Sile(n)t..

(Pict tawriting isken from here)

Kadang yang kita butuhkan menjadi diam atau ‘silet’. Itu pilihan siy, antara mau mengumpulkan energi sama membuang energi.

Seperti gambar di samping niiy

writing is a product of silence” quote from Carrie Latet. *ngumpulin energi buat jadi tulisan*

Sedangkan, “messing is product of ‘silet’” quote from ngarang sendiri😀 . *buang energi karena timbul perdebatan*

Paling ga ini pengalaman yang baru-baru ini saya alami, antara jadi (pen)diam sama jadi (pen)’silet’. Perbedaannya memang dijumlah tulisan😀. Awal bulan, karena abis selow melow emang sedikit lebih diam, ga banyak ngomong atau ngobrol juga. Yang biasanya tumpah semua di aneka grup socmed teralihkan dengan menulis, itu kenapa tulisan saya di minggu pertama agak banyakkan dikit  deh yaaa😀 *cari pembenaraaaaan*. Memasuki minggu kedua dst keadaan udah mulai agak stabil dengan kata lain sudah mulai ‘tebar kata’ di aneka grup socmed yang mengalihkan untuk menulis, itu kenapa tulisan di minggu selanjutnya agak tersendat *selalu ada alasan😀 *

Sampai akhirnya berasa kena batu nya di minggu kemarin, karena ‘salah’ kirim pesan ke aneka grup. Menurut pandangan awal saya, tulisannya siiiy bagus, karena itu dengan semangat berbagi, saya bagilah ke beberapa grup, dan ternyata menurut beberapa orang di dalam grup, dalam tulisan tersebut terdapat makna lain yang tidak sesuai dengan pandangan awal saya *ouch – too bad* -_-

Saya kan tipe emak-emak kebanyakan mikir yaaa😀 , dari kejadian itu jadi mikir lagi, belajar lagi tentang apa aja sik yang perlu dilakukan ketika membagi sebuah tulisan. Mungkin kadang kita memang perlu untuk ‘mendiamkan’ suatu tulisan  sejenak. Ga hanya tulisan saja siik, ini berlaku untuk segala informasi yang kita dapatkan. Ketika kita diam sebenarnya kita sedang mempersilahkan hati dan otak berbicara, dan sesungguhnya ketika mereka sedang berbicara ‘ribut’ nya bukaaan maiiiin. Ga percayaaaa? just try it 😀 meski pada akhirnya ‘keributan’ itu memang perlu diputuskan, mau pake perasaan (hati) atau logika (otak).

Selain perbedaan dari jumlah tulisan, perbedaaan lainnya adalah dari energi yang dikeluarkan dari 2 perilaku tsb. Dalam diam, terdapat energi yang lebih kuat, misal kalau saya sudah mulai diam, anak-anak jadi lebih sigap😀 . Dalam ‘silet’, terdapat energi yang lebih lemah, misal kalau saya sudah mulai ‘silet’, anak-anak malah lebih lambat😀 . Jikalau ada yang sakit (hati) ketika kita diam, itu mungkin hanya kita sendiri yang merasakannya, namun beda jikalau ada yang sakit (hati) ketika kita ‘silet, kita ga pernah tau (hati) siapa yang terluka karena kata-kata yang sudah dilontarkan.

just be wise bout sile(n)t..

3 thoughts on “Sile(n)t..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s