Ingin Tak Sampai…

Ada keinginan yang memang tak akan sampai yaitu lahiran normal..

Masalah jalan lahir ini memang membuat saya minder, ga percaya diri, dsb untuk menjadi seorang ibu, seperti yang pernah saya tuliskan sebelumnya.

Saat ini saya sedang hamil keempat, ketika saya sedang memantapkan diri untuk memastikan pasti akan operasi lagi, di awal Feb kemarin saya baca berita via TL di twitter saya. Seorang ibu berhasil melewati vba3c (vaginal birth after 3 ceasaran), hah, siapa yang ga mupeng lihat berita ini *mmh mungkin saya aja kali yaaa* yang jelas saat itu saya merasa bahwa harapan itu masih ada *harapan untuk lahir normal*

Kemudian, mulailah saya bgerilya mencari informasi via mas gugel, dan ternyata memang ada cerita tentang vba3c tsb. Saya juga bertanya-tanya langsung dengan ibu tsb. Dia bilang bahwa tidak ada dr.spog yang mau menolongnya/mengizinkannya untuk vba3c ini, jadi dia melakukan home birth dengan di bantu suaminya dan seorang bidan yang baru didapatkannya di akhir-akir menjelang persalinan. Kunci vba3c ini berhasil karena ilmu dan yakin pada Alloh SWT, ungkapnya.

Makin bersemangat, meski terlintas berbagai macam resiko yang kemungkinan ada dan wajah suami yang pasti tidak akan membiarkan saya dengan rencana vba3c. Dan lintasan saya terbukti, suami memang sangat tidak setuju. Cuma bukan saya namanya klo belum coba keukeuh sukeukeuh memperjuangkan keinginan saya, hingga saya bilang “yaa kalau kata dr.Yanti ok, boleh yaa Cin..” eh die diem aje..

Karena mendengar berita tersebut setelah jadwal periksa saya ke dr.spog, maka saya menyabarkan diri untuk ga segera datang lagi ke spog *hehehe* Alhamdulillah dr.spog nya bisa ditanyain via FB, so .saya tanya-tanya lah..dan bu dokter menjelaskan dengan padat dan singkat “yang terpenting keselamatan” sebelumnya dijelaskan juga jika di Indonesia biasanya untuk vbac itu untuk yang baru 1x operasi..ok lah sampai disini berasa gelap, harapan itu memang tak akan sampai..

Dan akhirnya pertengahan Maret kemarin, bertemu juga dengan dokter favorit saya, dr.spog untuk mengontrol kehamilan saya. meski udah dijelasin via FB, tetep dunk yaa saya tanyain lagi karena saya memang berharap banget untuk bisa normal dengan bantuan dokter saya ini. Jawabannya tetap sama

“yang terpenting keselamatan”

“hamil keempat saja udah resiko tinggi, dengan riwayat operasi 3x, resikonya lebih tinggi lagi”

Pertanyaan bodoh saya adalah, resikonya apa aja sik dok -_-‘

“pendarahan, rahim robek, jahitan robek..truz kalau kamu persalinan di rumah, kalau ada apa-apa gimana.. konyol aja sik nurut aku.”

Dan jiperrr lah saya. Namun, meninggalkan pertanyaan pada diri sendiri tentang arti kekonyolan tersebut. Pulang control kehamilan dengan kesedihan tapi juga dengan memantapkan diri dengan operasi lagi.

Tentang kekonyolan itu membuat saya bertanya pada pihak-pihak yang mengerti tentang hokum-hukum dalam mata agama.

“Jika kita sudah tau bahaya sesuatu yang akan kita lakukan dan kita tetap melakukannya, jika terjadi sesuatu yang di luar keinginan kita, termasuk konyolkah..”

Pihak-pihak yang saya tanya menjawab “termasuk orang yang tidak menjaga, sudah tau bahaya kenapa dilakukan juga..”

@dr_piprim bilang “tawakal itu setelah ikhtiar maksimal. Keberhasilan satu org jgn dijadikan argumen bhw yg lain psti berhasil spt dia juga”

Maka, baiklah, berdamai dengan keadaaan adalah jalan yang terbaik untuk menerimanya dan memasrahkan semuanya pada Alloh. Aamiin

Sampai jumpa ruang operasi di September ceria :)) doakan yaa man teman..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s