Poligami

just share, it is thinking in my mind..

Saya termasuk orang yang senang dengan buku karya Pak Chayadi Takariawan, dan saya sedikit terusik ketika buku baru karya beliau yang berjudul “Bahagiakan Diri dengan Satu Istri” mendapat reaksi yang cukup keras dari kalangan ikhwan, padahal saya yakin Pak Cahyadi tidak bermaksud untuk “mengampanyekan” untuk antipoligami..begitu pula dari kalangan akhwat yang begitu gembira dengan hadirnya buku ini, seakan ada yang menyuarakan isi hati mereka..

Bagi saya, poligami itu suatu solusi–tentu dengan persiapan dan perencanaan yang baik–..

Bisa kita perhatikan ketika jumlah akhwat semakin bertambah namun tidak seimbang dengan jumlah ikwan yang tersedia, ini tentu menjadi suatu masalah internal yang harusnya bisa kita selesaikan..

Poligami memang bukan hal yang mudah, Alloh berfirman dalam QS.An-Nisa’ ayat 3 “…maka nikahilah perempuan(lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Tetap jika kamu khawatir tidak akan berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..” seorang ikhwan diperbolehkan untuk menikah-lagi-jika dia bisa berlaku adil, namun jika tidak maka cukup satu saja..

Hal ini tentu menjadi catatan penting untuk kita..jika sang istri merasa suami sudah cukup adil dirasa, mengapa kita harus ragu untuk mengizinkan suami kita untuk menikah lagi..dan jika sang suami merasa belum bisa berlaku adil, mengapa harus “memaksa” untuk menikah lagi..Insya Alloh dengan begini kita bisa berpikir lebih jernih dalam menghadapi sesuatunya..

Saya pribadi, lebih melihat kearah proses, persiapan, dan perencanaan poligami itu sendiri..ketika A’a Gym menikah lagi, banyak yang protes dengan keputusan beliau, tapi coba lihat, keluarga mereka sudah merencakan hal itu, terutama sang istri pertama teh Ninih..dari yang saya baca, 20 tahun mereka menikah, 5 tahun trakhir, Poligami sudah digulirkan, proses itu sudah mulai dipersiapkan dan direncanakan juga disosialisasikan dengan keluarga tentunya..hingga ketika tiba waktunya tidak ada yang terluka ataupun merasa terabaikan, karena proses, persiapan, dan perencanaan tersebut..
dibandingkan jika proses, persiapan, dan perencanaan itu tidak berjalan dengan baik tentu akan berakibat dengan gagalnya poligami itu tersebut, dimana menimbulkan ketidaknyamanan sang istri yang dimadu, anak-anak, dan tentunya keluarga besar..

Begitu pula dengan keluarga da’wah kita..apa siy yang membuat kita memutuskan untuk menikah dengan suami kita, apa siy yang menyatukan kita dalam ikatan suci ini..tentu kita punya berbagai macam jawaban untuk semua itu tapi hanya ada satu jawaban untuk pertanyaan milik siapakah suami kita, Alloh jawabnya..jika kita kembalikan semuanya hanya karena Alloh, saya yakin sekali Poligami bukan hal yang “menakutkan” dan yang terpenting proses, persiapan, dan perencanaan tentang poligami tersebut..

dan menurut saya, siapakah yang bisa membantu sang suami bisa berlaku adil, tentu saja sang istri dengan pertolongan Alloh.

tapi klo saya ditanya apa sudah siap jika suami tercinta menikah lagi, jawabnya belum hehehe..yang penting proses, persiapan, dan perencanaan harus sudah dimulai..

One thought on “Poligami

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s