Peranan Qolbu..

Pas niy hari Jum’at, mau share tentang kajian 2 mingguan yang diadakan di komplek tempat tinggal. Alhamdulillah, punya salah satu indikator bahagia di dunia, punya lingkungan yang baik.

Beberapa waktu lalu di bahas tentang peranan qolbu (peranan hati), oleh ust.H Ahmad Yaman, Lc, MA.

Peranan Qolbu di bagi menjadi 3, yaitu :

1.Pusat Penalaran

Menyimak

“Dan apakah belum jelas?, bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri. sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki, tentu Kami azab mereka, karena dosa-dosanya; dan Kami kunci hati mereka, sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi).” (QS.7:100)

Menyimak itu urusannya dengan hati bukan dengan pendengaran. Kita bisa saja mendengar tapi tidak menyimak

Mengerti

“Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan), hanyalah terhadap orang-orang yang meminta ijin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang yang kaya. Mereka rela berada bersama-sama orang-orang, yang tidak ikut berperang, dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).” (QS.9:93)

Mengerti juga urusan hati. Kita mungkin telah menyimak, namun belum tentu mengerti.

Memahami

“Dan sesungguhnya, Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam, kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai mata, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS.7:179)

Sudah mengerti, namun belum tentu memahami.

Tadabbur

“Tetapi hati orang-orang kafir itu dalam kesesatan dari (memahami kenyataan) ini, dan mereka banyak mengerjakan perbuatan-perbuatan (buruk) selain daripada itu, (dan) mereka tetap mengerjakannya (tidak mau bertobat).” (QS.23:68)

Setelah mampu memahami, maka kemudian bisa mengaitkan dengan fenomena alam yang ada(tadabbur), seperti gunung sebagai pasak bumi namun nanti bisa seperti kapas yang beterbangan.

Menemukan/Mencari Solusi

“dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik), yang berkata: ‘Kami mendengarkan’, padahal mereka tidak mendengarkan.” (QS.8:21)

Biasanya kita suka mendapatkan masukkan, saran dari orang lain. Hal ini tetap harus dikritisi, tidak semua harus diterima.

2.Pusat Emosi

Patuh/Ta’at

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka (dalam) mengingat Allah, dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya, (yang) telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS.57:16)

Dalam kehidupan, bisa jadi kita telah mengerti namun tidak mematuhinya.

Peka terhadap persoalan

“(keadaan mereka), serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya, serta orang yang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka, disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya, Allah Maha Kuat, lagi Amat keras siksa-Nya.” (QS.8:52)

Kadang kita tidak peka terhadap persoalan-persoalan dari kisah-kisah terdahulu. Kehidupan ini sejarah yang berulang, hanya waktu dan pelakunya saja yang berbeda.

Sumber/Muara ketenangan

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat-ingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS.13:28)

Telaga Cinta&Kerinduan

“Dan di antara manusia, ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya, sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman, amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui, ketika mereka melihat siksa (pada Hari Kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksa-Nya, (niscaya mereka menyesal).” (QS.2:165)

Lebih mencintai Alloh

3.Penentu aktualisasi diri

Rosulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya: “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati.”

Selamat merenung tentang peranan hati kita, sediakan waktu berbicara dengannya. Semoga bermanfaat ^_^

One thought on “Peranan Qolbu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s