Aku dan Melahirkan

    Sebagai seorang ibu, bisa dibilang aku adalah sosok ibu yang penuh dengan ketidakPDan..disaat banyak wanita disekelilingku melahirkan anak-anaknya melalui persalinan normal, diriku malah melewatinya dengan operasi, bukan hanya satu kali, tapi mau ketiga kalinya..-Insya Alloh awal April ini aku akan melahirkan anak ketigaku-

    Tentu Alloh punya banyak rencana indah untuk diriku, tapi tetap saja sulit bagiku menjadi sosok ibu sejati untuk anak-anakku, dan itu dikarenakan aku melahirkan mereka melalui operasi, meski memang keadaan yang mengharuskan seperti itu..belum lagi tatapan mata-mata itu ketika aku berkata aku melahirkan secara operasi..anggapan-anggapan mereka yang menyatakan betapa enaknya melahirkan secara operasi..ufhhh menambah rasa ketidakPDan diri ini..

    Namun, Alloh selalu punya cara untuk mengingatkan makhlukNya..aku yang selalu menganggap diri ini bukan seorang ibu yang patut menerima segala keistimewaan dariNya, bukan seorang ibu yang patut menerima segala cinta dan kasih sayang yang semestinya dari anak-anaknya hingga aku tumbuh menjadi seorang ibu tanpa ada rasa percaya diri bahwa aku adalah seorang ibu..

    Alloh mengingatkanku lewat sebuah tulisan dalam sebuah buku dengan judul Sebab Cinta Tak Kenal Waktu, DH.Devita dan Rien Hanafiyah..

    ” Ukhti, aku begitu bodoh dan sombongnya…..Dengan melihat jalan proses ceasar anak ketigaku, aku jadi menangis dan mengingat bahwa sungguh berat bagimu, dua kali mengalaminya. Segala emosi dan perasaan stress harus kamu singkirkan demi perjuangan ini. Padahal sebelumnya, bagiku melakukan ceasar bukan jihad sebenarnya! Aku fakir! Aku menganggap di mana letak jihad jika kamu tidak merasakan mules dan kontraksi sekalipun. Aku menganggap jika ingin berjihad berusahalah untuk melahirkan secara normal. Hingga suamiku berkata, “Aku iri padamu, di salah satu bagian badanmu telah ada tanda jihad seorang hamba, sedang aku? Belum ada sama sekali. Bersyukurlah.” Ya Ukh, tanda bekas operasiku (yang baru satu kali gores), telas memberi tanda bahwa aku telah berjihad. Maafkan aku, Ukh…”

    Deg, aku tersentak, tidak bersyukurkah aku?! Tidakkah aku merasa menjadi sosok yang terpilih dengan tanda bekas itu?! toh aku melalui semua ini bukan karena keinginan juga keegoisanku untuk tidak mau melalui segala kesulitan yang harus dihadapi disaat persalinan normal..aku juga pernah mengalami bagaimana rasa mules dan kontraksi 24jam sebelum melahirkan secara operasi juga akhirnya..aku pun harus melalui rasa sakit akibat goresan operasi setelah obat bius dan obat penghilang rsa sakit mulai habis berfungsinya..apakah semua itu tak cukup membuatku untuk menjadi sosok ibu sejati bagi anak-anakku..

    Ahhh ntahlah..yang jelas sedang kubangun rasa percaya diri ini..jika bukan aku yang memulainya maka semua akan selalu terasa sama dan semakin lama akan semakin merapuhkanku..yang jelas dengan tulisan tsb aku merasa, aku pun berhak merasa bahwa aku adalah seorang ibu..bagaimanapun kita melahirkan buah hati-buah hati kita, melahirkan adalah ladang jihad bagi seorang wanita..

    Dan semoga Alloh selalu memberikan yang terbaik untuk kita semua..

9 thoughts on “Aku dan Melahirkan

  1. eh, ketemu juga dengan blog ingga. udah mau tiga aja nie? subhanallah…, cesar or normal asalkan ikhlas insyaALLOH akan berbuah pahala Bu.

    mampir ya ke blogku…

  2. cesar / normal kan cuma beberapa jam saja Ukh, lha yang selama 9bulan di perut kita bawa2 kemana2.. sholat.. jalan, tidur, dll yang meskipun rasanya enggak enak di badan.. kalau ikhlas kan udah dianggap ibadah & jihad juga tho? ” mari kita didik anak2 menjadi anak yang sholih&sholihah.. that’s the real & success mom!!”

  3. sama nih ukh, aq jg akan melahirkan anak yang ke tiga melalui operasi ceasar. memang semua bukan seperti keinginanku yang ingin lahir normal saja. tapi Allah punya rencana lain dengan memberikan jalan ini bagi kita. aq kaget juga karena ternyata kita byk kesamaan. anak laki-lakiku yang pertama bernama ahsana azzam, tentu terinspirasi dari as-syahid Abdullah Azzam. anak keduaku, perempuan namanya nazeha. beda tipis sama nadia. dan Ahsan saat ini jg aku sekolahkan pada sekolah alam natural islamic scool di depok yang jumlah muridnya hanya 4 orang (kalo masuk semuanya). whatever ukh, cerita anti, tentang serunya menjadi ibu rt, menyemangati ibu seperti saya yang juga sehari-hari melakukan hal yang sama seperti yang anti lakukan. memang, meski kelihatannya enak sekali menjadi wanita karir seperti teman-teman lain yang tiap pagi dan sore tak usah pusing-pusing memikirkan apa yang terjadi di rumah, tapi jika mengingat di akhirat nanti, aku akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang ank-anakku lakukan di dunia. MasyaAllah, tak ada yang lebih nikmat dan nyaman selain mejaga amanah ini dengan sebaik-baik mungkin pada golden age mereka meski aku harus menyimpan izajah S1ku hanya dalam koper saja untuk saat ini. karena jika anak-anak dapat tumbuh dan berkembang menjadi anak yang soleh dan tahu siapa dirinya, Insya Allah, ijzah S1 serta penghasilan besar sebagai wanita karir dan juga waktu yang terpakai untuk menjadikan diri sebagai wanita yang eksis di dunia publik tak kan pernah cukup untuk membayar dan menggantikan semua keberhasilan itu.itulah proyek akhirat master terbesar dari seorang ibu pada keluarganya. C U ukh….

  4. Pingback: Ingin Tak Sampai… | ingga’s blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s