Kata Itu Indah, nak..

Tiap kata yang terucap dari bibir anak-anak, kadang membuat saya tercekat, speechless, atau tak pernah terbayangkan oleh saya jika mereka dapat berkata demikian. Mereka mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran mereka, apa yang mereka rasakan dalam bentuk kata-kata.

Di tengah rutinitas saya, kata-kata mereka seperti siraman segar bagi saya untuk dapat tersenyum atau tertawa ketika mendengarnya. Yang selanjutnya sering saya bagi dengan suami melalui pesan singkat.

Saat ini, saya memang sedang membuat perubahan dalam sikap dan perilaku saya pada anak-anak. Saya sedang menerapkan apa yang saya baca tentang Berbicara Agar Anak Mau Bicara dan Mendnegar Agar Anak Mau Bicara dalam keseharian saya. Di satu sisi saya memang memerlukan tenaga ekstra untuk menjadi lebih kreatif dalam memilih kata-kata, dalam mengatur emosi untuk tidak segera mengambil jalan pintas dengan meluapkan marah saya ketika mereka melakukan sesuatu di luar ketidaksukaan saya, namun di sisi lain saya mendapatkan kelegaan, merasakan beban saya lebih ringan, otot-otot syaraf yang mengendur, hari-hari terasa lebih ringan dan santa dalam menghadapi anak-anak.

Saya tidak tahu apakah mereka merasakan perubahan saya atau tidak. Atau memandang aneh saya dengan perubahan-perubahan yang ada. Sampai ketika anak saya, Nadia berbicara..

“Ummi, Ummi berubah seperti ini karena membaca buku itu yaaa..” (buku tentang Berbicara Agar Anak Mau Bicara dan Mendnegar Agar Anak Mau Bicara)

Saya tercekat, ntah harus menjawab apa, saya”ketahuan”😀. Saya diam saja..

“Ummi, jawab, iyaa yaaa Mi..”

“Iya ada beberapa, Nadia tahu dari mana..?!” *dasaremakpenasarn*

“Ga ada, aku tahu aja..”

“Ummi meningkat kesabarannya..”lanjutnya lagi

Saya speechless.. U ‘re so sweetttt honey..pikiran saya melayang, dari mana ia mendapatkan kata-kata seperti ini, membaca tulisan saya-kah ia..

“Oh Yaaaa. Nadia bisa berbicara seperti itu bagaimana..”Tanya saya

“aku merasaknnya, Mi..aku senang Ummi seperti ini..”jawabnya membuat saya makin specchless dengan kata yang dibuatnya, begitu indah bagi saya, trimakasih nak..

Di lain waktu ketika kemarin saya sedang syok-syok nya melihat pesan saya untuk Nadia di robek dan dibuang olehnya, Hasan dengan lembut berkata..

“Ummi, nanti kalau aku sudah SD atau kalau aku sudah bisa baca, Ummi tulis surat buat aku yaaa, nanti surat dari Ummi aku simpan..”

Hooooo,,rasanya saya mau nangis saat itu juga, ditengah kekesalan saya, ia hadir menyejukkan saya..

“Iyaaa, sayang..”jawab saya dengan senyum..

Kata-kata mereka mungkin sederhana, namun bagi saya sangat indah. Saya belajar banyak sekali dari mereka akan arti mengungkapkan perasaan. Jika kita baik memperlakukan mereka, mereka pun akan berlaku baik.

Jadi kangen Mama..have I said like my daughter said to me…love u Ma..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s