Musibah atau Berkah

Adalah pilihan mau memaknai fakta sebagai musibah atau berkah..

Yang jelas, rencanaNya pasti dan selalu indah dan selalu ada pelajaran hidup didalamnya



Terkadang ketika kejadian yang tidak mengenakkan terjadi, hal yang paling mudah dilakukan adalah ‘berbicara’ dengan atau tentang orang lain. Padahal itu adalah caraNya untuk kita bisa ‘berbicara’ pada diri sendiri.

Sejak lama saya selalu meyakini apapun yang terjadi pasti itu yang terbaik menurut Alloh, apapun bentuknya. Jadi kalau kata orang jawa bilang, selalu ada kata ‘untung’ dalam setiap kejadian. Setelah “Innalillahi wa inna ilaihi roji’un” biasanya teriring “Alhamdulillah..”

Anak jatuh, “Innalillahi..Alhamdulillah kakinya aja yang luka..” dengan begitu saya bisa senantiasa sadar akan kuasaNya. Siapa sik kita? Sedangkan apapun yang terjadi sama diri kita selalu ada izinNya yang menjadikannya hal itu terjadi.

Setelah beberapa bulan ini mengenal #ruasdito , makin memaknai apa yang disebut “fakta = musibah atau berkah”.

Duluuu, berasa susah banget ngedidik anak, itu fakta. Lalu kita mau memaknai fakta tersebut sebagai musibah atau berkah. Kalau waktu itu saya memilih untuk menjadikannya sebagai musibah, mungkin saya akan terus menjadi ibu yang ngerasa susaaah terus sama anak, kalau ibu ngerasa susah terus, yaaa ga heran klo anaknya bakalan susah terus dididiknyaa. Bersyukur, Alhamdulillah, saya memilih untuk menjadikannya berkah, membuat saya terus belajar, menjadi lebih baik, daaan sekarang, berasa ‘santai’ nya bersama mereka, ibu ngerasa ‘santai’ yaa anak keikutan juga ‘santai’ dididiknya😀 .

Atau pernah ada kejadian, Hasan robek dagunya ketika berenang di kolam renang Taman Lalu Lintas, Bandung. Bisa di bilang itu memang karena ‘kenekatan’ saya pergi ke sana dengan 4 anak saja😀 . dan Alhamdulillah, pihak kolam renang bertanggungjawab penuh atas kejadian tsb. Fakta ini merupakan berkah tersendiri bagi saya karena akhirnya suami menyusul dan kami sempat menikmati kebersamaan yang ada. *sengsara membawa nikmat yaaa judulnyaa😀 *

Atau misal ketika anak sakit, yang biasa saya lakukan pertama sekali adalah memohon ampunanNya, bagi saya apa yang telah kita lakukan pasti akan selalu kembali pada diri kita. Selain itu, hal ini yang membuat saya untuk tidak menyalahkan orang lain akan apa yang terjadi.

Ketika sesuatu terjadi, menyediakan waktu untuk bicara dengan diri sendiri adalah merupakan berkah tersendiri, membuat kita bisa berpikir langkah apa yang dapat kita lakukan selanjutnya. not “why” but “what’s next”

Kalaupun memang tak kuasa untuk bertanya “why”, hal yang selalu saya lakukan adalah
selalu inget kata Aa’ Gym sewaktu kuliah dulu,

“cariiiii 1001 alasan untuk selalu punya prasangka baik sama Alloh”

Memaknai permasalahan yang terjadi dari sudut pandang musibah atau berkah itu memang pilihan. Yang jelas Alloh selalu punya cara untuk senantiasa mengingatkan dan menyayangi hambaNya, dengan caraNya apapun bentukNya.

“Maka sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirooh, ayat 5)

Dari Shuhaib bin Sinan dia berkata: Rasulullah bersabda: “Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya” (HS.R Muslim)

Jadi, apa pilihannya, itu ada di diri kita sendiri. Itu tentang rasa dan hanya diri kita sendiri yang dapat mengelolahnya mau menjadikannya suatu musibah atau berkah. You choose!

3 thoughts on “Musibah atau Berkah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s