Waktunya Jual-Beli :)

Yup..di sekolah Nadia, tiap hari Selasa ada namanya KFC (K*ya*’s Food Court). Dimana tiap hari ini, anak-anak dilarang untuk membawa makanan dari rumah. Sesuai jadwal (yang sudah dijadwalkan oleh pihak sekolah), beberapa anak yang terdiri dari kelas 1 hingga kelas 3 (karena baru ada sampai kelas 3 sekolahnya, mak๐Ÿ˜€ ) ditugaskan untuk membawa barang jualan berupa makanan atau minuman, boleh apa aja yang penting sehat bergizi (no mie, no candy, no chiki,etc). lalu teman-teman lainnya membeli. Teserah, kelas 1 boleh beli jualan kelas 3 atau kelas 2, begitu juga sebaliknya, sesuka anak-anaknya. >>weitss, belanja berapa banyak mereka<< hihi weits tentu saja sudah diberikan batasan dari pihak sekolah, jika tiap anak hanya membawa uang Rp 5.000,- saja๐Ÿ˜€ .

Program dari sekolah ini, seakan menjawab ‘kekhawatiran’ saya๐Ÿ˜€ . Jujur, saya masih membawakan bekal untuk Nadia ke sekolah. Dan waktu memilih sekolah, hal yang jadi pertimbangan adalah orang-orang yang berjualan. Alhamdulillah, di sekolah Nadia tidak ada orang yang bebas berjualan seperti hal-nya SD (sekolah dasar) saya dulu. Membayangkan anak bebas ‘jajan’ rasanya menakutkan sekali *emaklebaykebanyakannontontvinvestigasi*. Dan ternyata pihak sekolah-pun senada seirama dengan keinginan saya tentang orang-orang yang berjualan ini. *legaaa*๐Ÿ˜€

Dari program ini, IMHO, anak diajarkan untuk bisa membeli dan menjual. Setidaknya sedari kecil mereka ditumbuhkan jiwa berdagangnya wirausahanya untuk menghidupi mereka kelak. Amiiiiin. Dalam membeli, pilihan-pilihan sang penjual pasti banyak dunk yaaa, jiwa anak pasti pengenn smuanya, namun apa daya mereka hanya diberi uang Rp 5.000,- sehingga mereka memilih yang paling ingin di beli dari semua yang pengin di beli๐Ÿ˜€ . so difficult, right. Dalam menjual, namanya jualan pasti ada barang laku ada barang yang tidak laku. Menumbuhkan kebesaran jiwa anak untuk menerimanya dengan lapang. Mereka juga bisa sambil belajar berhitung. I think it’s so nice program.

Nadia baru lima empat kali jualan (yang satu, tidak jadi karena Nadia sakit). Dari empat kali jualan ini, tentunya kejadiannya berubah-ubah, namanya juga belajar. Oiyaaaa jualan andalan Nadia adalah pop corn buatan Abi-nya tercintah!! Umminya tukang bungkusin aja dah๐Ÿ˜€ *emakmacamapapula*. Kali pertama jualan popcorn dan susu yang di hargai kalau tidak salah ingat @Rp 1.500,-. Dijelasin dunk ma abi-nya.

“Na..ini kembalian Rp 500,- yaaa klo ada yang kasih Rp 2.000,- kembaliannya Rp 500,-” kata Abi.

“he eh..”jawab Nadia.

Daaaaannn pulang sekolah..

“Mi..uangnya kurang banyak. Maaf yaaa Mi, aku salah kasih kembalian..”ucapnya

“oo gitu..”lanjut saya

“iyaa Mi,tiap ada temen yang beli aku kasih Rp 500,-” lanjutnya lagi..

“truzzz klo ada temen yang kasih Rp 1.000,- kamu kasih juga..”selidik saya, seakan tahu arah pembicaraan ini kmana๐Ÿ˜€

“mmmhh, iyaaa Mi, maaaff yaaa..”ucapnya penuh penyesalan

*nyengiiirrr* ”๐Ÿ˜€ gpp sayang, kan Nadia baru pertama kali ini jualan. Belajar kan yaaa” *sms sang pembuat popcorn-Abi*๐Ÿ˜€

Kali kedua jualan, pembuat popcorn sedang tak enak badan๐Ÿ˜€ , jadi bekal yang seharusnya buat ke skolah di buat untuk jualan. Dijelaskan kembali tentang kembalian. Daaaaan pulang sekolah,

“Miiii, jualan-ku ga’ laku..ga ada yang beli..”katanya seperti kesal.

“ooo gitu, tapi koq ini tinggal segini jualannya..”selidik saya๐Ÿ˜€

*nyengir* “iya Mi, aku bagiin teman-teman..” katanya

“kasian, Mi mereka pada masih lapar, cuma uangnya udah pada habis..”lanjutnya

*nyengir* “baikk banget anak ummi..”speechless gw kaga’ tau mo komentar apa..*sms abi-nya*๐Ÿ˜€

Kali ketiga jualan, pembuat popcorn kembali beraksi dunk yaaa. Daaaaan pulang sekolah,

“Miiii, jualan-ku habis popcorn-nya, susu-nya tinggal 3..tapi uangnya kurang Mi..”ucapnya

“ooo gitu..”kata saya

“iya, Mi..karena tadi temen-ku beli tapi uangnya Cuma Rp 1.000,-“lanjutnya

“kasian, Mi..jadi aku kasih aja..gpp kan Mi..temen-temen pada suka banget loh popcorn buatan Abi..”lanjutnya lagi *abi-nya kembang kempis niy klo tau*

Saya Cuma *nyengiirr* lageeee. Klo penjual penuh kasian gini, gemana ceritanya, Na *ungkapdalamhati*๐Ÿ˜€

Kali keempat (hari ini) jualan, pembuat popcorn kembali beraksi lagi dunk ah๐Ÿ˜€ . Daaaaan pulang sekolah,

“Mi, jualan-ku habiiiisss smua, pop corn dan susunya..”katanya semangat

“Alhamdulillah..”kata saya, sambil menghitung ‘penjualan’ hari ini, PAS!! smua.

Goooddd job, Naโ€ฆ*terharu*๐Ÿ˜€

8 thoughts on “Waktunya Jual-Beli :)

  1. Estika Badry says:

    Bagus banget idenya.
    โ€œkasian, Mi..jadi aku kasih aja..gpp kan Mi..temen-temen pada suka banget loh popcorn buatan Abi..โ€lanjutnya lagi *abi-nya kembang kempis niy klo tau*
    hihihi penjualnya baik hati banget๐Ÿ˜€ tapi bs tekor klo terus2an kasihan he…
    Alhamd d akhir2nya tjual semua, Laris terus ya…

    • umnad says:

      iya bgt..udah jatuh cinta bener ma sekolah ini, etapi hrs pindah karena qt pindah rumah..T_T n mesti hunting sekolah lagi..btw bekasi-nya daerah mana mbaa๐Ÿ™‚ salam kenal kembali..boleeeh, tq yaa

  2. mauna says:

    Bagus banget bund, idenya.
    Banyak manfaat pastinya.
    Mengajari anak berniaga
    mengajari anak tertib dan disiplin
    membiasakan pada anak untuk memilih yang baik… .
    good good

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s