Berhenti Sejenak…

Kepak sayap itu, mungkin akan berhenti sejenak..
Bukan karena lelah, tapi karena asa yang tidak ingin putus..
Terkadang kitapun diharuskan berhenti sejenak..
Bukan karena tak ingin produktif, tapi karena asa yang tidak ingin putus..

Awal tahun 2006 begitu indah, saya mengandung anak kedua kami, 5 minggu, masih berupa nutfhah, masa rawan bagi rahim saya, tapi terkadang kita sebagai manusia ada lupa, begitu pula saya, tapi bagi saya bukan lupa kali ini, tapi tak terlalu menghiraukan masa rawan ini, hingga sayap itu terus berkepak hingga peristiwa itu terjadi, dan diharuskan untuk berhenti sejenak..
Ya, kehamilan saya kedua ini yang masih muda, sekarang baru memasuki 9 minggu, Insya Allah sedang berupa ‘alaqah, tapi flek dan darah masih saja ada, bed rest kata dokter, membuat saya harus berada di tempat tidur sepanjang hari..

Sudah memasuki minggu ke-3, dari berhenti sejenak, ada rasa jengah, bosan dan teman-teman lainnya yang merasuki diri, yang seharusnya tidak boleh ada dalam diri segala macam rasa itu jika saja saya dapat menahan semua itu untuk tidak merasuki diri saya..
Tapi, apa mau dikata, saya tak dapat menahan semua rasa itu untuk tidak merasuki diri saya, hingga segala rasa yang bagi saya tidak boleh ada dalam diri, hadir begitu saja menyergap, menyerang yang menghasilkan sebuah keluh..

Setidaknya, yang membahagiakan saya, keluh saya didengar oleh suami tercinta, yang membangkitkan semangat saya kembali untuk tetap produktif meski berada di tempat tidur, yang beberapa hari kemarin seperti hilang kemana, sekarang hadir kembali, menyiratkan sebuah makna..asa itu tak akan pernah putus jika kita tidak menginginkannya putus..
Dari berhenti sejenak ini pula, setidaknya saya memiliki waktu lebih untuk diri saya sendiri, meski butuh keberanian untuk berbicara seperti ini, karena dengan keadaan saya yang sekarang ini, saya sedang mengorbankan banyak hal dengan putri pertama saya tercinta, jadi sambil berkata untuk diri sendiri, ada baiknya dari semua peristiwa yang terjadi diambil sisi positifnya, hingga keluh tak akan menyerang diri kita, yang mungkin jika berlarut nantinya akan timbul kufur nikmat padaNya–dan saya berlindung untuk dijauhkan dari segala keburukan itu–

Berhenti sejenak ini mungkin akan berlangsung untuk beberapa bulan kedepan, hingga masa rawan bagi rahim saya berlalu–seperti hamil sebelumnya, saya juga pernah melalui peristiwa ini–yang selanjutnya saya bisa kembali beraktifitas seperti biasanya, dimana ada semangat lebih yang ada nantinya dari berhenti sejenak yang bukan karena lelah ini..
Dan saya yakin sekali, Allah tidak pernah menyia-nyiakan dari semua peristiwa yang DIA berikan untuk kita, setiap peristiwa ada makna indah di dalamnya, tergantung bagaimana diri kita melihat, memandang peristiwa yang ada–dan saya memohon kebarakahan dan keridhoan Nya–

Kepak sayap itu, akan berkepak lagi..
Bukan karena hilang lelahnya, tapi karena asa itu ada membara..
Dan kitapun akan berjalan lagi
Bukan karena hanya keinginan menjadi produktif, tapi karena asa itu ada membara..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s