Bela Anak..

“Mi, tadi Ummi ketara banget siyy belain Husain..” kata Abi. *critanya, Husain paginya menggigit jempol kakak sepupunya yang lebih muda 7bln darinya ampe berdarah -_-” *

*huff Astaghfirullah* “hehh, masa siy, Ya Alloh, ga’ ada maksud untuk belain siapa-siapa, Bi..” kata saya..

“bener deh, cuma sekedar mencari tahu aja, kira-kira kenapa yaaa..?” lanjut saya, karena sebenarnya saya juga kaget aja ketika Abi bilang seperti itu..

“truzzz kenapa juga klo Ummi belain Husain, salah?!” lanjut saya, koq jadi malah sewottt😀

“yaa ga’ siy, cuma jangan kya gitu aja lagi lain waktu..” jawab suami pelan *istrinyalebihgalak*😀

Jujur, saya sebenarnya, bisa dibilang bukan tipe ibu yang suka membela anak-nya *emaktega*. Saya tipe ibu yang ‘apapun yang terjadi ma anak gw yaaa emang udah digariskanNya’ jadi saya jarang banget yang namanya ‘panik’. Biasanya ‘panik’ terjadi karena orang-orang sekitar yang bikin ikutan ‘panik’. Atau ‘panik’ karena ‘takut’ Abi marah karena anak-nya kenapa-kenapa *istricemen*😀

Suami saya ampe pernah bilang “ternyata Ummi sayang yaaa ma anak-anak…” *heeeee mang gw emak apaan*😀

Setiap ibu memang punya caranya tersendiri. Ibu saya, Mama, tipe ibu yang protektif banget. Ibu yang bela anaknya banget. Cuma, jujur, saya agak ‘ngeri’ dengan sifat-nya yang satu ini😀 , maksud hati pengen curhat, bisa-bisa tuh orang besoknya bakalan disamperin ma blio..duh, menurut saya ini ga’ banget😀 so akhirnya, saya makin ‘terbiasa’ untuk memilah-milih hal-hal apa saja yang akan saya bicarakan dengan blio *cari aman mode on *😀 dan saya ngerti banget itu semua adalah cara blio untuk ngungkapin kasih sayangnya, betapa cinta kasihnya blio pada kami..

Dan setelah jadi ibu, saya berusaha menjadi ibu yang ga’ menyalahkan ‘kodok’ untuk segala sesuatunya pada anak. Misal, anak jatuh dari sepeda atau tersandung batu, nangis, sakit, bukan berarti salah sepeda atau batu kan yang membuat anak jatuh,nangis, sakit, tapi dirinya sendiri, yang terpenting adalah mendengar perasaannya.

Menjadi ibu yang menekankan ‘mengalah ga’ selalu kalah koq’. Meski mungkin ada bertentangan dengan ilmu-ilmu parenting yang ada, yang sering saya baca. But I have my way. Yang terpenting bagi saya, bagaimana membuat mereka menjadi anak-anak yang penuh percaya diri menjadi diri sendiri serta mengetahui hak dan kewajibannya. Misal, mainan anak direbut, atau dipakai tanpa permisi, saya biasanya meminta anak saya untuk melepaskan saja dan mencarikan penggantinya, sambil menjelaskan apa yang kelak mereka harus lakukan. Saya pikir setiap orangtua punya tugas-nya untuk memberikan pengarahan-pendidikan untuk anak-anaknya.

Menjadi ibu yang menekankan ‘apa yang kamu tanam, itu yang akan kamu tuai’. Kalau ga’ mau dipukul yaa jangan memukul. Kalau dipukul, mungkin suatu waktu kamu-pun pernah memukul, jadi sekarang kamu yang dipukul. Kalaupun ternyata anak ga’ pernah ngapa-ngapain koq, tiba-tiba aja dipukul, ya udah sabar, setiap perbuatan ada balasannya koq, nak…

Menjadi ibu yang menekankan ‘perlakuan baik wajib dibalas, perlakuan buruk cukup Alloh yang membalas’.

Meski demikian, namanya anak-anak mereka-pun dalam proses, tidak semuanya berjalan lancar seperti apa yang saya tekankan😀 ego-ego mereka masih mendominasi namun setidaknya melalui kata-kata yang berulang-ulang kelak akan tertanam pada diri mereka.

Dan saya pun selalu belajar menjadi ibu yang baik. I’m not the perfect mommy but I know how much I love them!!

2 thoughts on “Bela Anak..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s