Usaha VS Upah..

Ini masalah penerapan tiada akhir hihihi

Usaha vs upah, kita mau pilih yang mana. Mau anak belajar tentang usaha atau upah. Semuanya tergantung kita sebagai ortu mau bagaimana anak kita nantinya. Anak bermental usaha atau bermental upah. U decide it!

Dulu sik saya ‘ga ngerti’ apa yang saya bilang bisa berakibat apa nantinya.

“Nadia, tolong beliin korek, ntar ummi kasih seribu..” ato

“Hasan, kalau mau ikut ummi, beresin dulu mainannya..”

Bagi saya kalimat-kalimat di atas, ga ada artinya. Sama semuanya, saya senang, anak senang, masalah selesai😀

Tapiiiii, setelah beberapa bulan ini merubah cara asdik pada anak-anak, ternyata kedua pernyataan di atas memiliki arti berbeda. Jadii,

Usaha = kita sebut dulu barang yang mau didapatkan, baru sebut syarat/harga yang harus di bayar, tujuannya buat menanamkan konsep berusaha/berjuang.

Upah = kita sebut dulu yang perlu dilakukan/harga, baru apa yang bisa didapatkan/bayarannya.

Sudah bingungnya? Syelamaaat yaaa😀

Merujuk kalimat pernyataan di atas, Nadia itu pakainya format upah sedangkan Hasan menggunakan format usaha. Kelihatannya hal sepele yaaa, cuma sebagai ortu yang ingin anaknya punya mental usaha, saya mulai merubah pernyataan-pernyataan saya pada mereka.

‘gampang’nyaaa, apa yang anak pengen dibolehiiiin aja semuaaa..”boleh..tapi…” “boleh..setelah..” “boleh..ini/itu dulu..” kalau maunya mereka ‘murah’ yaaah kita ‘murahin’ syaratnya, kalau maunya mereka ‘mahal’ yaaa kita ‘mahalin’ syaratnya.

“boleh nonton tv malem, tapi jam 5 sore sudah rapih (mandi dan ashar)”

“boleh main di luar, setelah makan dihabiskan.”

Mudah? Kataaa sapaaaa, belibet iyaa, tiba-tiba lupa ‘rumus’, mengulangi pernyataan sebagai format usaha lagi. Akibatnyaaaa, saya di cap “ummi sekarang banyak persyaratannyaaaa, aaaaahhhh…” “ummi, koq gitu sik sekarang…” “aaaah, malessss sama ummi…”😀 jadi fasbel anak mang ga mudah, jiwa tega musti sering di asah, ga itu aja, kuping juga musti kebal komentar😀

Tapiii, ada harga ada rupa dunk yaaa. Kalau dulu anak-anak bilang “..aku dapat apa..” kalau dimintain ‘tolong’ tapi sekarang sudah mulai “..aku usaha apa, Mi” untuk dapetin apa yang mereka mau..yaaaay !!

Jadii, sudah mutusin, kita mau anak kita bermental apaaa?🙂

3 thoughts on “Usaha VS Upah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s