Komentar..

Tulisan awal 2014 dimulai tentang komentar (nyinyir), curcol sik sebenarnya😀

Tiap kita, pernah dunk yaa yang namanya dikomentarin (nyinyir) sama orang. Ecuma kadang persepsi tentang komentar (nyinyir) juga beda-beda sik tiap orang, tergantung dari tingkat kesensiannya😀. Kalau saya, punya tingkat sensi yang tinggi, jadi orang komentar sedikit bisa meruntuhkan segala kekuatan jiwa *mulai lebaaay*😀

Dikomentarin suami, “Mi, ini kurang garing masakannya” bisa jadi bikin saya ga pengen masak seminggu *halah-ini sik alasan biar ga masak* hihihihi . Sekarang sik bisa dihadapin dengan ‘santai’, kalau dulu bisa bikin nangis semalaman -_-

Tapi karena itu, bikin saya hati-hati banget buat komentarin orang, ga asal ngejeplak truz ninggalin luka di hati orang yang kita kasih komentar. Kita kan ga pernah tau, isi hati orang lain seperti apa. Kalau saya, biasanya komentar dalam hati truz lanjut istighfar. Karena memang sesungguhnya kita ga pernah tahu apa yang terjadi sama orang lain, apa yang kita lihat belum tentu sama apa yang sebenarnya terjadi.

(mungkin) para ibu yang sering banget niy ngadepin komentar (nyinyir) yang never ending laaah, seperti tulisan di Mommiesdaily😀 *pukpukparaemak* yessss, we’re not alone

Ketika kita komentarin orang lain, yaa siap-siap aja dikomentarin balik lagi. Atau bahkan komentarin orang truz suatu saat eh kejadian juga sama kita😀 *hidup seperti roda, kadang di atas kadang di bawah*😀

Saya suka bilang sama diri sendiri, saat ini mereka bisa jadi saya di masa lalu atau masa depan nanti. Dan selalu memohon perlindungan Alloh dari segala keburukan.

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata: “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau hendaklah ia diam.” HR. Bukhari

Tapi namanya juga hidup, dengan komentar (nyinyir) orang lain kita jadi bisa belajar tentang bersabar dan bersyukur, belajar memaknai fakta (dapet komentar nyinyir) sebagai musibah atau berkah . Yang jelas, apa yang terjadi sama kita selalu ada makna, hikmah yang mau Alloh kasih ke kita.

After all, tulisan di bawah ini, ho ooooohh banget yaaa😀

Mumpung masih di awal niy 2014 nya, yang katanya mau berubah untuk ga nyinyir, hayuk dimulai..yang katanya mau berubah untuk siap segala nyinyiran, hayuk tebelin kuping😀

7 thoughts on “Komentar..

  1. ronal says:

    wah cocok skali ini ibu ingga bikin postingan kayak gini ditengah jaman serba kepo dan serba koment (bahasa halus tanpa dosanya KRITIS terhadap sekeliling )
    skrg kayaknya murah bgt buat menyindir,memaki, bahkan tak jarang men-cap kafir org lain hanya krn berbeda pendapat😀..
    Kadang gue berpikir Nga “seumpama gue mamaki seseorang atau seorang pemimpin untuk hal yg sebenarnya gue sendiri ngak paham dan ngak lihat secara langsung, kira2 gue minta maafnya gimana?”
    bukankah katanya dosa itu gak akan gugur kalo yg bersangkutan belum memaafkan. Masalahnya mau ketemu dan minta maaf sama teman yang kita kenal aja terkadang susah, apalagi sama orang yg ngak kita kenal, seperti tokoh masyarakat yg sering di bully atau bahkan presiden, gimana tuh mau ketemu dan minta maafnya?
    Smoga kedepannya gue smakin bisa menahan diri untuk tidak mengkomentari org lain, apalagi sampe menghina dan memaki. Karena sungguh, mengkomentari org lain itu lebih mudah ketimbang membuang ludah😀

    • umnad says:

      komentar lo ini berat bgt sik, Pak di wiken kek gini😀
      kalau emang baru di dalam hati atau orangnya juga ga tau,mudah2an dgn istighfar bisa dimaafkan sm Alloh, (kecuali klo ada yg ‘lapor’ truz dia marah-baru deh tuh, diurus gimana ganti ruginya, kalau dia merasa dirugikan)
      Masalah pemimpin, gue juga kdg bingung Nald, maunya apa sik niy orang2, yg jelas menyenangkan semua pihak, berbuat adil, arif juga bijaksana, dsb, pekerjaan yang tidak mudah, perlu manusia-manusia ‘dewasa’ untuk bisa saling bersinergi *tsaa bahasa gue*..:))
      kalau mau komentar, yaaa dipastikan saja untuk sll siap dgn “apa yang ditanam, itu yang didapat” kadang dgn begini kita bisa jadi ‘diam’ koq🙂

      • ronal says:

        iya ya gue baru sadar ternyata koment gue hampir sama panjangnya sama isi postingannya😛
        ya begitulah Nga…smoga saja status FB or Twitter yg menyindir or memaki org lain itu masuk itungan dalam hati dan bisa luntur dgn istighfar😀

    • umnad says:

      udah ga di SANI lagi, Mak🙂..
      itu waktu anak pertama PG aja (karena sempet pindah ke Jakarta lalu pindah sekolah jg), sebenarnya sekarang pindah lagi ke Bekasi cm ga lanjutin lg krn lumayan jauh dr rumah, skrg anaknya udah kelas 4 SD

      kesannya, asyik bner, soale mrk punya fasilitas, berkuda(ada kuda nya sendiri) TK anakku kmrn outingnya ke SANI malah :p , punya taman berkebun, guru2nya juga asyik2, dsb..

      pesannya, dipastiin aja anak bs enjoy meski nanti pindah suasana, maksudnya ini kan sekolah alam, dulu anakku kan PG di sini, pas pindah sekolah yg modelnya kelas gitu, dia butuh waktu utk adaptasi ke lingkungannya, klo kata gurunya, anakku ga betah di kelas, suka keluar2 :p
      kalau skrg kurang tahu deh apakah sekolah alam sdh ada yg sampai SMA gitu, klo belum ada, kemungkinan kan ada anak2 sekolah alam kembali ke kelas gitu..

      moga2 bisa menjawab pertanyaannya yaaa, Maak🙂

  2. rhey says:

    Suka bgt sm quote trakhirnya Tuhan yang nentuin, qt yg jalanin orng lain yg komentarin….
    Emang ya godaan u/ nyinyir itu slalu ada, plus godaan u/ nabok yg nyinyirin jg luar biasa xixixiixixix
    Mdh2n 2014 qt smua bs jd pribadi yg lbh baik lg;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s