Just Do It!!

Sebagai seorang istri juga ibu, saya adalah seorang manusia yang punya segala banyak rasa yang penuh dengan sensitifitasnya. Saya termasuk orang yang moody sekali. Sehingga terkadang rasa malas suka menghinggap, apalagi jika itu berhubungan dengan segala sesuatu yang tidak disukai oleh saya, butuh waktu untuk dapat menjalaninya.

*saya sedang tidak mengeluh* hanya ingin sekedar berbagi bagaimana saya mengatasi segala ‘kemalasan’ saya akan sesuatu. Awalnya sulit, tapi makin sering saya melaluinya, saya makin merasakan ‘keajaiban’ ini. Sehingga munculnya ide tulisan ini ‘Just Do It!!’ n Everything gonna be done!!

Mencuci piring, sejak jaman kecil saya paling tidak suka dengan pekerjaan yang satu ini. Bagi saya ini terlalu kotor. Sehingga dalam pembagian tugas rumah, pekerjaan ini didelegasikan pada adik perempuan saya. Saya memilih untuk mencuci baju keluarga saja. Namun, dalam perjalanan hidup, kita tidak akan terus menerus menghindar dari sesuatu yang tidak kita sukai. Sehingga ketika sudah menjadi istri dan ibu SAHM (Stay At Home Mother) mau ga’ mau, suka ga’ suka, senang ga’ senang, mual ga’ mual, I have to face this situation. Tiap mata melihat piring-piring, gelas-gelas, dsb yang sudah menumpuk, lemas rasanya, menyadari jika saya yang harus melakukan ‘pembersihan’ itu. Ini terjadi everyday, every I saw it. *tserah orang mo bilang le to the bay🙂 * but I feel it everyday. I don’t like this job but I don’t want to delegate this job to anyone. *rem to the pong kan gw*

Memasak, saya pun tak suka dengan pekerjaan ini. *mohon dibedakan dengan tidak bisa dengan tidak suka* tidak bisa masak maka kita bisa belajar, namun jika ini tidak suka masak maka kita harus punya keinginan dari dalam untuk mencoba menyukainya. Dan ini butuh ‘tenaga’ bagi saya untuk mencoba menyukainya pekerjaan ini. Bagi saya, persiapan memasak dan sesudahnya yang sungguh merepotkan *saya orangnya ga’ suka ri to the bet* Meski saya tahu, banyak hal yang bisa kita dapat dengan sesuatu yang bernama ‘memasak’, bagi saya begitu banyak filosofi yang terkandung dalam ‘memasak’ itu. Hanya hal itu belum dapat membuat saya dapat menyukainya.

Namun, dalam perjalanan ini. Setidaknya dalam 2,5t ahun ini setelah ‘kemandirian’ keluarga kami. Saya dapat merasakan keajaiban dengan JUST DO IT!! Ketika malas maka lakukan, ketika tak suka maka sukai. Dan ‘ajaib’ semua terselesaikan begitu saja bagi saya.

Mencuci piring, dimulai dengan menerapkan Gerakan Piring Bersih (GPB), apapun bentuk makanannya saya selalu menekankan pada anak-anak juga suami untuk selalu makan dengan bersih tanpa sisa, meski satu nasi pun. Jikapun anak-anak belum bisa ataupun tak sanggup melakukannya maka tugas saya untuk membersihkannya *bukan dibuang di tong sampah yaaa cuy🙂 * usahakan apa yang kita makan harus habis tidak dibuang!! Dan Alhamdulillah suami saya sevisi dengan saya, sehingga saya tidak mengalami kesulitan dalam menerapkan GPB ini. Lalu dilanjutkan dengan menyabuni semua peralatan (piring,gelas,sndok,dsb) yang kotor tersebut, dan mengalir begitu saja hingga selesai pekerjaan ini. Dan saya selalu merasakan keajaiban seperti ini tiap hari. Just Do It!!

Memasak, dimulai dengan melihat anak-anak saya yang sedang masa pertumbuhannya dan suami. Jika bukan karena mereka dengan mengharap ridhoNya, tentu saya akan selalu menghindari pekerjaan ini. Meski memang masakan-masakan saya cenderung yang simple dan tidak merepotkan saya dan terkesan hanya itu-itu saja tentunya. Alhamdulillah suami dan anak-anak sangat mengerti *percaya diri tingkat tinggi tanpa harus bertanya pada mereka😀 *selain itu suami saya juga paling jago bereksperimen dengan masakan🙂 . Dan saya pun selalu merasakan keajaiban ini tiap hari. Just Do It!!

Begitu juga dengan berbagai pekerjaan rumah lainnya. Selain karena memang tidak ada lagi yang dapat mengerjakannya wkwk. Beruntung saya mempunyai suami yang sangat pengertian, sehingga ini semua hanya antara saya dan ego saya saja. Dan semua ‘pertentangan’ ini dapat diselesaikan dengan Jus Do It!!

Alhamdulillah, Terima kasih Alloh, untuk segala ‘keajaiban’ yang saya rasakan setiap hari..

Mungkin saya yang terlalu le to the bay dalam menghadapi ‘peristiwa’ ini. Saya memang bukan superwife atau supermom seperti yang sering digambarkan orang-orang tentang sosok seorang ibu atau istri. Saya hanya istri juga ibu biasa akhir zaman. Yang jelas dan bagi saya yang terpenting adalah saya selalu berusaha dan menginginkan yang terbaik untuk suami dan anak-anak saya, on my way of course🙂 ..

3 thoughts on “Just Do It!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s