaaang bocah-bocah yang semakin besaaaar, semakin aman nyaman. Kami bertumbuh dan berkembang bersama, tentu banyak hal yang kami lalui bersama, ga selalu tentang bahagia, tapi tentang sedih dan kecewa juga ada. Kami belajar bersama dan saling memahami, menyamakan tujuan untuk selalu bersama bahagia di dunia dan berharap semoga dikumpulkan kembali di surgaNya. Aamiin.

5 thoughts on “Cerita Anak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s