Rejeki Anak..

Udah #jleb pagi karena komennya om Ge (Toge Aprilianto),

” iyes, tiap org punya jatah rejeki msg2. jd silahkan diambil. ga ada layan-antar. klo blm sgup ambil sendiri, brati dia bth org lain utk bantu ambilin. pertanyaan buat ortu (krn anak blm sgup ambil sendiri), sgup ga bantu si anak utk ambilin jatah rejekinya.”

Dan namanya rejeki, bisa Alloh datangkan dari arah mana saja yang kadang tak kita duga, begitu juga dengan rejeki anak.

Di rumah kami, terbiasa untuk melakukan usaha tertentu untuk mendapatkan sesuatu. Misal, untuk liburan (nanti), anak-anak bisa ikut liburan tapi mereka perlu untuk menabung (mengumpulkan) uang sebanyak 150rb, kesepakatan ini udah dibikin dari 5 bulan yang lalu. Jadi, idealnya, jika mereka sehari menabung 1rb, dapet sik 150rb *nyengir*

Dalam perjalanannya selama 5bulan ini, sebagai fasbel anak bukan hal yang mudah emang. Sebagai emak faspel😀 udah gateeel banget (udaaah deh ntaar potong tab.mereka ajaaa) karena melihat anak-anak selalu pakai uangnya untuk jajan di sore hari.

Paling deg-deg an mantau progres anak pertama sebenarnya😀 namun ternyata dia yang paling pertama mengumpulkan uangnya, di awal Maret kemarin. Tipikal anaknya yang ‘mudah’ mengeluarkan uang. Di Desember kemarin, dia dapet hadiah dari pakde nya berupa uang. Lalu sisanya di dapat dari keuntungan jualan kaos kaki dari Yangti nya🙂
“Mii, ini aku uangnya bukan dari nabung uang jajan loh, gpp kan yaa..ini dari pakde n sama jualan kaos kaki Yangti kemarin..” :’)

Karena kakak sudah mengumpulkan uangnya, menjadi ‘penyemangat’ untuk adik-adiknya. Progres anak kedua, tak terdeteksi😀 kliatannya ga pernah nabung, tapi setelah dihitung di minggu lalu, lumayan juga mendekati nominal. Progres anak ketiga, karena uang jajan sekolah ga ada, jadi abi nya biasa memberinya per minggu, tapi yang ada uangnya selalu di pake jajano_O sehingga ketika dihitung di minggu lalu, masih jauh dari nominal seharusnya. Dan drama pun di mulaiii..
“huaaaa, jadi aku gimanaaa, aku ga ikut ke jogjaaa…aku sama siapaa..”

Lalu dibuatlah kesepakatan baru untuk 2 minggu kedepan, untuk menambah kekurangan dari nominal dan untuk jajan ketika liburan nanti. Biasanya selain jajan sekolah, ada jajan untuk di rumah. Uang jajan tersebut boleh di pakai untuk (tambahan) nabung atau jajan hari itu, mereka yang memutuskan, nabung/jajan, dengan konsekuensi yang siap ditanggung.

Daaan akhirnya, minggu ini, rejeki mereka datang lewat Yangkung nyaaa. Senang, bahagia…😀
“ummii, kalau di tambah ini, aku udah bisa ikut kaaan..” kata anak ketiga
“ummi, aku udah pas kaan, lebih malah..lebih nya nanti buat aku jajan di sana yaaa” kata anak kedua
“ini buat jajan ku di sana yaa, mii” kata kakak..

Cant wait for holiday😀. Ga tau sik, proses apa yang dirasakan oleh mereka selama 5bln ini. Yang jelas sebagai fasbel mereka, mereka belajar tentang usaha. Dan kalau bagi saya sendiri, makin yakin, tiap anak memang punya rejeki nya sendiri, kita (suami maksudnya sebagai pencari nafkah tunggal) perlu mengusahakan segala rejeki mereka yang Alloh siapkan lewat kita untuk mereka. Dan begitu pula jika ada rejeki mereka lewat orang lain(Pakde, Yangkung, dll).
Sama satu lagi sik, yang jadi pelajaran buat saya, sebagai fasbel, dont underestimate your kids :’)

Usaha dan tentu saja disertai dengan doa, doa untuk selalu mendapatkan rejeki yang baik dan halal..aamiin.

View on Path

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s