Dan Sebulanpun Berlalu..

    Sebulan tanpa asisten pribadi sungguh menyenangkan, –secara kata merepotkan sangat tidak tepat untuk menggambarkan segala rasa yang saya punya.- setidaknya tanpa asisten pribadi ternyata saya pun bisa -meski memang harus sedikit-banyak merepotkan suami tercinta, semoga Alloh membalas segala kebaikanmu yan Cinta..-

    Sebulan tanpa asisten pribadi, bagi saya merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Ntah apa yang membuat saya ingin melakukan semua pekerjaan rumah tangga by myself, rasanya indah dan bahagia sekali jika apa yang saya lakukan untuk suami dan anak-anak saya adalah dari tangan saya sendiri. Namun, karena suami saya begitu mencintai saya J, sehingga selama hampir 5 tahun pernikahan kami, dia tidak pernah mau membuat saya repot-repot dengan semua keinginan saya, “kasihan..”katanya.

    Dan sebulan yang lalu, kami memutuskan untuk hidup tanpa asisten pribadi. Saya pun tersenyum, dan berkata it’s my turn, dengan berbagai rasa yang tak terungkapkan.

    Namun, saya memang bukan super Mom, seperti Mama, ibu saya ataupun Emak, ibu suami, yang bisa melakukan semuanya tanpa terkecuali. Saya masih dalam proses pembelajaran, setidaknya ini kali pertama bagi saya hidup sendiri tanpa bantuan siapapun kecuali suami dan my kidz.

    Hal pertama yang saya lakukan adalah membagi waktu. Sebelum menikah dulu sang sahabat pernah berkata,

“G, Lo tahu ga’ siy, ustadzah A itu ya sibuk banget, dan dia ga’ punya khadimat (baca:asisten) tapi semuanya bisa dia kerjain , sendiri.”

“Caranya..” Tanya saya.

“Dia bangun pagiiii sekali, lalu dia kerjakan semuanya mulai, mencuci, menyapu, mengepel, sampai memasak untuk anak-anaknya. Truz setelah subuh, dia pergi..bla bla” jawabnya.

Hal yang paling saya garis bawahi adalah melakukan semuanya pagiiii sekali. Saya memang tidak bekerja, namun bagi saya ketika kedua anak saya terbangun dan memulai aktifitas mereka yang tiada lelah, saya adalah sepenuhnya milik mereka. Jadi kalau ada pekerjaan yang tidak ingin ditemani mereka, saya lakukan di awal pagi.

Biasanya saya mulai bangun jam 3 pagi, merendam baju, mencuci piring, memasak nasi, dan tidur kembali jika memang bisa. Jika tidak, dikarenakan my kidz sudah terbangun, maka mulailah saya adalah sepenuhnya milik mereka. Apapun yang saya lakukan selalu bersama mereka, biasanya setelah makan pagi, mencuci baju sekalian memandikan mereka. Anak kecil paling senang bermain air, busa, dan sabun. Membangkitkan imajinasi mereka, adalah hal terpenting bagi saya. Membuat segala yang sedang lakukan adalah sebuah pemainan yang menyenangkan bagi mereka adalah prioritas saya. Sehingga saya bisa menjadi sepenuhnya milik mereka.

Biasanya setelah mencuci, mandi, dan menjemur pakaian, mereka lelah dan tertidur. Dan saya pun ikut tertidur J. Jika tidak, kamipun bermain lagi yang lain, meski terkadang saya harus mencuri-curi waktu tidur karena mata ini tak bisa diajak kompromi. Dan mereka pun akan segera membangunkan saya kembali.

“Ummi, jangan tidur dunk.” Kata yang sulung

“eh..eh..” kata yang kecil sambil menarik-narik mata saya. J

Dan saya pun terbangun dan kembali bermain dengan mereka. Hal yang mungkin bisa digantikan oleh asisten saya dulu, sekarang tidak lagi.

Namun, bukan hidup namanya jika datar dan tanpa gejolak. Marah dan letih kadang hadir, sedikit menyeruak yang terkadang merusak suasana. Tapi kembali reda dan suasana pun membaik. Just enjoy it semangat saya.

Kadang kerepotan-kerepotan kecil terjadi. Ketika si sulung BAB si kecil pun ikutan, dan itu terjadi saat makan. Di lain waktu si sulung muntah, dan si kecil pipis celana. Atau keduanya menangis ketika saya harus ke kamar mandi sehingga mereka harus berdiri dan menangis di pintu kamar mandi. Belum lagi si sulung digigit oleh si kecil hingga menangis, atau si kecil dipukul oleh si sulung karena berebut mainan. Dan jika mengingat itu semua, saya bisa tersenyum, namun tidak ketika saat-saat itu terjadi. Ada marah dan kesal tapi saya ingin menikmati ini semua sehingga saya bisa sabar menghadapi semuanya meski tidak selalu. Dan mereka pula, my kidz obat penenang dan penyejuk hati saya. Hingga saya bersyukur bisa melalui ini semua bersama suami dan anak-anak saya.

Mungkin yang paling menderita adalah suami saya J karena sang istri berubah menjadi sangat cerewet sekali, secara saya selalu meminta bantuannya setiap kali.

“Bi, tolong ambilin ini…”

“Bi, tolong ambilin itu..”

“Bi, tolong ini..”

“Bi, tolong itu..”

maafin ummi yaaa Bi, semoga Alloh membalas segala kebaikan Abi-

Dan sebulan pun berlalu. Dengan izinNya, tanpa asisten, hidup lebih berwarna. Saya lebih sabar dalam menghadapi segala sesuatunya, setidaknya ini adalah proses pembelajaran yang sangat berarti dalam hidup saya. Meski saya tidak bisa sehebat atau sesuper Mama dan Emak. Tapi saya ingin melakukan yang terbaik untuk suami dan anak-anak saya. Berusaha menjadi istri yang terbaik untuk suami dan ibu yang terbaik untuk anak-anak saya.

Dan ini semoga menjawab kediaman blog ini untuk beberapa waktu. Ketidaknyaman pembaca yang datang karena selalu tanpa updet J

 

4 thoughts on “Dan Sebulanpun Berlalu..

  1. herrutm says:

    Selamat menjalani tugas mulia sesuai dengan apa yang dituntunkan Agama. Alangkah nikmatnya setiap pekerjaan Anda mengurus rumah, anak dan suami menjadi ibadah, asal dilakukan dengan ikhlas. Semoga lebih banyak para wanita yang kembali ke tugasnya sebagai ibu bagi anak-anaknya. Kasih sayang tak dapat digantikan dengan uang.

  2. ummu yusuf wa yahya says:

    ass
    g’.. lo dmn skrg? gw hub hp lo kok ga bisa? ke no suami lo jg ga bisa.. lo msh di jkt kan? klo lo ud baca pesan gw ini, sgera hub gw y?

  3. Donny Reza says:

    Mbak atau ibu ya?😀
    Pasti tahu kan hadits yang meriwayatkan tentang nasihat Rasulullah kepada Fathimah ketika Fathimah minta untuk diberi khadimat? Saran saya sih…print yang banyak, terus pasang di tempat-tempat ‘kerja’ di dapur, di tempat mencuci…di ruang tengah…:D Jadi, setiap saat diingatkan akan jaminaan Allah untuk istri dan ibu yang bersabar😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s