I’tikaf : Dream Come True..

Setiap Ramadhan selalu punya mimpi bisa I’tikaf sama keluarga, suami n krucil-krucil..but *sigh* rasanya mimpi itu masih jauh *karena mikirnya I’tikaf tuh harus anak udah besar-besar, jadi ga repot-repot amet gitu😀 *

Tapi, siapa bilang..it’s just in my mind aja toh, coba keluar sedikit dari ‘kotak’ sempit itu daaaaaaaaaan there’s something different n so fun!!

Alhamdulillah dengan izin Alloh, semua dimudahkan. Menjelang 10 malam terakhir pas berakhirnya menstruasi saya, karena sudah bye-bye IUD, jadwal H saya bulan ini lebih cepat, tapi petanda program anak ke empat belum berhasil #eh . Suami juga sudah mulai cuti 1 minggu sebelum lebaran. Tadinya yang mau I’tikaf hanya suami dan Hasan saja, secara saya juga masih belum PD dan koq repot bener sik I’tikaf bawa anak-anak gini..*emakgamaurepot*😀 dan lainnya mengalir begitu saja. Intinya,dalam tiap keinginan baik yang begitu kuat selalu ada kemudahan yang diberikanNya *tsaaaaa bahasa gw*

I’tikaf selama 8 malam saja, dimana selama 4 malam terakhir, kami sekeluarga benar-benar berdiam diri di masjid (baca: ga balik-balik ke rumah lagi). ini pengalaman pertama keluarga kecil kami dan begitu ‘menggoda’😀 berharap kami bisa bertemu kembali di bulan Ramadhan tahun depan dan dimudahkan kembali untuk melakukan ibadah ini.

Pengertian I’tikafDitinjau dari segi bahasa I’tikaf bermakna berdiam di suatu tempat untuk melakukan sesuatu pekerjaan, yang baik maupun yang buruk dan tetap dalam keadaan demikian. Adapun pengertian I’tikaf menurut istilah adalah berdiam di masjid dalam rangka ibadah dari orang yang tertentu, dengan sifat atau cara yang tertentu dan pada waktu yang tertentu.

Keutamaan I’tikaf

  1. I’tikaf merupakan wasilah (cara) yang digunakan oleh Nabi untuk mendapatkan malam Lailatul Qadr. “carilah Lailatul Qadr pada 10 malam terakhir, jika salah seorang diantara kalian tidak mampu atau lemah, hendaklah dia tidak ketinggalan untuk mengejar 7 malam yang tersisa” HR.Bukhari IV/22.
  2. Orang yang melakukan I’tikaf akan dengan mudah mendirikan sholat fardhu secara kontinu dan berjamaah bahkan dengan I’tikaf seseorang selalu beruntung atau paling tidak berpeluang besar mendapatkan shaf pertama pada sholat berjamaah.
  3. I’tikaf juga membiasakan jiwa untuk senang berlama-lama tinggal di masjid, dan menjadikan hatinya terpaut pada masjid.
  4. I’tikaf akan menjaga puasa seseorang dari perbuatan-perbuatan dosa. Dia juga merupakan sarana untuk menjaga mata dan telinga dari hal-hal yang diharamkan.
  5. Dengan I’tikaf membiasakan hidup sederhana, zuhud dan tidak tamak terhadap dunia yang sering membuat kebanyakan manusia tenggelam dalam kenikmatannya.

Waktu I’tikaf

I’tikaf boleh dikerjakan kapan saja, namun lebih ditekankan pada bulan Ramadhan, karena itulah yang sering dilakukan oleh Rasulullah. Dan lebih utama dikerjakan pada 10 akhir Ramadhan untuk mendapatkan Lailatul Qadr.

I’tikaf yang wajib harus dikerjakan sesuai jumlah yang hari yang telah dinazarkan, sedangkan I’tikaf yang sunnah tidak ada batasan maksimalnya.

Jumhur ulama berpendapat bahwa orang yang memulai I’tikaf hendaknya memasuki masjid sebelum matahari tenggelam. Pendapat kedua mengatakan, bahwa I’tikaf baru dimulai sesudah shalat shubuh.

Syarat-syarat I’tikaf

  1. Muslim
  2. Mumayyiz (sudah mampu membedakan yang baik dan buruk)
  3. Berakal
  4. Suci dari janabat, haidh, serta nifas

Rukun-rukun I’tikaf

  1. Niat, karena tidak sah suatu amalan melainkan dengan niat.
  2. Tempatnya harus di masjid

Hal-hal yang membatalkan I’tikaf

  1. Jima’ (bersetubuh/bersenggama)
  2. Murtad
  3. Hilang akal
  4. Haidh dan nifas
  5. Keluar dari masjid tanpa hajat yang dibolehkan, walaupun hanya sebentar.

Adab-adab I’tikaf

  1. Memperbanyak ibadah-ibadah sunnah yang mendekatkan dirinya kepada Alloh
  2. Membuat bilik-bilik di masjid untuk digunakan berkhalwat sebagaimana yang dilakukan Nabi
  3. Meninggalkan perdebatan dan pertengkaran walaupun dia berada di pihak yang benar
  4. Menghindari dari mengumpat, berghibah, dan berkata-kata yang kotor
  5. Dan secara umum seluruh perbuatan dan perkataan yang tidak bermanfaat hendaknya ditinggalkan, karena semua hal itu akan mengurangi pahala I’tikaf

Kenangan I’tikaf Ramadhan 1432H

*Husain sakit-masup angin kyanya, batuk juga muntah gitu, secara tempat kita tidur tuh deket bener dengan angin cepoi-cepoinya *ga papa yaa nak, kamu harus kuat* .

*Hasan begitu bersemangat untuk I’tikaf, jadi klo pas paginya kita pulang ke rumah, sorenya dia sudah menanti-nanti kapan kita akan segera berangkat.

*Nadia sedikit merasa bosan karena tidak ada permainan *mmhh next I’tikaf musti bener dipersiapkan niy, PR!!*

*Ketemu dokter favorit saya dengan keluarganya, dr.spog #eaaa..terjawab sudah kenapa dokter favorit ini mang suka cuti lebih cepat ketika Ramadhan *makin tambah suka dengan dokter yang satu ini*.

*Ramainya suasana I’tikaf setiap malam ganjil #eaaa..

*daaaan yang paling menambah kekhusukkan ibadah I’tikaf kami adalah ketika air masjid mati😀

Dan Ramadhan berlalu😥 semoga umur-ku bisa bertemu kembali di Ramadhan berikutnya..Amiin

3 thoughts on “I’tikaf : Dream Come True..

    • umnad says:

      iyaaa buu..udah mudik😀 … iya tuh, rame bgt, kerasa bgt scara tempat basecamp-nya pasa tempat lalu lalangnya orang bgt hehehe..dan Alhamdulillah bersamaan dengan lancarnya air yg mengalir..:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s