Aksi Bela Islam III 212..

2 hari sudah berlalu dan gambar ini muncul. Saya salah satu saksi jika memang gambar ini benar adanya.
Dimulai dengan berjalan dari hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih. Rombongan kami berjalan menyusuri jalananan karena bus sudah tidak dapat bergerak. Cek gugel map seberapa jauh perjalanan kami menuju Monas, adalah sekitar 4,5 km jauhnya. Namun tidak menyurutkan langkah kami, para ibu untuk bergabung dalam ABI III ini.

Perjalanan diiringi dengan cuaca yg sejuk, sesekali gerimis mengundang, dan kami tetap bersemangat. Bergabung dengan barisan rombongan lainnya, membuat kami makin bersemangat.

Hingga tiba di Kwitang, perjalanan tidak dapat kami teruskan hingga Monas.

“Untuk ibu2, sampai disini saja, kita tidak bisa terus lagi kedepan, karena sudah tidak bisa masuk lagi, sudah mulai persiapan untuk sholat Ju’mat, biarkan bapak2 saja yang terus maju agar bisa melakukan sholat Ju’mat.” Ujar seorang ibu yg datang dari arah depan memberitahukan rombongan kami.

Dari arah belakang rombongan jama’ah bapak2 masih terus berdatangan, sehingga kami, para ibu memilih untuk mundur dan beristirahat di taman Gunung Agung. Memrediksi jika shaf sholat Jum’at tidak akan sampai di taman ini. Ternyata prediksi kami salah, shaf makin mendekati taman tempat kami beristirahat.

Diiringi hujan yang turun dan sholat Jum’at yang mau dimulai, membuat kami mundur hingga ke halte transjakarta Kwitang dan melakukan sholat dzuhur bersama rombongan kami disana.

Aksi Bela Islam III, adalah aksi yang tak terlupakan sepanjang masa.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini, telah berkumpul karena cinta-Mu, dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu, dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya, dan kekalkanlah cintanya, dan tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup, dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu, dan hidupkan ia dengan ma’rifat-Mu, dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Aamiin… – with Fenda

View on Path

Tips Berbicara Pada Anak

Oleh : Innu Virginia

1. Perhatikan anak sebelum memberi instruksi dan panggil menggunakan namanya. — Sebelum mengarahkan anak kita, posisikan tubuh selevel dengan mata anak kita dan beri ia kontak mata-ke-mata untuk mendapatkan perhatiannya. Ajari anak untuk fokus.

2. Berbicara singkat dan sesederhana mungkin dengan instruksi positif. — Gunakan satu kalimat saja. Mulai pembicaraan dengan inti dari perkataan kita. Semakin lama kita mengoceh, semakin besar kemungkinan anak kita tidak mendengarkan.

3. Tawarkan sesuatu yang tidak bisa ditolak oleh anak. — Beri alasan yang menguntungkan dari sudut pandang anak dan yang sulit ia tolak.

4. Bertindak dulu baru berbicara. — Kita menunjukkan bahwa kita serius tentang permintaan kita, kalau tidak anak akan menafsirkan ini sebagai pilihan saja.

5. Beri anak pilihan. — “mau ganti baju atau mau sikat gigi dulu”

6. Bicara sesuai perkembangan anak. — semakin muda anak kita, instruksi kita harus singkat dan sesederhana mungkin.

7. Bicara dengan kata-kata yang baik dan suara halus. — ancaman dan perkataan yang menghakimi cenderung membuat anak bersikap defensif.

8. Pastikan anak tenang. — Sebelum memberikan perintah, pastikan anak tidak emosional. Anak tidak akan mendengarkan kita jika dia sedang emosional.

9. Ulangi perkataan kita . — Balita perlu diberitahu berkali-kali karena mereka masih sering mengalami kesulitan menginternalisasi arahan orangtua. Mereka baru belajar memahami perintah.

10. Gugah emosi anak dalam berkata-kata.

* Biarkan anak berpendapat dan dengarkan dengan seksama

* Berikan hadiah kepada anak berupa benda yang disukainya

* Sewaktu-waktu, ungkapkan rasa cinta secara verbal

* Berikan pujian setiap kali anak melakukan hal yang diharapkan

Sumber : ig @hsmuslimnusantara

Mendidik Anak Dalam Islam


Oleh : Ibu Lia Atmadja

Sesungguhnya anak anda adalah sebuah ujian dari Alloh SWT
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya ada di antara isteri-isteri kamu dan anak-anak kamu yang menjadi musuh bagi kamu; oleh itu awaslah serta berjaga-jagalah kamu terhadap mereka dan kalau kamu memaafkan dan tidak marahkan (mereka) serta mengampunkan kesalahan mereka (maka Allah akan berbuat demikian kepada kamu), kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani. (Surah at-Taghabun 64:14)

Jadi, jangan sampai anak-anak dan pasangan kita menjadi musuh-musuh kita di akhirat nanti.

Sedangkan, puncak pengasuhan ortu adalah

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan” (Q.S. A-Tahrim/66: 6)

Tujuan setiap keluarga muslim adalah kita dapat berkumpul semua didalam surgaNya.

Model efektif dalam mendidik anak:

1. Tanamkan nilai keAGAMAan — misal dengan mencarikan sekolah atau lingkungan yang menanamkan nilai keagamaannya seperti bagaimana kita menanamkan nilai keagamaan pada anak-anak kita

2. Fahami anak — kita harus faham jika setiap anak adalah unik, mereka tidak sama antara satu dan lainnya, jadi jangan menyamaratakan anak dengan anak-anak lainnya.

3. QUDWAH yang baik — menjadi contoh yang baik untuk anak-anak kita. Kalau ingin memiliki anak yang baik maka kita perlu mencotohkan menjadi ortu yang baik pula

4. KOMUNIKASI — sebagai ortu kita perlu dapat mengomunikasikan dengan baik, benar, dan menyenangkan. Kita perlu tahu kapan anak-anak dapat menerima dengan baik apa yang kita komunikasikan pada mereka.

5. Tetapkan dan sepakati TUJUAN PENGASUHAN — suami-istri, ayah-ibu perlu satu suara dalam mengasuh anak-anak mereka, misal dalam pemilihan sekolah, perlu satu suara ketika memutuskan anak sekolah di SDIT. Dalam hal ini, ayah adalah kepala sekolah sedangkan ibu adalah pelaksana. Kalau negara memiliki GBHN maka setiap kelurga perlu ada GBHK (Garis Besar Haluan Keluarga) yang berisi tentang apa saja yang ingin dicapai oleh anak-anak kita.

6. DUAL PARENTING — ayah dan ibu saling bekerja sama dalam mendidik anak-anak mereka. Segalanya berawal dan disiapkan dari rumah. Jadi, ketika anak keluar rumah, mereka sudah siap menghadapi kehidupan diluar rumah.

7. Siapkan MASA BALIGH — mempersiapkan anak-anak kita jauh-jauh hari. Saat ini usia BALIGH adalah paling cepat 9tahun untuk perempuan, dan 10tahun untuk anak laki-laki. Jadi, kita perlu mulai menyiapkan anak-anak kita diusia sekitar 7-8tahun. Apa itu menstruasi, apa itu mimpi basah. Baiknya ibu yang menceritakan ttg menstruasi pada anak perempuannya, sedangkan ayah yang menceritakan ttg mimpi basah pada anak laki-lakinya.

8. DIGITAL LITERACY — sekarang adalah jamannya dunia digital, sehingga ortu perlu membekali dirinya, jangan menjadi ortu yang gaptek sehingga tidak dapat mengikuti perkembangan dunia digital anak.

Peran Ayah :

*Mempunyai visi misi — karena ayah adalah kepala keluarga, kepala sekolah

*Penanggungjawab — setiap kepala/pemimpin (keluarga) memiliki tanggungjawab atas yang dipimpinnya (istri&anak-anaknya)

*Konsultan pendidikan — dimana tugasnya adalah memberikan arahan masukan pada pelaksana pendidikan yaitu ibu

*Pembangun sistem berfikir

*Mempunyai profesionalisme

*Supplier maskulinitas

*The person of TEGA

Setiap ortu perlu memiliki harapan yang wajar pada anak-anaknya, yaitu :

*Sesuai usia anak

*Sesuai tahapan perkembangan anak

*Memiliki prinsip menyenangkan dan karena SUKA bukan BISA — seperti membaca itu menyenangkan, sehingga anak menjadi SUKA baca bukan sekedar BISA baca.

Aqil – Baligh


Yang perlu diingat oleh setiap ortu adalah

* Anak adalah anugerah dan amanah Alloh SWT

* Perkembangan otak anak belum sempurna

* Cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa

Catatan lainnya adalah bahwa anak adalah titipan, bukan milik kita, sehingga perlakukan dengan tepat dan pantas. Dan pengasuhan itu adalah SENI.

4 Macam Tarbiyah untuk Anak..

pesan20tarbiyah20anak

Ceritanya lagi mengais-mengais resume kajian POSKU yang harus diserahkan ketika pengambilan rapot Sabtu nanti, lalu ada sebuah resume yang sayang kalau dilewatkan begitu saja, jadi sengaja ditulis lagi disini😀. Sebenarnya ini lagi berasa diingatkan lagi, untuk kembali fokus dalam mendidik anak-anak.

Kadang kita sebagai orangtua suka bingung mau memulai pendidikan anak dari mana, semua rasanya penting untuk diajarkan pada anak *ngaca*😀 . Apalagi dengan berita yang terjadi akhir-akhir huhuhuhu, sebagai orangtua saya tentu khawatir dengan anak-anak saya, ntah itu kekhawatiran anak-anak yang menjadi korban maupun kekhawatiran anak-anak yang menjadi pelaku, semuanya bercampur menjadi satu. Continue reading

Suporter Ibu Rumah Tangga

1264398004149822-resized-600

Menurut saya menjadi istri maupun ibu yang hebat itu bukan berarti kita harus menjadi super disegala bidang, melakukan semua pekerjaan sendiri tanpa bantuan orang lain. Tapi lebih bagaimana kita bisa mengatur apa yang sudah kita rencanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar, meski mungkin kita sedang tidak berada pada situasi dan kondisi tersebut.

Saya suka menyebut mereka-mereka ini adalah support(er) system. Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti kita tidak butuh suporter. Siapa saja siy supporter ibu rumah tangga menurut saya : Continue reading

Terima Kasih Guru(Anak)ku..

terima_kasih_guruku

Asliiiik deh yaaah, dari akhir bulan Mei lalu sekolah anak-anak sudah mulai mengadakan pentas seni akhir tahun, wisuda maupun perpisahan sekolah juga kelas. Yang mana emak melow disini sudah pasti melaluinya dengan berkaca-kaca. Anak siapa yang diwisuda TK, ibu siapa yang matanya berkaca-kaca😀 . Hingga tiba ketika anak SD nya Sabtu kemarin (4 Juni 2016) diwisuda. Iyaa, anak pertama saya sudah diwisuda SD. Alhamdulillah.

Ketika anak-anak kelas VI kemarin diwisuda, yang kebayang adalah saat mereka baru masuk SD, yang masih unyu unyu banget. Pas kemarin diwisuda anak-anak yang unyu-unyu 6 tahun lalu sudah jadi anak-anak gadis dan anak-anak bujang😀 . Time flies so fast. Continue reading

Berkah Makan..

doa2bmakanSambil menunggu makan malam dihidangkan.

Abi: Apa yang kalian harapkan dengan makan?
Hasan: Kenyang
Abi: Klo gitu, sebelum makan do’anya diganti jadi ‘Ya Allah kenyangkan aku dengan makanan ini’ yah..
Hasan: Koq begitu?
Abi: Coba baca dan artikan do’a sebelum makan
Hasan: Allahumma baariklana fiimaa rozaqtana wa qina adzabbannar
Abi: Ya Allah, berkahilah kami dalam rezeki yang telah Engkau berikan kepada kami dan peliharalah kami dari siksa api neraka.
Makanan yang tidak berkah bisa mengenyangkan sehingga malah mungkin jadi sumber penyakit.
Tapi makanan yang penuh barokah mungkin aja tidak mengenyangkan tapi akibatnya badan makin sehat dan menjadikan makan sebagai suatu kebaikan, amal sholih.
Trus ada ga makanan yang menyebabkan kita masuk neraka?
Hasan: Adaa, makanan haram.
Abi: Pintar..trus ikhtiar kita untuk menghindari itu dengan apa?
Hasan: Cari makanan dengan label halal..
Abi: Iya, betul. Tapi itu juga kenapa do’anya dilanjutkan dengan permohonan supaya kita terpelihara dari siksa api neraka.
Kita tidak pernah tahu kalau mungkin ada orang yang berbuat tidak baik dengan mencampur makanan kita dengan makanan yang haram, atau dengan zat yang tidak baik. Sehingga kita minta pemeliharaan dari Allah Yang Maha Tahu dan tidak menjadikan itu menyebabkan kita terkena siksa api neraka.
Jadi sekarang mau kenyang apa berkah?
Hasan, K’Nadia, Husain: Berkaah..
Lanjut berdoa dan mulai makan masakan Ummi yang lezat