Dia Rusli, pelanggan tetap kami. Tiap pagi sebelum masuk pabrik, dia selalu menyempatkan untuk minum segelas kopi tubruk. Begitu ketika pulang di sore hari dari pabrik, sebelum pulang ke rumahnya, dia menyempatkan untuk mampir di warung kami dan memesan segelas kopi tubruk. Jadi paling tidak, sedikitnya dia memesan 2 gelas kopi tubruk dalam sehari di warung kami.
“Mbaa, kopi tubruk satu yaaa, pahit..” begitu katanya.
Pahit. Iya, dia selalu memesan kopi tubruk pahit. Aku tak tahu apa enaknya kopi tubruk pahit baginya. Tapi kulihat dia begitu menikmati setiap seruput yang diminumnya.
Namun, kurasa memang begitu pahit hidupnya karena kudengar hari ini dari pelanggan lainnya, kalau si Rusli di tubruk truk kemarin sore.
Noted: ‘tantangan’ Ngeblog dari @momo_DM :p