Hasan dan Detail..

Yup, this is my second kid, my first son, Hasan Abdullah Azzam. Setelah sebelumnya ada tulisan tentang kakak n adiknya, now his turn..

Hasan sekarang umurnya 4 tahun 3 bulan. Anaknya rapih, detail, n rempong banget aj gitu. Dia bisa loh, kalau ada sesuatu yang di luar keinginannya, kita harus mengulangnya lagi, dari awal!!. Ufhhh kebayang ga’ siy..misal saya udah masukin baju-bajunya di lemari, padahal dia ingin juga memasukkannya, it means saya harus ngeluarin semua baju yang sudah masukkin di lemari untuk dia memasukkannya sendiri, rempong ga’ seee😀

Dia juga rapih banget, suka banget bantuin saya buat beresin rumah😀..tiba-tiba, salah satu ruangan di rumah udah beres aja gitu, mainan-mainan yang tadi berantakannya kya apa *tharu-mewek* plus di sapu juga ma dia lho..dia juga sudah mengerti jika segala sesuatu harus dikembalikan pada tempatnya, pulang sekolah bisa langsung meletakkan sepatu dan tasnya pada tempatnya tanpa saya harus ngoceh *kagum* Cuma yaa namanya anak-anak, moodnya pun kadang naik kadang turun😀 . Yang jelas kita harus bisa mengapresiasikan setiap usaha yang telah dilakukan.

After all, he is a nice boy *diluar klo lagi nangis yang maunya maunya yaaa😀 * meski sedang nyenyaknya tidur klo dibangunin buat pipis, dia ok-ok aja..bisa langsung syurrr pipis, disiram-dbersihkan, lanjut tidur lagi. atau dibangunkan untuk wudhu dan sholat, dia juga ok-ok aja..

Setiap anak memang berbeda-beda sifat dan perilakunya. Learn a lot from them, everyday.

Sebagai anak laki-laki pertama dalam keluarga kami, suami khususnya agak lebih “keras” dalam mendidiknya. Sebagai laki-laki, kelak ia akan menjadi pemimpin keluarga, dan itu memang sudah harus disiapkan dari sekarang. Seperti kutipan sebuah buku *lupajudul* “tidak ada kata terlalu awal atau terlambat untuk memulai sesuatu yang baik” . misal dalam hal sholat dan membaca iqro’, mengendalikan emosinya, dan lain sebagainya. Meski pada awalnya saya sering bertanya-tanya, apakah ini pantas untuk anak seumurnya, tapi perlahan saya menjadikan semuanya mengalir secara alamiah saja, tidak memaksa tapi juga tidak membiarkan.

So far, so good. Yang perlu dilakukan adalah sering menanyakan apa yang dirasakannya. Menjelaskan segala sesuatunya. Menurut saya, anak-anak tidak bisa hanya sekedar diminta untuk ini dan itu, kita sebagai orang tua-pun harus dapat menjelaskan untuk apa kita meminta ini dan itu padanya, sehingga nantinya mereka-pun dapat berpikir setiap perbuatan pasti akan ada sebab dan akibatnya.

2 thoughts on “Hasan dan Detail..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s