Cinta…

cinta..
kata yang ga’ pernah habisnya untuk dibahas
karena cinta
orang jd kreatif
karena cinta
orang jd sensitif
karena cinta
orang jd produktif
karena cinta
the people can do anything

cinta..
kata yang berjuta makna
karena cinta
orang jd tersenyum
karena cinta
orang jd terbuai
karena cinta
orang jd semangat

cinta…
kata yang penuh misteri
karena cinta
orang jd “gila”
karena cinta
orang menangis
karena cinta
orang merana

cinta…
indah saat ia hadir
berbunga rasanya ketika ia meyusup ke relung hati terdalam
hingga hari-hari terlewati dengan ringan

cinta…
sesak saat ia sudah berkuasa
menguasai hati terdalam
hingga hari-hari buruk yang tertinggal

kawan,
sudahkah kau temui cinta sejatimu
cinta yang tak akan menghadirkan hari-hari buruk utkmu
cinta yang tak akan merugikan dirimu
cinta yang tak akan menyesakkan dadamu
cinta yang tak akan mengotori hatimu
cinta yang tak akan pernah pudarcinta yang tak akan pernah membagimu dengan yg lain
cinta yang tak akan pernah hilang cinta yang abadi..

kawan,
cintailah IA sepenuh hatimu
sluruh jiwa dan ragamu
karena IA mencintaimu seperti kau mencintaiNYA
dan tiada rugi bagiNya dicintai olehmu atau tidak, sedangkan dirimu lah yg merugi saat cinta untukNya hanya setengah hatimu
apa yg kau tunggu sedangkan hidupmu ditanganNya
apa yg kau tunggu sedangkan alam semesta dan seluruh isinya tunduk padaNya
apa yg kau tunggu sedangkan kau adalah makhluk terbaikNya dimuka bumi ini

kawan,
raihlah cintaNyadan jgn biarkan kau bagi cintaNya dengan yang lain
sebelum azal mu menjelang
sebelum sesal hadir di kehidupan abadimu kelak…

One thought on “Cinta…

  1. dhitos' room says:

    PECINTA YANG MENANGIS SYAHDU
    Langit ini adalah langitMu, dan bumi ini adalah bumiMu
    maka walau di tangan ku ada piala, kutahu ini adalah pialaMu
    Timur ini adalah baratMu, dan barat ini adalah timurMu
    maka walau di mata ku ada Kamu, ku tahu ini adalah tatapanMu
    langit dan bumi, dan dua dunia
    melangit dan membumi, dosa-dosa hamba
    namun langit dan bumi, MilikMu Layla
    WajahLayla, buat Majnun lupa diri, apalagi dosa
    AnggurMu, namun dari PialaMu
    Dalam PialaMu, namun dengan TuanganMu
    TuanganMu, namun dengan IsyaratMu, minumlah
    Kuminum, namun dengan tenggakanMu, mabuklah
    Kumabuk, namun bukan karena Anggur
    Kusempoyong, namun bukan karena Piala,
    BibirMu Nan Mendayu Merah duhai Penuang
    Buat Hatiku Membara Merah, Duhai Sayang
    apa pun yang dikatakan, orang
    apapun yang kukatakan, “aku”
    apa pun yang dikatakan, angin
    Engkau adalah Engkau, MuliaMu adalah JelitaMu
    orang-orang nan cari Kemuliaan, adalah bak,
    rusa-rusa nan cari Kerusaan, adalah bak,
    para pedagang nan cari Perdagangan, adalah bak,
    pecinta nan mencari Wajah, nafilah sirnalah tanpa bak !

    dhitos, Ramadhan (October 2006)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s