Cerita 32 Minggu..

Sambil menunggu waktu menjenguk dik Zainab di rumah sakit, berharap ada kemajuan lainnya. Setelah kemarin di hari ke-8, dr.Idham Amir spA membolehkan untuk minum ASI sebanyak 5cc/6 jam. Alhamdulillah. Saya mau cerita tentang kehamilan 32 minggu, 2 minggu lalu..

Rabu, 1 Agustus 2012, jadwal periksa kehamilan yang sengaja saya majukan. Dr.Dwi Rasyanti bilang kehamilan saya masih plasenta previa. Yang mengawatirkan adalah plasenta tersebut dekat dengan bagian yang akan dibuka nanti ketika operasi. Berharap masih bisa naik plasentanya. Ketika saya tanya bagaimana bisa naiknya, dijawab lugas “berdoa..” .

Kamis-Minggu, 2 Agustus – 5 Agustus 2012. Karena tidak ada pesan-pesan yang mengharuskan saya istirahat. 4 hari terakhir itu kegiatan saya memang penuh banget. Yang biasanya bisa 2x istirahat (baca : tidur (an) ) ini cuma 1x atau malah ga sama sekali.Mulai acara baksos, buka puasa pengajian, buka puasa keluarga, sampai antar dan jemput anak-anak ke Cikarang, rumah kakak suami. Dan karena suami juga sedang tugas keluar kota, jadi ga ada yang bisa anter jemput saya, sehingga ada beberapa acara yang saya tempuh dengan berjalan kaki.

Senin, 6 Agustus 2012, jam 2 pagi. Perut sakit, seperti sakit haid, ini kontraksi. Karena masih jam 2 pagi, saya lanjut untuk coba tidur lagi. Jam 3 pagi, memang waktunya bangun menyiapkan sahur untuk anak-anak, situasinya suami sedang tugas luar kota, jadi hanya ada saya dan anak-anak. Masih terjadi kontraksi, saya coba cek daan o-o ada darah di sana. Kemudian saya pakai pembalut, sambil terus beraktifitas menyiapkan makan sahur juga menghubungi suami dan dr.Yanti. (ternyata ini membuat darah saya tak henti, kontraksi makin menjadi. Catatan : Jika keluar darah ketika kehamilan, sebisa mungkin untuk meminimalisir gerakan, kalau bisa langsung istirahat-tiduran di tempat tidur). Jam 4 pagi, bala bantuan datang, tetangga dan kakak suami yang bersedia mengantarkan saya ke rumah sakit. Karena dr. Yanti menyarankan untuk segera ke rumah sakit. Pembalut yang saya pakai tadi, sudah penuh, saya ganti yang baru dengan yang lebih panjang. Sesampai di rumah sakit, pembalut kedua pun penuh juga. Petugas medis ruang bersalin rumah sakit segera melakukan tugasnya, periksa dalam, CTG, dsb.

Senin-Sabtu, 6 Agustus – 11 Agustus 2012. Akhirnya saya harus di rawat, bed rest total (BAK pun harus via pispot, termasuk BAB *Nooooo* ) kehamilan baru memasuki 32 minggu. Obat pematangan paru dimasukkan melalui infuse untuk dede di dalam rahim. Dr. Yanti bilang sebisa mungkin untuk menahan bayi di dalam lebih lama lagi, tiap minggu sangat berarti baginya, dijaga untuk tidak terjadi pendarahan kedua, yang biasanya akan lebih banyak lagi. Dan harus segera dilakukan usg fetomaternal. Jika sewaktu-waktu diharuskan untuk segera operasi jadi dapat diketahui kondisi dan apa yang harus dilakukan.

Kamis, 9 Agustus 2012. Waktunya untuk usg fetomternal dengan dr. Yudianto BS, spog(K). Comment-nya “sesuai biometri usia kehamilan 32 minggu. Janin lintang dorsoinferior kepala di kiri. Aktifitas gerak janin baik. Tidak tampak kelainan struktur organ-organ janin. Plasenta berimplantasi di korpus depan, tepi menutupi ostium uteri internum (plasenta previa totalis). Tidak tampak plasenta menginvasi miometrium. Tampak vena-vena yang cukup banyak di SBU” Saran-nya “Persiapan darah saat SC” istilah dokter terdapat varises di rahim saya, sehingga akan memungkinkan terjadi pendarahan ketika operasi nanti sehingga sudah harus dicari pendonor yang bisa dimintai sewaktu-waktu jika memang diperlukan ketika persalinan nanti.

Ramadhan tiba di 10 hari terakhirnya. Rencana itikaf seperti tahun lalu, tahun ini berganti tempat di rumah sakit. Dr. Yanti juga sudah mulai cuti untuk itikaf. “Bu, dr. yanti sudah mulai itikaf yaaa, tapi tetap di pantau koq bu, jadi ibu tenang aja yaa istirahat disini..” kata suster.

Setelah 3 hari tidak keluar darah atau flek. Dr. Yanti mengizinkan saya untuk istirahat di rumah dengan berbagai macam catatan. 1 minggu pertama harus bed rest total di tempat tidur, ke kamar mandi di minimalisir. Jika 1 minggu tidak ada darah/flek yang keluar maka boleh jalan secukupnya. Dan segera ke rumah sakit jika terjadi pendarahan lagi.

How bout the kids..sangat terpaksa anak-anak dititipkan di rumah bude nya setelah liburan lebaran tiba. Jadilah 1 minggu itu, saya berpisah dari anak-anak.

Sabtu, 11 Agustus 2012 siang. Saya diizinkan pulang, melanjutkan bed rest di rumah. Berharap semua bisa kembali berjalan normal apa adanya, sesuai yang saya harapkan..(insya Alloh, berlanjut..)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s