Agar Nasehat Untuk Anak Bekerja Dahsyat (2)

Lanjutan dari tulisan Agar Nasehat Untuk Anak Bekerja Dahsyat (1)

Share Materi Parenting Nabawiyah

๐Ÿ’Agar Nasehat Untuk Anak Bekerja Dahsyat (2)โšกโšก

Ditulis oleh Ust Budi Ashari, Lc

Bagian 2

(Belajar dari Luqman)

Kembali tentang nasehat Luqman. Belajar darinya. Kita sering kali langsung masuk ke dalam isi nasehat yang berharga itu. Tetapi sesungguhnya ayat memulai dengan kunci penting tentang pendidikan anak. Sebelum bicara tentang isi nasehat. Dari sekian banyak interaksi orang tua dengan anaknya bisa berupa bicara, memandang, senyum, menyentuh, mengusap, dan sebagainya. Nasehat Luqman menunjukkan mana yang paling istimewa. Dari sekian interaksi antara orang tua dan anaknya, yang paling istimewa untuk pendidikan anak adalahย maudizhah(ูŠุนุธู‡)/nasehat dengan lisan.

Maka bicaralah kepada anak dengan cara menasehati. Nasehat bukanlah sekadar kata perintah dan larangan. Ia bisa berisi perintah dan larangan seperti nasehat Luqman sendiri. Tetapi perintah dan larangan yang kaya dengan rasa dan ruh.

Kita harus membedakan antara nasehat dan marah. Nasehat dan hanya instruksi. Nasehat dan serba larangan. Nasehat dan membongkar aib. Walau nasehat bisa berisi perintah, larangan dan membenahi aib.

Keberhasilan Luqman mengubah anaknya menjadi baik, karena yang keluar dari lisannya adalah nasehat. Kalimat (ูˆู‡ูˆ ูŠุนุธู‡/dan dia sedang menasehatinya) terletak setelah Allah menyebutkan (ูˆู„ู‚ุฏ ุขุชูŠู†ุง ู„ู‚ู…ุงู† ุงู„ุญูƒู…ุฉ/Sungguh telah Kami berikan kepada Luqman Al Hikmah).

Sekali lagi, inilah rahasia kesuksesan kalimat-kalimat Luqman untuk anaknya. Nasehat Luqman berawal dari Al Hikmah yang dianugerahkan kepadanya.

Ibnu Mushtafa (w: 1306 H) berkata tentang hikmah: Lisan yang berucap kebenaran, fisik yang mampu mengingkari dan anggota tubuh yang bergerak. Jika bicara, bicara dengan hikmah. Jika berpikir, berpikir dengan hikmah. Jika bergerak, bergerak dengan hikmah. (Lihatย Al Qiyam At Tarbawiyyah Al Mutadhamminah fi Surati Luqman, Abdul Aziz Abdul Muhsin Muhammad)

Untuk lebih jelas memahami bagaimana Luqman sebagai seorang ayah, Ibnu Katsir meriwayatkan dari Abu Dardaโ€™ย radhiallahu anhuย yang menyampaikan tentang Luqman,

โ€œIa tidak diberi seperti yang lain. Tidak keluarga, tidak harta, tidak keluarga terpandang dan tidak modal kebesaran. Tetapi ia adalah orang yang tegas, pendiam, panjang berpikirnya, dalam analisanya…..ia tidak mengulangi kalimatnya kecuali dengan kalimat yang mengandung hikmah yang akan diulangi oleh orang lain.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya menafsirkan Al Hikmah dengan: pemahaman, ilmu dan cara menyampaikan. Kalimat-kalimat Luqman gabungan dari ketiganya. Pemahaman yang dalam, ilmu yang mumpuni dan cara menyampaikan yang tegas, lembut tetapi penuh perenungan.

Dan begitulah seharusnya kita menjadi orangtua. Jika ingin nasehat bekerja dahsyat pada anak-anak kita, maka jadilah orangtua yang memiliki Al Hikmah. Al Hikmah ini adalah anugerah Allah seperti dalam ayat tentang Luqman tersebut, hasil dari kesholihannya. Maka kesholihan orang tua akan menuntun lisannya untuk mengucapkan hikmah. Mendekat kepada Allah memastikan lisan, hati dan perbuatan akan ditaburi dengan hikmah. Yang keluar dari lisannya bukan sumpah serapah, hanya kata perintah atau serba larangan. Bukan juga lisan yang hanya mengalirkan sumbatan amarah di hati. Tetapi lisan yang menyampaikan ilmu baik yang tersimpan di akal, kelembutan rasa, dan kedalaman ruh yang ada di hati. Lisan yang menyampaikan dengan bahasa lugas bahkan tegas tetapi bertabur kelembutan bahkan keindahan. Continue reading

Jadi ortu lempeng..

Semakin besar anak, sebagai ortu dituntunt banget untuk semakin lempeng ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Kalau waktu kecil, mereka tantrum gegara minta es krim atau permen, nah seusia belasan ini, ‘tantrum’ nya beda lagi..kalau belajar kecewa nya udah lulus yaa tentunya udah tau ‘tantrum’ yang aman seperti apa..jadi sebagai ortu juga lebih gampang untuk lempeng nya..๐Ÿ˜‰

Si Kakak, tahun ini usia nya 12 tahun, permintaan nya bukan es krim ato permen lagi, tapi punya akun sosmed, mengendarai motor serta punya smartphone sendiri ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Hal ini dikarenakan teman-teman seusia nya sudah memiliki hal-hal yang tersebut diatas, yang tentu saja mau ga mau si Kakak mau juga dunk yaa seperti teman-temannya. Apalagi kalau misal mereka sudah bertukar akun sosmed ataupun no.telp juga bercerita tentang pengalaman mengendarai motor nya..

“Cumaa akuu, Miii yang belum punyaaa..” curcol nyaa ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Kalau sudah begini, sebagai ortu kita perlu menanggapinya dengan lempeng alias bijak bukan bejek yaaa ๐Ÿ˜๐Ÿ˜. Bukan malah merasa anak kita jadi ketinggalan gaya atau jaman lalu bertindak ga mau kalah sehingga menuruti apa yang anak mau.

Kalau kami, punya 2 syarat agar menjadi ortu lempeng

1. Just follow the rules
Biasanya untuk hal-hal yang punya syarat dan ketentuan nya sendiri, kami ajak mereka utk membaca aturan nya bersama-sama, lalu kemudian dikembalikan lagi ke mereka bagaimana menurut mereka tentang aturan tsb jika dihubungkan dengan mereka. Untuk akun sosmed dan berkendara, kedua hal tsb sudah punya aturan nya sendiri. Biasanya akun sosmed mengharuskan pengguna minimal berusia 13th dan 18th untuk anak boleh berkendara alias punya SIM.
Ketika anak sudah mengetahui syarat dan ketentuannya, biasanya terjadi dialog antara kami, apa yang bisa kami lakukan. Untuk kedua hal yang disebutkan diatas, si Kakak memilih untuk menunggu hingga waktu nya tiba ๐Ÿ˜

“Yaaa Miii, masih lama banget yaa 13th..”
“Tapi bener yaaa, 13th nanti aku dibuatin..”
“Padahal aku udah bisa banget niy Mii kalau belajar naik motor..”

2. Just make your own rules
Biasanya untuk hal-hal yang tidak memiliki aturan baku, anak-anak kami perlu tahu jika setiap keluarga memiliki aturan yang berbeda-beda, dan kami sebagai ortu memiliki aturan-aturan tersendiri untuk mereka. Tentu saja hal ini memerlukan dialog yang lebih panjang dibandingkan dengan hal-hal yang sudah memiliki aturan yang berlaku.๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡
Misal, untuk memiliki hp sendiri, anak-anak bisa memilikinya dengan cara menabung dengan uang mereka sendiri, yang tentu saja tidak hanya dikaitkan dengan menabung saja tetapi juga sejauh mana mereka butuh dengan memiliki hp sendiri. Hal lain yang perlu dipikirkan ketika punya hp sendiri adalah bagaimana mereka juga bisa bertanggungjawab dengan pengisian pulsa hp mereka ๐Ÿค—๐Ÿค—
Yang biasanya dialog berhenti di..

“Kenapa begituu siy Miii, teman-temanku dikasih semua sama ortu nya..”๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

Tapi semua kan kembali pada syarat awal, setiap keluarga punya aturannya sendiri.

Dan setidaknya dua syarat diatas sangat membantu kami untuk menjadi ortu lempeng saat ini.๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

View on Path

Aksi Bela Islam III 212..

2 hari sudah berlalu dan gambar ini muncul. Saya salah satu saksi jika memang gambar ini benar adanya.
Dimulai dengan berjalan dari hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih. Rombongan kami berjalan menyusuri jalananan karena bus sudah tidak dapat bergerak. Cek gugel map seberapa jauh perjalanan kami menuju Monas, adalah sekitar 4,5 km jauhnya. Namun tidak menyurutkan langkah kami, para ibu untuk bergabung dalam ABI III ini.

Perjalanan diiringi dengan cuaca yg sejuk, sesekali gerimis mengundang, dan kami tetap bersemangat. Bergabung dengan barisan rombongan lainnya, membuat kami makin bersemangat.

Hingga tiba di Kwitang, perjalanan tidak dapat kami teruskan hingga Monas.

“Untuk ibu2, sampai disini saja, kita tidak bisa terus lagi kedepan, karena sudah tidak bisa masuk lagi, sudah mulai persiapan untuk sholat Ju’mat, biarkan bapak2 saja yang terus maju agar bisa melakukan sholat Ju’mat.” Ujar seorang ibu yg datang dari arah depan memberitahukan rombongan kami.

Dari arah belakang rombongan jama’ah bapak2 masih terus berdatangan, sehingga kami, para ibu memilih untuk mundur dan beristirahat di taman Gunung Agung. Memrediksi jika shaf sholat Jum’at tidak akan sampai di taman ini. Ternyata prediksi kami salah, shaf makin mendekati taman tempat kami beristirahat.

Diiringi hujan yang turun dan sholat Jum’at yang mau dimulai, membuat kami mundur hingga ke halte transjakarta Kwitang dan melakukan sholat dzuhur bersama rombongan kami disana.

Aksi Bela Islam III, adalah aksi yang tak terlupakan sepanjang masa.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa sesungguhnya hati-hati kami ini, telah berkumpul karena cinta-Mu, dan berjumpa dalam ketaatan pada-Mu,
dan bersatu dalam dakwah-Mu, dan berpadu dalam membela syariat-Mu.
Maka ya Allah, kuatkanlah ikatannya, dan kekalkanlah cintanya, dan tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah ia dengan cahaya yang tiada redup, dan lapangkanlah dada-dada dengan iman yang berlimpah kepada-Mu,
dan indahnya takwa kepada-Mu, dan hidupkan ia dengan ma’rifat-Mu, dan matikan ia dalam syahid di jalan-Mu.
Sesungguhnya Engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Aamiin… – with Fenda

View on Path

Tips Berbicara Pada Anak

Oleh : Innu Virginia

1. Perhatikan anak sebelum memberi instruksi dan panggil menggunakan namanya. — Sebelum mengarahkan anak kita, posisikan tubuh selevel dengan mata anak kita dan beri ia kontak mata-ke-mata untuk mendapatkan perhatiannya. Ajari anak untuk fokus.

2. Berbicara singkat dan sesederhana mungkin dengan instruksi positif. — Gunakan satu kalimat saja. Mulai pembicaraan dengan inti dari perkataan kita. Semakin lama kita mengoceh, semakin besar kemungkinan anak kita tidak mendengarkan.

3. Tawarkan sesuatu yang tidak bisa ditolak oleh anak. — Beri alasan yang menguntungkan dari sudut pandang anak dan yang sulit ia tolak.

4. Bertindak dulu baru berbicara. — Kita menunjukkan bahwa kita serius tentang permintaan kita, kalau tidak anak akan menafsirkan ini sebagai pilihan saja.

5. Beri anak pilihan. — “mau ganti baju atau mau sikat gigi dulu”

6. Bicara sesuai perkembangan anak. — semakin muda anak kita, instruksi kita harus singkat dan sesederhana mungkin.

7. Bicara dengan kata-kata yang baik dan suara halus. — ancaman dan perkataan yang menghakimi cenderung membuat anak bersikap defensif.

8. Pastikan anak tenang. — Sebelum memberikan perintah, pastikan anak tidak emosional. Anak tidak akan mendengarkan kita jika dia sedang emosional.

9. Ulangi perkataan kita . — Balita perlu diberitahu berkali-kali karena mereka masih sering mengalami kesulitan menginternalisasi arahan orangtua. Mereka baru belajar memahami perintah.

10. Gugah emosi anak dalam berkata-kata.

* Biarkan anak berpendapat dan dengarkan dengan seksama

* Berikan hadiah kepada anak berupa benda yang disukainya

* Sewaktu-waktu, ungkapkan rasa cinta secara verbal

* Berikan pujian setiap kali anak melakukan hal yang diharapkan

Sumber : ig @hsmuslimnusantara

Mendidik Anak Dalam Islam


Oleh : Ibu Lia Atmadja

Sesungguhnya anak anda adalah sebuah ujian dari Alloh SWT
“Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya ada di antara isteri-isteri kamu dan anak-anak kamu yang menjadi musuh bagi kamu; oleh itu awaslah serta berjaga-jagalah kamu terhadap mereka dan kalau kamu memaafkan dan tidak marahkan (mereka) serta mengampunkan kesalahan mereka (maka Allah akan berbuat demikian kepada kamu), kerana sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.ย (Surah at-Taghabun 64:14)

Jadi, jangan sampai anak-anak dan pasangan kita menjadi musuh-musuh kita di akhirat nanti.

Sedangkan, puncak pengasuhan ortu adalah

โ€œHai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”ย (Q.S. A-Tahrim/66: 6)

Tujuan setiap keluarga muslim adalah kita dapat berkumpul semua didalam surgaNya.

Model efektif dalam mendidik anak:

1. Tanamkan nilai keAGAMAanย — misal dengan mencarikan sekolah atau lingkungan yang menanamkan nilai keagamaannya seperti bagaimana kita menanamkan nilai keagamaan pada anak-anak kita

2. Fahami anakย — kita harus faham jika setiap anak adalah unik, mereka tidak sama antara satu dan lainnya, jadi jangan menyamaratakan anak dengan anak-anak lainnya.

3. QUDWAH yang baikย — menjadi contoh yang baik untuk anak-anak kita. Kalau ingin memiliki anak yang baik maka kita perlu mencotohkan menjadi ortu yang baik pula

4. KOMUNIKASI — sebagai ortu kita perlu dapat mengomunikasikan dengan baik, benar, dan menyenangkan. Kita perlu tahu kapan anak-anak dapat menerima dengan baik apa yang kita komunikasikan pada mereka.

5. Tetapkan dan sepakati TUJUAN PENGASUHANย — suami-istri, ayah-ibu perlu satu suara dalam mengasuh anak-anak mereka, misal dalam pemilihan sekolah, perlu satu suara ketika memutuskan anak sekolah di SDIT. Dalam hal ini, ayah adalah kepala sekolah sedangkan ibu adalah pelaksana. Kalau negara memiliki GBHN maka setiap kelurga perlu ada GBHK (Garis Besar Haluan Keluarga) yang berisi tentang apa saja yang ingin dicapai oleh anak-anak kita.

6. DUAL PARENTINGย — ayah dan ibu saling bekerja sama dalam mendidik anak-anak mereka. Segalanya berawal dan disiapkan dari rumah. Jadi, ketika anak keluar rumah, mereka sudah siap menghadapi kehidupan diluar rumah.

7. Siapkan MASA BALIGHย — mempersiapkan anak-anak kita jauh-jauh hari. Saat ini usia BALIGH adalah paling cepat 9tahun untuk perempuan, dan 10tahun untuk anak laki-laki. Jadi, kita perlu mulai menyiapkan anak-anak kita diusia sekitar 7-8tahun. Apa itu menstruasi, apa itu mimpi basah. Baiknya ibu yang menceritakan ttg menstruasi pada anak perempuannya, sedangkan ayah yang menceritakan ttg mimpi basah pada anak laki-lakinya.

8. DIGITAL LITERACYย — sekarang adalah jamannya dunia digital, sehingga ortu perlu membekali dirinya, jangan menjadi ortu yang gaptek sehingga tidak dapat mengikuti perkembangan dunia digital anak.

Peran Ayah :

*Mempunyai visi misi — karena ayah adalah kepala keluarga, kepala sekolah

*Penanggungjawab — setiap kepala/pemimpin (keluarga) memiliki tanggungjawab atas yang dipimpinnya (istri&anak-anaknya)

*Konsultan pendidikan — dimana tugasnya adalah memberikan arahan masukan pada pelaksana pendidikan yaitu ibu

*Pembangun sistem berfikir

*Mempunyai profesionalisme

*Supplier maskulinitas

*The person of TEGA

Setiap ortu perlu memiliki harapan yang wajar pada anak-anaknya, yaitu :

*Sesuai usia anak

*Sesuai tahapan perkembangan anak

*Memiliki prinsip menyenangkan dan karena SUKA bukan BISA — seperti membaca itu menyenangkan, sehingga anak menjadi SUKA baca bukan sekedar BISA baca.

Aqil – Baligh


Yang perlu diingat oleh setiap ortu adalah

* Anak adalah anugerah dan amanah Alloh SWT

* Perkembangan otak anak belum sempurna

* Cara berfikir anak berbeda dengan orang dewasa

Catatan lainnya adalah bahwa anak adalah titipan, bukan milik kita, sehingga perlakukan dengan tepat dan pantas. Dan pengasuhan itu adalah SENI.

4 Macam Tarbiyah untuk Anak..

pesan20tarbiyah20anak

Ceritanya lagi mengais-mengais resume kajian POSKU yang harus diserahkan ketika pengambilan rapot Sabtu nanti, laluย ada sebuah resume yang sayang kalau dilewatkan begitu saja, jadi sengaja ditulis lagi disini :D. Sebenarnya ini lagi berasa diingatkan lagi, untuk kembali fokus dalam mendidik anak-anak.

Kadang kita sebagai orangtua suka bingung mau memulai pendidikan anak dari mana, semua rasanya penting untuk diajarkan pada anak *ngaca* ๐Ÿ˜€ . Apalagi dengan berita yang terjadi akhir-akhir huhuhuhu, sebagai orangtua saya tentu khawatir dengan anak-anak saya, ntah itu kekhawatiran anak-anak yang menjadi korban maupun kekhawatiran anak-anak yang menjadi pelaku, semuanya bercampur menjadi satu. Continue reading

Suporter Ibu Rumah Tangga

1264398004149822-resized-600

Menurut saya menjadi istri maupun ibu yang hebat itu bukan berarti kita harus menjadi super disegala bidang, melakukan semua pekerjaan sendiri tanpa bantuan orang lain. Tapi lebih bagaimana kita bisa mengatur apa yang sudah kita rencanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar, meski mungkin kita sedang tidak berada pada situasi dan kondisi tersebut.

Saya suka menyebut mereka-mereka ini adalah support(er) system. Menjadi ibu rumah tangga bukan berarti kita tidak butuh suporter. Siapa sajaย siy supporter ibu rumah tangga menurut saya : Continue reading