Catatan Nadia

Kemarin, 19 Januari 2008, first timenya Nadia terima Raport untuk semester pertamanya..niy sekilas catatannya dari gurunya🙂

Nadia datang ke sekolah dengan senyum. (ah Nadia memang selalu tersenyum😛 ) Setelah menyimpan tasnya di loker, dengan penuh semangat Nadia mengikuti kegiatan pagi tanpa diingatkan lagi oleh gurunya. Nadia selalu mengawali kegiatan paginya dengan menggambar di saung jurnal.

Nadia sudah dapat bersosialisasi, baik itu dengan teman-temannya maupun guru-gurunya. Bahkan, Nadia terlihat akrab sekali dengan salah satu anggota keamanan SANI (Sekolah Alam Natur Islam). (aha Nadia, you’re so beautiful) Setiap kali Bapak itu mendapat giliran tugas pagi, Nadia biasanya mendapat hadiah digendong oleh Bapak satpam sampai ke saung.

Nadia sudah menunjukkan sikapnya yang dewasa dan mandiri, misalnya ia senang membantu temannya mengalami kesulitan dengan kata-kata seperti “sini aku ajarin”. (Na, Na, kamu dewasa aja😛 ) Rasa tanggung jawabnya juga sudah muncul. Ia tidak lupa untuk mencuci tangan terlebih dahulu sebelum makan (ya iyalah, maen air gitu loh😛 ) dan setelah selesai segera merapikan kembali tasnya.

Nadia mengikuti pembelajaran dengan antusias. Pada saat guru bertanya atau memberikan instruksi, Nadia tidak mengalami kesulitan untuk fokus pada pelajaran, saat guru bertanya atau saat mendengarkan instruksi guru, ia tidak ragu-ragu untuk memberikan respons.

Alhamdulillah Nadia sudah dapat menyebutkan lambang bilangan dari 1 sampai 5. Nadia bisa memahami dengan cukup baik huruf vokal dan huruf konsonan (S, M, L, dan B). Nadia cukup lancar dalam menghafal surat Al-Fatihah dan An-Naas. Untuk membaca huruf hijaiyah, Nadia cukup baik dalam memahami huruf. orang tua diharapkan untuk dapat membantu Nadia mengulang-ulang kembali di rumah pelajaran agar tidak lupa. Nadia mengikutinya penuh semangat saat mengikuti kegiatan berkebun. Sejak pertama kali ia mencoba naik kuda dan melakukan kegiatan outbound, ia sudah terlihat berani mencoba.

Nadia sampai saat ini belum dapat mengendalikan emosinya ketika keinginannya tidak terpenuhi. Ia pun akan menangis cukup keras. Meski sikap ini normal bagi anak seusianya, orang tua diharapkan untuk banyak melatih Nadia menyelesaikan masalah dengan berbicara bukan dengan menangis. Caranya mungkin biarkan ia menangis dulu baru ketika reda orang tua boleh mengajak berbicara. Katakan “apakah dengan menangis, Nadia bisa mendapatkan yang dikehendaki?” atau “kira-kira Ummi tahu tidak masalah Nadia?” atau bisa juga “apakah dengan menangis masalah Nadia selesai?” (atau anda mau menambahkan untuk solusi ini😛 )

Ami, Ati..doain Nadia yaaa selalu menjadi anak yang shalihah, menjadi penyejuk mata dan hati kedua orang tuanya..

3 thoughts on “Catatan Nadia

  1. ErAngga says:

    selamat ya kak nadia dah pinter & rajin sekolah. zidan juga kalau keinginannya tidak dipenuhi nangisnya kenceng :(( makasih tipsnya ummi, ntar kalau zidan nangis dicoba …

  2. -ingga- says:

    #ErAngga : yaaa namanya juga anak kecil, salah satu bentuk komunikasinya yaa dengan menangis, tapi karena sudah bisa bicara yaaa di “ajarin” untuk mengungkapkan keinginannya..selamat mencoba, D’ Zidan jgn nangis lagi yaaa🙂

  3. Uka says:

    Assalamualaikum.. ummi nadia
    kangen nih.. sama nadia, kemana aja lama gak keliatan di sekolah?
    temennya nanyain lo..kapan ke sekolah lagi?
    gemeeeeeeeeeessssss…..banget klo liat nadia..pingin nyubit pipinya he..he..he..
    sehat selalu deh buat nadia..
    oh…iya Pak Hasan skg gak gendong2 lagi deh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s