Remaja..

pict.taken from here

pict.taken from here

Ini cerita kultwitnya Ibu Anna Surti Ariani yang biasanya kultwit tentang anak-anak, kali ini beliau kultwit tentang anak yang lebih gede. Nyambung banget sama bincang live sama Ibu Elly Risman beberapa waktu yang lalu, yang belum sempet ditulis di sini..

  • #remaja punya keunikan sendiri lho. Seperti apa ya?
  • Kalau bicara perkembangan #remaja, salah satu yang kita bicarakan adalah perkembangan kognitif / kemampuan berpikir.
  • Pernah gemas karena ketemu #remaja yang tak mau keluar rumah gara-gara sedang berjerawat? Kenapa ya? Ayo dibahas nih.
  • Pernah kesal karena sulit sekali memberikan saran kepada #remaja? Mesti diapain ya? Ayo dibahas di kultwit ini.
  • Bahasan berikut agak-agak teoritis, karena yang dibahas memang pendapat ahli bernama David Elkind. Tapi diusahakan sesederhana mungkin. Buktiin deh
  • Menurut David Elkind, ada perkembangan kognitif yang unik pada remaja, ia menyebutnya ‘Adolescent Egocentrism’ / egosentrisme #remaja
  • Egosentrisme itu beda dari egois. Egois itu mikirin diri sendiri, kalau egosentrisme maksudnya kemampuan berpikirnya terbatas pada diri sendiri
  • Egois, sebetulnya bisa memikirkan orang lain tapi memilih mikirin diri sendiri. Egosentrisme, memang kemampuannya masih terbatas pada dirinya
  • Jadi kalau kita bilang egosentrisme #remaja, artinya remaja masih punya keterbatasan untuk pahami sudut pandang orang lain
  • Menurut David Elkind, egosentrisme #remaja terdiri dari 2 aspek: (1) ‘imaginary audience’ dan (2) ‘personal fable’. Apa itu?
  • Imaginary audience alias penonton imajiner adalah keyakinan #remaja bahwa semua orang di sekitarnya menonton / memperhatikan dia
  • #remaja belum terlalu paham bahwa bisa aja orang-orang di sekitarnya lewat melengos tanpa memperhatikan dia sama sekali
  • Gara-gara imaginary audience, bisa aja seorang #remaja yang sedang berjerawat menolak keluar rumah karena yakin bahwa semua orang bisa melihat jerawatnya.
  • #remaja juga yakin bahwa jerawatnya jauh lebih besar dibandingkan faktanya, dan semua orang akan mengingatnya ‘selamanya’
  • Inilah yang membuat #remaja maunya berdandan lama-lama, tak mau keluar rumah kalau dandanan belum sempurna. Itu yang remaja perempuan
  • #remaja laki2 gimana? Mis ketika olahraga, ia yakin bahwa semua mata memandangnya ketika memasukkan bola, sehingga usaha sesempurna mungkin
  • Berusaha menyadarkan #remaja bahwa pikirannya salah, seringkali bukan caranya, karena keterbatasan daya pikirnya ini.
  • Terus diapain nih? Dingertiin aja. Boleh banget diajak diskusi apa yang menurut #remaja jadi solusi untuk masalahnya. Tentu butuh waktu.
  • Egosentrisme #remaja (2) Personal fable alias dongeng pribadi. Remaja seakan punya cerita yang berbeda tentang dirinya dibanding orang lain
  • Seperti apa cerita yang berbeda itu? Ada 2:(a) Uniqueness alias keunikan, (b) Sense of invincibility alias rasa tak terkalahkan. #remaja
  • (2a) Uniqueness, #remaja yakin bahwa nggak ada seorangpun yang sama seperti dirinya, bahwa dia itu beda banget, gak ada yang bisa ngertiin
  • #remaja juga jadi yakin bahwa usul atau saran orang lain tak begitu saja bisa dia lakukan karena dia ini ‘beda banget’
  • Inilah yang membuat #remaja kadang tak mau cerita kepada ortunya, karena meyakini ortunya tak bisa mengerti dia
  • Dibutuhkan hubungan yang amat mesra antara orangtua dan #remaja agar mereka mau bercerita kepada orangtuanya
  • #remaja juga yakin bahwa ia memiliki (2b) sense of invincibility, rasa tak terkalahkan. Ia yakin bahwa hal-hal buruk tak bisa terjadi padanya
  • Keyakinan ini yang membuat #remaja sering melakukan hal-hal beresiko tinggi, mis coba-coba narkoba / alkohol, kebut-kebutan, merokok
  • #remaja yakin bahwa ia tak akan kena hal-hal beresiko tadi karena ia kebal / tak terkalahkan, beda banget dari orang lain.
  • Keyakinan inilah yang membuat keselamatan dan kesehatan #remaja jadi beresiko bermasalah. Seringkali ketika menyadarinya sudah terlambat.
  • Untuk mencegah #remaja melakukan ha-hal beresiko, mau tak mau memang orangtua perlu sering-sering mengajak remaja diskusi
  • Diskusi tak hanya dilakukan ketika #remaja sudah melakukan hal-hal beresiko, tapi sejak kanak-kanak, ketika mereka belum terlibat dalam hal-hal beresiko
  • Isi diskusinya apa? Apa pendapat #remaja tentang perilaku beresiko, siapa saja yang bakal kena resikonya, efeknya apa terhadap keluarga, dll
  • Nah, gara-gara perkembangan kognitif #remaja masih egosentris, memang tak mudah meminta remaja lakukan ini itu.
  • Sudah nggak tepat lagi kalau ortu memaksa #remaja lakukan ini itu dengan teknik-teknik parenting untuk anak yang lebih kecil
  • Pendekatan paling pas buat #remaja adalah dengan memperbanyak diskusi. Emang nggak mudah, dan butuh waktu panjang, tapi bermanfaat banget
  • Diskusi membuat #remaja belajar memahami dan mengemukakan pendapat. Iapun bisa belajar mempertimbangkan berbagai hal sekaligus.
  • Ketika didengarkan pendapatnya, #remaja belajar untuk mendengarkan orang lain & berusaha menghargai pendapat yang berbeda.
  • Ketika mengemukakan pendapatnya, #remaja belajar untuk menganalisis pikirannya sendiri, sehingga pemikirannya semakin matang
  • Sebaliknya kalau terus dipaksakan menurut ortu, #remaja belajar bahwa pikirannya tak dihargai, sehingga ia memilih membangkang

Sudah dibacaaaa? Truuuz ngerasa “been there” lalu senyum senyum sendiriii ga😀 . Yang jadi orangtua saat ini pastinya pernah jadi remaja dan mengalami tuh yaa yang namanya egosentris (#barutahu istilahnya) duluuu. Sekarang saatnya deh ngadepin anak-anak kita yang ga akan jadi kecil terus kan yaaa, mereka juga akan melewati masa-masa egosentris kya gini.

“Miiii, telapak kakiku tuh rata banget tau ga siiiy..”

“Mamaaaa, kayanya tanganku panjang sebelah deh ini..”

Semoga abis baca kultwit Ibu Anna ini bisa jadi lebih sabar lagi yaaaa ngadepin celotehnya anak bayi remaja kita nanti..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s