Berkendara (Motor) Pertamaku..

nyehehehe..*sambil sapu blog karena dibangunin Mak Myra*😀

Mau cerita tentang my first ride :p

Jadi, ceritanya dipertengahan Juni lalu, suami mengalami kecelakaan motor, yang menyebabkan tulang bahu nya fraktur dan perlu dipasang pin melalui operasi. Sejak itu, putri cantik yang biasanya cuma duduk manis aja, agak-agak kelimpungan juga😀 karena ga bisa lagi minta tolong ini itu, minta diantar sana sini sama pangerannya #eaaa

Iya, saya memang belum berani mengendarai kendaraan bermotor sendiri, jadi mentok di sepeda aja pokoknya😀 . Kalau ditanya niy sama orang-orang “kapan…kapaan..” *jadi pertanyaan ‘kapan..’ itu bukan hanya milik jomblo koq, tenang ajaaa yaa mbloo :D* saya paling jawabnya “ntaar kalik, klo udah kepepet..”😀

Daaaan ‘kepepet’ itu datang jugaaa. Memaknai fakta kecelakaan suami sebagai berkah. Awal September, saya minta suami untuk motornya diperbaiki. Jadi, setelah kecelakaan di bulan Juni, motornya mendem aja gitu di garasi, ga dicek, ga dibawa ke bengkel atau lainnya. Ternyata pas dicek, kerusakan motor biasa aja, mengingat kecelakaan yang dialami suami sebenarnya lumayan juga yaa.

Saya mulai tanya tips-tips apa saja yang diperlukan agar berani berkendara di grup emak-emak perkasa😀 (kecup satu-satu grup WA gathering of emaks)  Karena kasus saya, bukannya saya ga bisa ataupun belum bisa, tapi saya nya yang belum berani. Tips nya beragam, ada yang bilang, PD aja pokoknya, yaa diberaniin, yang paling ampuh sik fokus sama kendaraan sendiri😀

Berbekal itu semua dan tentu saja doa-doa berkendara akhirnya saya (mem)berani(kan) diri juga. Awalnya jarak dekat, ke tukang sayur belakang perumahan. Lalu sekolah anak. Whuaaat hari pertama belajar langsung isi bensin dan ke sekolah anak. Iyaaaa, praktek langsungnya ntah kecepetan apa gimana, yang akhirnya ketika di sekolah anak, motor jatuh dan saya sempet keseret beberapa meter akibat mesin motor(matic) tidak dimatikan. Padahal udah tahu ‘rumus’nya kalau motor jatuh, matikan mesin. Yang mana ketika dicek, kerusakan motor lebih parah dibanding kecelakaan suami kemarin. Tetetp yaaa fakta yang ada punya berkah sendiri, saya dan anak baik-baik saja.

Pengalaman (jatuh-keseret) memang pelajaran yang paling berharga. Apalagi para emak-emak ini pada bilang mau lancar tuuuh, ga papa jatuh-jatuh dikit maaah, yang akhirnya ga ninggalin trauma yang berakibat ga mau naik motor lagi, cuma ninggalin trauma, hyuuuk jangan kya gitu lagi, belajar cari-cari kenyamanan ketika berkendara😀 . Soooo, berkendara tetap berlanjut hingga sekarang dengan jarak yang belum terlalu juga tentunyaaa.

Girls, there is always “when the first time..”. Keep trying, you can do it if you want it🙂

4 thoughts on “Berkendara (Motor) Pertamaku..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s