Cinta Ayah (2)

Sebelumnya saya pernah menulis Cinta Ayah . Jika bisa dilukiskan cinta ayah seperti bintang, tak selalu bercahaya namun dia selalu ada.

Minggu kemarin, saya membaca majalah Ummi edisi Juni/2009. Tersentuh, hingga akhirnya menuliskan tulisan ini. Ayah adalah sosok lain yang kadang bikin saya terharu selain ibu. Kasih ibu yang sepanjang masa tidak perlu untuk diragukan lagi. Namun, berbeda dengan kasih ayah yang kadang perlu untuk dibuktikan agar tidak perlu untuk diragukan lagi.

Dituliskan, jika sekarang peran ayah dalam keluarga khususnya mengalami pergeseran. Pergeseran yang menjauh dari peran seorang ayah dahulu yang sesungguhnya lebih ideal. Keterlibatan ayah di rumah (di luar urusan ekonomi) kian menipis. Kalau dulu seorang ayah dengan sadar melibatkan diri mereka dalam urusan rumah tangga (mengasuh, mendidik, dan membesarkan anak, membantu tugas kerumah-tanggaan), kini ayah lebih suka bekerja di luar rumah, lalu membawa hasil kerjanya (bersama stresss, marah-marah, capek) ke dalam rumahnya.

[mmhhh Alhamdulillah, bersyukur, suamiku tipe ayah yang sadar mlibatkan dalam urusan rumah tangga seperti yang disebutkan di atas. Aneka pekerjaan rumah kadang diambil alih olehnya *senangnya*. Meski demikian banyak tatapan ‘sinis’ mengarah kemari *baca:diri gw😀 * dari mulai istri tega ampe istri ga’ bertanggungjawab -_-‘ .]

Ibu Elly Risman mengungkapkan “kehadiran ayah itu membuat anak menjadi lebih berarti, menjadi lebih tangguh, mempunyai inisiatif.” Dari ayahlah, si anak belajar memiliki sikap berani dan siap menghadapi resiko. Itu bisa terbaca dari hal sederhana seperti cara ayah bermain dengan anak-anaknya. Permainan seorang ayah lebih bersikap fisik, membuat si anak ‘bekerja’ mengelola kekuatan fisik sekaligus rasa takut dan rasa cemasnya gulat-gulatan, panco-pancoan, tarik-tarikkan, kejar-kejaran. Sementara permainan yang dipraktikkan ibu lebih cenderung bersifat verbal atau dengan menggunakan alat bantu seperti mainan atau boneka.

[yeaaah right banget. Anak-anak klo udah main ma abi-nya weeee serunya banget mereka. Kadang suka malu sendiri klo mo ngeluh capek*simpandalamhatiaja*, niy Abi ga’ ada capeknya kali yaaa, pulang kantor disambut ceria oleh anak-anak, langsung di ajak bermain di iringi dengan berbagai cerita dari mereka dan makan malam. Lari-lari, kejar-kejaran, klitik-klitikkkan hingga waktu tidur malam. Mmhh ternyata banyak gunanya juga ketika ayah bermain dengan anak-anak yang ‘menguras’ tenaga juga emosi mereka😀 . trimakasih Abi, love u more. Jadi inget, dulu Papa juga suka main we called it Buaya-buayaan sama anak-anaknya, n itu mengasyikkan banget keinget ampe sekarang. Mmhh mungkin pengalaman anak-anak saya bermain dengan ayahnya akan teringat terus hingga mereka dewasa yaaa😀 ]

IMHO, ayah adalah partner ibu, ibu adalah partner ayah. Mereka pasangan yang sudah seharusnya saling bahu membahu dalam mencintai dan mendidik anak-anaknya. Kalau saya bisa gambarkan, ga’ ada istilah ini tugas ayah, ini tugas ibu jika menyangkut anak-anak. Mereka ada karena Alloh mengizinkan bertemunya sperma ayah dengan sel telur ibu. Jadi mereka adalah tanggungjawab ayah dan ibu sebagai orangtuanya.

Sebagai pemimpin, ayah memang dituntut lebih. Ia bertanggung jawab atas yang dipimpinnya, istri dan anak-anaknya, juga dirinya sendiri. Karenanya cinta ayah pada anak-anaknya lebih bersifat “fisik” mengajak anak menghadapi dunia luar dengan berani, mengajarkan tentang arti tanggungjawab dan kewajiban. Sedangkan cinta ibu, ‘menghaluskan’ bagian terdalam mereka.

Dengan adanya cinta dari kedua orangtuanya, terutama cinta ayah, semoga anak-anak kita kelak dapat menjadi generasi penerus yang lebih baik, dan lebih baik lagiiii.

So para ayah, sudah apa saja hari ini dengan anak-anak?!😀

4 thoughts on “Cinta Ayah (2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s