Bukan Kita Aja (Koq)..

Setidaknya kalimat ini bisa terus membangkitkan semangat kami. Kalau kami tidak mengalami hal seperti ini seorang sendiri saja. Ada orang-orang yang memiliki permasalahan yang sama dengan kami, dan kita saling menguatkan, saling mendoakan.

15 Agustus 2012, pertama kalinya saya memasuki ruangan itu. Ruangan NICU-ICU/Perina di Rumah Sakit. Sesaat setelah saya buka pintu, terlihat bayi-bayi mungil dalam incubator dengan berbagai macam selang dan peralatan lainnya yang saya tak tahu namanya. Tujuan saat itu adalah ingin melihat bayi saya yang lahir malam sebelumnya, yang belum sempat saya lihat setelah melahirkannya.

Bayi mungilku di ruangan NICU-ruang perawatan intensif untuk bayi. Ruangan ini hanya berisi 4 bayi dengan penjagaan suster 1:2. Meja yang diatasnya terbentang kertas lebar yang berisikan catatan perkembangan bayiku tiap saat ada tepat di depan inkubatornya. Begitu juga dengan 3 bayi lainnya. Tiap incubator tertempel data bayi tersebut, begitu pula dengan bayiku.

Nama : Bayi Ny.Grifingga

Nama Ibu : Ny Grifingga

Nama Ayah : Tn. Miftahul Huda

Lahir : 14 Agustus 2012 21:54

BB : 1,805kg dst

Di sebelah bayiku,

Lahir : 10 Agustus 2012

BB : 1,300kg

Ya Alloh, bayi-bayi ini punya perjuangannya masing-masing. Saya keluar dari ruangan NICU, diseberangnya ada ruangan perina, jika bayi di NICU sudah lebih stabil maka dipindahkan ke ruangan ini, disini penjagaan suster 1:5. Incubator tertempel data bayi,

Lahir : 22 Juni 2012

BB : 1,100 kg *Ya Alloh, dia sudah hampir 2 bulan disini*

Lahir : 28 Juni 2012

BB : 800gr *Ya Alloh…* *bayi ini akhirnya meninggal setelah 2 bulan dirawat disini😥 – kata suster, kondisinya memang sudah memburuk*

Lahir : 22 Juli 2012

BB : 1,300kg *daan masih ada yang lain-lainnya😥 *

Saat itu yang saya rasakan, I know I’m not alone!! Tapi tetep yaaa yang namanya sedih tak terkira, namanya harap-harap cemas tak terbendung. Namun, rasanya tak berani untuk mengeluh dan menanyakan mengapa ini terjadi padaku padaNya.

Ruang tunggu NICU-ICU/Perina adalah tempat kami, para orangtua/orang yang menunggu pasien NICU-ICU/Perina bertukar cerita. Yang jelas banyak raut tegangnya, cemasnya, sama deg-degannya kalau ada salah satu dari kami yang di paging suster untuk masuk ke ruang ICU(seiring berjalannya waktu, paging untuk saya adalah untuk menyusui Zainab :’) ).

Ada kalimat dari salah seorang orang tua yang anaknya di NICU. “Alloh itu kan memberi cobaan sesuai dengan kemampuan hambaNya, kalau saya tanya kenapa saya ya Alloh..ya karena menurut Alloh saya mampu, meski saya ga tahu harus gimana ini, akhirnya nanti gimana, tapi yang jelas saya mampu, Alloh ga akan ninggalin kita gini aja kan, pasti ada jalannya..” tak lama anaknya harus dipindahkan ke rumah sakit lain karena peralatan di rumah sakit ini tidak memadai.

Alloh yang mengizinkan ini terjadi pada kami, jika ini adalah kesusahan yang datang dariNya, maka DIA pula yang akan memberikan kemudahan bersamanya.

“sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan” (Qs: Al-Insyirah 5-6).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s