Talk Bout Breastfeeding And Weaning..

This week is World Breastfeeding Week!!

Seperti logo-nya disamping ini, tema perayaan pekan ASI sedunia tahun ini, yaitu Talk to me! Breastfeeding – a 3D Experience.

Sudah lama ingin cerita tentang menyusui dan menyapih ini, hanya saja saya menunggu waktu pas-nya yaitu ketika saya ‘sukses’ menyapih anak ketiga saya, Husain😀

Sejak hamil anak pertama yang dinanti setelah 6 bulan menikah, saya sudah bertekad untuk memberikan ASI(Air Susu Ibu) untuk anak-anak saya kelak. Saat itu, tahun 2004, saya hanya tahu tentang ASI eksklusif adalah ASI saja untuk sang bayi hingga umurnya 6 bulan, hanya ASI tidak ada lain meski air putih sekalipun, yang kemudian ASI dilanjutkan hingga 2 tahun yang didampingi dengan MPASI (Makanan Pendamping ASI).

Nadia

Lahir 10 Desember 2004, melalui operasi, saya sudah bilang ke suami saya untuk langsung memberikan ASI padanya setelah saya melahirkannya nanti. Melahirkan secara operasi adalah sangat di luar dari rencana saya, namun bersyukur saya dapat segera menyusui Nadia. Setelah keluar dari ruang operasi, setelah kaki dapat sedikit digerakkan dan masuk ke kamar perawatan, Nadia, bayi mungilku-pun segera diantarkan untuk mendapatkan ASI pertamanya😀 . Namun, perjalanan masih panjang dunk yaaa😀 . There’s a lot drama dalam menyusui anak pertama. Ini pertama kalinya daaan saya anggap wajar saja. Puting lecet karena salah posisi menyusui. Tidak hanya lecet, luka, berdarah hingga bernanah pun di lalui. Tetapi meski begitu keinginan yang kuat untuk tetap memberikan ASI eksklusif di 6 bulan pertamanya dapat mengalahkan segala rasa itu. Waktu itu saya belum mengetahui segala macam tentang supporting group dalam hal menyusui, sehingga saya melalui sagala rasa itu dengan ‘menikmati’nya. Bersyukur saya memiliki orang-orang terdekat yang senantiasa mendukung apa yang saya pilih.

Bersyukur, Nadia bisa mendapatkan ASI eksklusifnya. Yang kemudian dilanjutkan dengan MPASInya. Pada usia-nya 8 bulan, saya sakit demam berdarah hingga tdak dapat memberikan ASI untuk sementara hingga akhirnya Nadia diberikan susu formula. Sepulang dari rumah sakit, saya pun kembali memberikan ASI padanya.

Tepat usianya 1 tahun, saya positif hamil, dan harus bedrest selama 2 bulan karena flek, saat itu dr.spog juga menyarankan untuk tidak memberikan ASI dulu lagi pada Nadia karena dapat memicu kontraksi. Namun setelah 2 bulan berlalu dan usia kandungan sudah memasuki bulan ke-4 saya pun kembali menyusuinya. Hingga akhirnya Nadia berhenti sendiri tepat 2 minggu sebelum adiknya , Hasan lahir.

Sehingga saya tidak merasakan kesulitan yang berarti dalam proses menyapih Nadia. Meski sedih juga sik, karena saya ga bisa memberikan ASI hingga umurnya 2 tahun..😥

Hasan

Lahir 3 September 2006, melalui operasi jugak. Saya menerapkan hal yang sama seperti kelahiran pertama saya. Meski yang kali ini jarak antara melahirkan dan menyusui-nya bisa dibilang cukup lama karena saya yang tidak bangun-bangun selepas dari kamar operasi. Hal ini dikarenakan kelelahan saya. Sebelumnya kelahiran kedua ini mau secara normal, tetapi karena ada riwayat operasi di kelahiran sebelumnya, jadi kontraksi yang ada di lakukan secara normal. Saya melewati kontraksi yang lumayan uhuyyy selama 1 hari, tidur tak bisa karena penuh gejolak😀 .. pembukaan stuck di pembukaan 4, namun suster mengatakan padahal kontraksinya kuat sekali tapi pembukaan ga naik-naik..ditunggu setengah hari ga ada perubahan, tetap di pembukaan 4, khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan karena kontraksinya yang kuat sekali namun pembukaan tidak berubah akhirnya dr.spog memutuskan untuk segera di operasi kembali. Inilah yang mengakibatkan saya ga bangun-bangun..lahir jam 5 pagi, saya baru bangun/sadar jam 10 pagi. *sigh*

Alhamdulillah, menyusui anak kedua jauh lebih mudah secara jaraknya juga ga lama jadi kya estafet gitu yaaa😀 . Segala macam rasa merana itu benar-benar terlewati dalam arti tidak mengalaminya lagi. Jadi pertama itu memang sejuta rasanya selanjutnya terserah aja😀 .

Hasan dapat saya susui selama 2 tahun, dengan proses menyapihnya selama 2 bulan. Itu-pun juga karena saya hamil anak ketiga ketika Hasan berumur 1 tahun 10 bulan. Dr.spog sudah sangat menyarankan untuk segera menyapihnya. Sedikit kesulitan, karena saya belum tahu tentang ‘weaning with love’ jadi saya menyapihnya dengan bantuan balsem -_-‘ , berhasil cepat namun hingga sekarang dia-pun selalu mengingatnya ASI ummi pedasss *sigh*

Husain

Lahir 7 April 2009, melalui operasi lagi pastinya. Saya kembali menerapkan hal yang sama seperti kelahiran pertama dan kedua. Karena sudah tahu akan di operasi jadi saya mempersiapkan dengan istirahat yang cukup pada malam harinya, sehingga saya ga mau kejadian seperti Hasan terulang lagi. Kelahiran ketiga ini bisa dibilang saya jauh lebih banyak mendapatkan informasi tentang ASI, terutama IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Tapi sayang, saya kesulitan menerapkan ini, sang bayi mungil ini langsung menyusu juga dari saya tetapi suster yang mengarahkannya karena saya sedang dalam kondisi dijahit kembali. Meski belakangan saya pernah dapat informasi jika IMD bisa dilakukan juga meski ibu melahirkan secara operasi. *oya, kita coba nanti di anak ke empat😀 *

Seperti Hasan, menyusui Husain tidak mengalami kesulitan yang berarti. Kesulitan terjadi pada proses menyapihnya. Meski saya sudah menerapkan hypnoparenting jauh hari dari usianya yang akan menginjak 2 tahun. Pada saatnya malah dia seperti-nya antipasti dengan kata 2 tahun -_-‘ jadi setiap dengar kata 2 tahun, dia pasti akan nangis dan teriak-teriak gitu *sigh*. Selain hypnoparenting, saya pun mencoba dengan cara ‘weaning with love’ jika minta di kasih, jika tidak minta yaa jangan di kasih etapi koq dia minta teruuuz so beberapa kali saya melakukan cara primitive😀 dengan aromaterapi, hansaplast, dsb buuut ga ada yang berhasil *sigh* sampai tahap putus asa, ya udah deh tserah dirimu saja nak, kapan mau berhentinya!! *edisiemakputusasa* atau sampai tahap tega, niy anak gw masukkin sekolah juga aja deh yang full day biar ga usah deket-deket gw dulu!! *edisiemaktega*😀

Eehh akhirnya, berhasil juga ketika beberapa hari sebelum acara keluarga kami yang sudah di rancang dari 1 tahun yang lalu terlaksana. Memang saya dan suami suka bilang “siapa yang mau ikut jalan-jalan ummi-abi, nenennya berhenti, nenennya stop” daaaaann rasanya hypoparenting ini yang berhasil😀 . Sekarang Husain sudah berhasil disapih meski sesekali minta jugak, tapi yaa ga di kasih lah. Sukses menyapih di umur 2 tahun 3 bulan.

Menyusui memang bukan suatu hal yang mudah untuk di lakukan. Dukungan orang sekitar sangat berpengaruh, terutama dukungan dari suami. Begitu juga dengan proses menyapih, butuh kerjasama yang ok antara ibu dan ayah.

ASI begitu penting, begitu pula dengan komunikASI antara ibu dan ayah untuk buah hati mereka.

Happy Breastfeeding, Moms!!😀

2 thoughts on “Talk Bout Breastfeeding And Weaning..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s