menjadi bermanfaat..

Temu pekanan saya Insya Alloh akan mengadakan rihlah ke puncak akhir April nanti..

“Bi, catet yaa, jangan lupa, akhir April liqo’-an ummi mau ngadain rihlah keluarga, para suami dan anak-anaknya harus ikut, uang patungannya 150 ribu boleh dicicil..kendaraannya juga Bi, temen-temen udah mencatat kalau ummi bakalan bawa mobil jadi temen-temen udah ngalokasiin temen-temen yang bakalan ikut mobil kita..” kata saya pada suami sekitar sebulan yang lalu..

“mobil..mobil dari mana..?!?”kata suami bingung..
saya..”hehehehe..ntar juga ada..”

dan kemarin..

“Bi, masih inget kan..?!” kembali saya mengingatkan tentang rihlah temu pekanan saya..
“udah pada mulai ada yang nyicil lho Bi..sebenarnya patungannya itu 100 ribu, tapi karena ada subsidi silang dan Alhamdulillah kita juga berkecukupan untuk mensubsidi jadi ummi tambahin 50 ribu yaaa Bi, makanya jadi 150 ribu..kendaraannya juga lho Bi..” kata saya lagi..

“waktu itu ummi cuma bilang 150 ribu aja, ga’ada rincian seperti ini, terus kita berkecukupan..?!?kaya’nya kita belum punya rumah, tinggal aja masih numpang,belum punya mobil, sepeda, motor juga ga’ada..?!”kata suami dengan candanya..

“ih, Abi..waktu itu kan to the point nya, total semuanya, makanya sekarang ummi rinciin..alhamdulillah Bi, setidaknya kita memang berkecukuan meskipun masih numpang yang penting kita ga’kepanasan ga’kedinginan, kendaraan juga ada meskipun pinjaman..”kata saya menjelaskan..

“temen ummi ada yang ga’mampu Bi, dan sebenarnya keberatan akan acara rihlah ini, suaminya belum pulang setahun belakangan ini, dan ga’ada kabarnya, tapi alhamdulillah sudah pulang sekarang, beliau sensitif banget Bi, merasa paling miskin di liqo’-an ummi ini, padahal yang lain juga ada masalahnya, ada yang ngrasa paling minder karena cuma tamatan SMP, rumahnya juga kontrakan rumah petak, tapi alhamdulillah nya beliau ga’sesensitif temen ummi yang satu ini Bi..” saya bercerita..

“yaa Alloh..ya udah kalau gitu, kita jadi 200 ribu aja, Mi..”kata suami..

“iya Bi..alhamdulillah..”kata saya kembali, dengan antusiasnya..

“itu udah termasuk bensin mobil kan?!..”tanya suami

“yaa belum sayang, bensin kita tanggung sendiri, meski mobil temen yang lain kalau ada yang ikut diingatkan untuk patungan, tapi pas ummi, ga’seperti itu Bi, ga’apa apa yaa Bi..mereka menyangka kita berkecukupan, alhamdulillah bukan, setidaknya kita mengurangi beban pikiran mereka tentang saudaranya..”jawab saya

suami..”hehehe,bisa aja Ummi..”

***

kurang lebih memang seperti itu pandangan orang lain mengenai keluarga kami, kami ini berkecukupan jadi bisa diandalkan..

saya tidak keberatan, saya ini orang yang sederhana, inginnya mengajak keluarga kecil saya ini berlaku demikian pula, orang lain tidak perlu tahu akan segala kesulitan kita..yang terpenting adalah kita harus bermanfaat untuk orang banyak, setidaknya bagi saya pribadi ketika saya bisa membahagiakan orang lain saya pun akan ikut bahagia meski saat itu saya tengah berada diantara kesulitan-kesulitan saya.. *bukan begitu suamiku*

meski memang kami mengalami kesulitan, tapi saya sering berkata pada diri sendiri dan suami saya, sesulit-sesulitnya keluarga kita pasti masih ada keluarga lain yang lebih sulit, dan mereka tidak mengeluh, jadi mengapa kita harus mengeluh menghadapi segala kesulitan ini..

dan jangan terlalu sering melihat ke atas kalau mengenai materi setidaknya itu bisa membuat kita selalu bersyukur dan lapang, tapi barulah sering melihat ke atas kalau mengenai amal setidaknya itu bisa membuat kita selalu berusaha lebih giat lagi untuk menambah amal kita..

for my lovely husband..love u much..

2 thoughts on “menjadi bermanfaat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s