Bahagia

Sosok itu berjalan lunglai. Delapan tahun yang lalu. Riani, sahabat wanitanya akan segera menikah. Bukan karena tak rela sahabatnya menikah, namun ia tahu, keadaan akan sangat berbeda dan tak sama lagi.

Kini, delapan tahun berlalu. Lunglainya ntah ada dimana. Senyumnya selalu mengembang. Ia tahu Riani telah bahagia dengan suami dan anak-anaknya. Begitupun dirinya, istri dan anak-anaknya membuat hidupnya menjadi sangat indah.

5 thoughts on “Bahagia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s