Cerita Tentang Garis Dua

Ini garis dua keempat bagi saya. Alhamdulillah.😀

Ketika kita memasrahkan keinginan kita padaNya maka ketika itu juga Alloh memberikan yang kita butuhkan..

Setidaknya itu yang sedang saya rasakan saat ini. Garis dua keempat saya terjadi setelah saya melepas IUD 6 bulan yang lalu. Bagi saya ini di luar keinginan saya, terlalu lama, melihat jarak garis dua ketiga saya terjadi hanya 1 bulan dari pelepasan IUD, tentu pikir saya inginnya seperti yang lalu juga. *smile*

Cerita garis dua pertama. Hari pertama haid terakhir (HPHT) saya tanggal 6 Maret 2004. Usia pernikahan saya memasuki 6 bulan, dan saya belum hamil juga. Galau? pastinya😀 . Akhirnya, suami dan saya memutuskan untuk ‘duduk bareng’, membicarakan tentang keinginan punya anak. Intinya, kita saling memantapkan hati kalau punya anak itu ga sekedar pengen atau ingin aja. Ada banyak hal yang harus disiapkan oleh pasangan yang sudah menikah untuk dipilihNya agar bisa diberikan amanahNya. Saling memperbaiki diri dan selanjutnya memasrahkan keinginan kita padaNya. Karena gimanapun juga Alloh Yang Maha Tahu kesiapan kita sudah sejauh apa, sudah sepantas apa. Setelah ‘duduk bareng’ selesai, hati lebih plong rasanya, lebih ringan.kalau memang sudah pantas punya anak *menurut Alloh* nanti juga di kasih. Sekarang nikmatin dulu masa-masa berdua suami *smile*. 6 April 2004 berlalu dan saya belum ada tanda-tanda akan haid. Tanggal 11 April 2004 saya dan suami ke dr.spog, dapet dokter spog yang orangnya ‘santai’ banged, dia ga mau ‘ngapa-ngapain’ kita klo usia pernikahan belum 1 tahun, jadilah tiap dateng ke dia, ditanyain mulu “ngapain sik ke sini mulu..”😀

“ngapain nih ke sini..” katanya😀

“ini dok, saya belum dapet juga tanggal 6 kemarin harusnya..”

“udah test belum..” tanyanya

“belum..” jawab saya :p

*sambil USG perut* saya lihat sik bentuk kantongnya, cuma waktu itu saya kan ga ngerti, daaan dokternya juga kaga bilang apa-apa😀 cuma bilang

“yah udah klo sampai akhir minggu ga dapet juga, test aja yaaa..” ih kyanya dia emang bikin kita deg-degan nunggu gitu deh😀

Daaan tanggal 16 April 2004 garis dua pertama terjadi. Ini hadiah banged buat kita, karena hari lahir suami tanggal 15 April dan saya 19 April. Alhamdulillah, Alloh memberikan yang kita butuhkan.

Cerita garis dua kedua. HPHT saya tanggal 24 November 2005. Saat itu saya sedang mempraktekkan apa yang saya dapat pas ikut seminar dr.Boyke. Saya kita pengen anak kedua-nya laki-laki, maka di praktekin deh tuh, seperti yang sudah pernah saya bahas sebelumnya di sini. ‘kunci’ pasrah tetap dipakai karena gimanapun Alloh yang menentukan semuanya. 24 Desember 2005 berlalu dan saya belum ada tanda-tanda akan haid juga. seperti cerita garis dua pertama yang terjadi di minggu ke 6 setelah HPHT, saya ga sanggup untuk nunggu seminggu lagi😀 akhirnya garis dua kedua terjadi di tanggal 5 Januari 2006. Alhamdulillah, Alloh memberikan yang kita butuhkan.

Cerita garis dua ketiga. Dari kelahiran kedua kemarin, dr.spog saya udah wanti-wanti banged buat jaga jarak, karena saya sudah 2x operasi. Akhirnya saya pakai IUD setelah melahirkan yang kedua. Jarak dua tahun, pesannya. Akhir Juni 2008 saya ketemu dr.spog di suatu acara, langsung nanya dunk yaaa😀

“dok, udah boleh lepas belum…” tanya saya

“emang berapa umur Hasan sekarang..” tanyanya balik

“1 tahun 9 bulan, dok..” jawab saya

“oh ya udah, lepas aja, bulan depan yaa, pas haid..” katanya.

*saya berbunga-bunga*😀

HPHT saya 19 Juli 2008, saya lepas IUD 23 Juli 2008. Banyak denger dari orang, katanya klo abis pakai IUD mau hamil lagi suka lama. Di samping itu, saat itu keluarga kami sedang di puncak masalah berat. Saya juga masih menimbang, melihat apakah saya ‘pantas’ untuk punya anak lagi karena saya sedang dalam masa adaptasi hidup tanpa bantuan siapapun dalam menjaga 2 anak saya. Jadi, bener-bener yang memasrahkan segala urusan sama Alloh. Kalau nurut Alloh kita siap punya anak lagi, pasti dikasih, tapi kalau ternyata belum siap, diperbaiki lagi *smile* . 19 Agustus 2008 berlalu dan saya belum ada tanda-tanda akan haid juga. Jujur, ini antara percaya dan ga percaya. Ga percaya karena masa sik Alloh secepat ini mengabulkannya *amazing* Percaya karena saya memang ga menunjukkan akan haid. Tanggal 24 Agustus 2008 akhirnya garis dua ketiga terjadi. Alloh Maha Kuasa. Alhamdulillah, Alloh memberikan yang kita butuhkan.

Cerita garis dua keempat. Dari kelahiran ketiga, dr.spog saya semakin wanti-wanti untuk menjaga jarak, karena saya sudah 3x operasi. Dan saya memutuskan untuk memakai IUD lagi setelah melahirkan yang ketiga. Sama seperti yang lalu pesannya, jarak 2 tahun. Dasar ga sabar😀 *nyoba kya pas Hasan ke Husain kemarin* dateng ke dr.spog di rumah sakit akhir Desember 2010 atau awal Januari 2011 gitu *lupa sayah*

“hee, ngapain ke sini..” katanya

“pengen lepas dok, boleh..” tanya saya😀

“berapa umur Husain..” tanyanya balik

“1 tahun 10 bulan..” jawab saya

“mmh, ntar aja yaaa, pas 2 thn aja, biar lamaan dikit..” katanya

“oo gitu yaa dok..”

*sedih*

April 2011, Husain 2 tahun, karena ada rencana bpergian dengan pesawat di Juli pertengahan, jadilah saya mundurin jadwal melepas IUD. Juli 2011 saya lepas IUD. Daaan menanti kapan tanda-tanda tidak akan haid datang.

HPHT saya 27 Desember 2011. Ini masuk bulan kelima saya menanti. Penantian berujung pemasrahan padaNya. Kembali manata hati, memantapkan hati, memperbaiki diri. Kalau semuanya Alloh Yang Maha Kuasa. 24 Januari 2012 berlalu dan saya belum ada tanda-tanda akan haid juga. sangat bersemangat akhirnya 26 Januari 2012 garis dua keempat terjadi, masih sangat merah jambu sekali garis yang satunya.

Seketika saya yang benar-benar merasakan

Ketika kita memasrahkan keinginan kita padaNya maka ketika itu juga Alloh memberikan yang kita butuhkan..

1 Febuari 2012, saya ke dr.spog di rumah sakit..

“naaah..kenapa niy..” tanyanya, sambil melihat berkas “hamil yaa, keempat..”

“iyaa dok..” *smile*

“masih kecil niy..” katanya sambil USG “coba yaa kita lihat..yaaa itu sudah kelihatan kantungnya..klo ga kliatan kita ulangin lagi 2 minggu lagi..tapi ini udah kelihatan..okeh deeh..” katanya “kesini 4 minggu lagi yaa” lanjutnya

“truzz dok, ada pantangan ga niy saya hamil keempat, resikonya apa aja..” tanya saya

“yang jelas resikonya makin tinggi, ga usah yang operasi, melahirkan normal keempat juga resiko tinggi..” jelasnya

“kya apa dok, resikonya..” tanya saya lagi

“seperti pendaharan..pas hamil sik baik-baik aja sebenernya, biasanya ketika persalinan itu yang beresiko..”jelasnya lagi

Bukan dr.spog saya namanya klo ga menceritakan suatu ‘semangat’ untuk pasiennya (baca: saya)

“kemarin saya ada pasien, pakai IUD trus hamil keempat coba..karena ga ada masalah yaa ga saya iket..” ceritanya *smile*

“jadi dia bisa hamil lagi kelima, dok..” tanya saya penuh selidik, dokter senyum ajeee

“eh klo dia mau lagi doook..”😀

Semoga kahamilan keempat saya baik-baik saja, sampai pada kelahiran yang selamat untuk saya dan dede bayi. Aamiin

*mohon doa-nya teman-teman sekalian*

8 thoughts on “Cerita Tentang Garis Dua

  1. Dinniw says:

    gara-gara di twit jadi inget udah lama ga blogwalking kesini. ih baru tau mba, selamat yaa…subhanallah ya. trus aku lsg open new tab buat link how to make baby B hihi. Insya Alloh taun ini direncanakan yg kedua, hedeh masih jauh perjalanan menuju spt mba Ingga. sehat2 terus yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s