Be A ‘Cool’ Mom..

Be a cool Mom itu ga mudah banget..ya kan, ya kan *setidaknya itu yang saya rasakan* :D

Dalam seminar “PD Bicara Seksualitas Pada Anak” kemarin, Bu Elly bertanya pada peserta seminar. Singkatnya yaa

“jika anda melihat anak anda sedang bermain dokter-dokteran dengan temannya (lawan jenis). Anak kita adalah dokternya dan temannya adalah pasiennya. Si dokter mau memeriksa suhu badan menggunakan thermometer yang di letakkan di pantat. Kemudian dokter yang mana anak anda, membuka celana pasiennya yang mana adalah teman lawan jenisnya. Apa yang akan anda lakukan?”

Reaksi peserta beragam. Paling banyak yaa si anak langsung diingatkan jika itu tidak baik, tidak boleh, dsb dst.

Daan ternyata, menurut Bu Elly, reaksi seperti itu adalah reaksi yang tidak benar. Reaksi tersebut dapat memutuskan atau mematikan imajinasi anak, yang akan mengakibatkan anak tidak berkembang semestinya. So apa dunk yang harus dilakukan, menurut Bu Elly..

“kita harus masuk ke dalam imajinasinya. Ini ceritanya lagi apa, lagi main dokter-dokteran kan. Maka jadilah kita petugas UGD (ceritanya)..”panggilan untuk dokter Hasan (sebutkan nama anak) harap masuk ruang UGD (kamar kita ceritanya), panggilan dokter Hasan harap segera datang ke ruang UGD” diiringi dengan suara sirine seperti ambulance misalnya. Kemudian, anak akan masuk ke kamar (secara dia adalah dokter yang dipanggil untuk segera datang ke ruang UGD :D ) kemudian barulah kita jelaskan, jika anak sudah dibiasakan dengan ‘malu-untuk tidak menunjukkan kemaluannya pada siapapun’ tentu dia akan segera ‘mengerti’. Hal yang bersifat imajinatif tidak bisa dimatikan atau di terobos dengan kognitif.”

Daan seketika, saya tersadar betapa banyak reaksi saya yang mungkin sudah mematikan imajinasi mereka. Baik, nak, mari kita perbaiki *ngomong sama diri sendiri* :D

Untuk menghadapi ‘peristiwa-peristiwa’ tak terduga ini, kuncinya utama adalah tenang dan control diri. Jauh sebelum mengikuti seminar ini, ada peristiwa yang buat saya sebenernya ga tahu harus gimana, yang saya tahu saya harus ‘tenang’ dalam hal menjawab ataupun bereaksi akan apa yang anak-anak saya lakukan.

Saat itu, Hasan, anak kedua saya, tiba-tiba dia bertanya sambil menunjukkan jari tengahnya pada saya “ini apa Mi..”.

ok,karena saya ibu yang parno :D maka yang ada dipikiran saya seketia itu adalah “duh, niy anak dapat darimana sik..” “jawab apaan niy..” rasanya saya pengen menghilang saja karena ga tau harus gimana *emakcemen*

“apa Mi..” katanya lagi

“mmhh apa yaaa..” ngeles saya :D

“ih masa Ummi ga tahu..ini jari tengah..” katanya sambil ketawa cengengesan

Dan seketika dinding beku yang saya buat sendiri mencair dan ikut tertawa bersamanya..”oia yaaa, jari tengah..”

“iya Mi, kan ada lagunya diajarin ibu guru..” lanjutnya lagi

Oohhh Nooo, be a cool mom it’s not easy kan.. :D

Jujur, sebenarnya saya ingin tahu apakah ada ‘istilah’ lainnya yang dia ketahui selain ‘jari tengah’ .Tapi sudah lah yaa, seperti ini aja dulu. *menenangkan diri*

Lain Hasan, lain pula Nadia, kakaknya. Hari ini sepulang sekolah

“Ummi, parah banget teman ku, masa dia nyanyi gini Mi..” katanya sambil membuat simbol-simbol dari tangannya yang berakhir dengan bentuk lingkaran dan jari telunjuk yang dimasukkan kedalamnya.

“hee, memang itu apa artinya Kak?” tanya saya *mencoba tenang*

“itu Mi..punyanya laki-laki-penis” jawabnya berbisik

“oow..kakak tau dari siapa..?” tanya saya lagi, masih berusaha tenang..yang di lanjut dengan ceritanya yang mengalir.

I know my daughter, if she knew bout something new, she will tell anybody.

Jadilah saya harus ‘mengikat’nya ketika dia akan mulai mau ‘menyebarkannya’ dengan ” Kakak, sudah tahu kan kalau itu tidak baik. Kakak juga sudah tahu jika kakak mencontohkan kebaikan, lalu kebaikan tsb diikuti orang, Kakak akan mendapat pahala. Begitu juga dengan keburukan, Kak. Jika Kakak, kasih tahu adik-adik Kakak atau teman-teman Kakak lainnya lalu mereka mengikuti Kakak, Kakak dapat juga keburukannya. Mengerti sayang..” ‘ikat’ saya. ‘mengikat’ disini maksudnya adalah ‘dikunci’ dengan agama. Dalam hal ini, mengembalikan semuanya pada Al-Qur’an dan Al-Hadist sebagai pedoman hidup muslim.

“iyaa Mi..” ucapnya.

Woooshaah *peras keringet*

BTW, untuk apah, untuk apah ‘ke-cool-an’ ini harus terus berlangsung :D .

Bagi saya ini semua untuk keberlangsungan komunikasi yang baik antara saya dan anak-anak selamanya. Saya cuma ingin, mereka bisa bicara mengalir bebas tanpa takut tekanan apapun pada saya. Saya ingin menjadi tempat tanya dan cerita mereka tanpa mereka harus khawatir akan reaksi saya yang tidak diinginkan. Kalau istilah Bu Elly sik Be Ask Able Parents :D

Berikut kiat-kiat menghadapi pertanyaan anak menurut Bu Elly :

  1. Tenang dan control diri (relax)
  2. Tarik nafas panjang dan take it easy
  3. Cek pemahaman anak, seperti “yang kamu tahu apa?”
  4. Apa yang anda rasakan? Katakan!
  5. Jawab/tidak

Jika di jawab, maka :

  1. Tangkap inti pertanyaan!!
  2. Yang terbaik saat itu ditambah dengan norma agama
  3. Kaitkan dengan seseorang yang dekat dan dikenal anak
  4. Ingat : KISS ( Keep It Simple & Short)
  5. Gunakan the golden opportunity

Jika tidak di jawab, maka : tunda dengan jujur, dan berjanji akan menjawabnya (tentukan waktu dan tepati)

Jadi, “yang kamu tahu apa?” ini penting ketika anak bertanya pada kita, untuk mengecek pemahaman anak dan juga agar tidak terjadi ‘salah paham’ dengan yang ditanya *seperti kasus saya di atas itu* :D

Menjadi orang tua zaman sekarang adalah berpacu dalam melodi teknologi, arus informasi, dsb yang sangat mudah didapatkan oleh anak. Kita bisa ‘mensterilkan’ anak dirumah, namun tidak ketika mereka berada diluar rumah. Seperti cerita Nadia tadi, didapatkannya dari teman sekelasnya, dimana teman sekelasnya mendapatkannya dari teman taekwondonya.

Sebagai ibu, rasanya sik pengen banget kekepin anak selamanya di dalam pelukan saya :D . Cuma kan ga mungkiiiin :’(

Memohon pada sebaik-baikNya Maha Pelindung, semoga Alloh selalu melindungi anak-anak kita dari segala macam bahaya juga keburukkan. Aamiin.

Ketika Ditinggal..

Ceritanya semingguan ini saya ditinggal suami ke luar kota..*eh seminggu hari kerja yaa, it means 5 days* :D

Suami berangkat Senin pagi dan pulang Jumat malam kemarin. Duluuuuu banget *berasa udah lama banget* :D zaman anak-anak belum pada sekolah, maksudnya masih pada di PG ato TK, ga ada cerita deh saya mau ditinggal lama kaya gini :D .. pasti langsung ikut suami. Tapi sekarang, zaman pun udah berubah, maksudnya anak udah ada yang sekolah dasar, rasanya harus bisa nahan diri untuk ga ikut-ikut suami lagi. Kasihan anak juga klo harus ‘bolos’ lama, jadilah emaknya yang harus bisa ngatur-ngatur rasa :D .

Tau sik, koq rasanya ‘cemen’ banget, cuma ditinggal suami 4 malam ajaaa. Malu sama Mama, yang dulu ditinggal Papa tiap 2 minggu sekali karena harus bekerja. Ouch, ga ada apa-apa nya banget. Makanya kalau lagi pas ditinggal suami kaya gini, ga berani deeh minta tolong Mama buat nemenin :D .

Hanya bagi saya, ini bukan cuma perkara ‘cuma’. Ga ada suami itu, paling berasa di pagi hari n malam hari *ya iyaaalah secara emang suami adanya pagi n malam aja gitu* :D . Pagi, ini waktu yang sibuk aja, bangunin anak-anak untuk sekolah itu butuh energy ekstra banget bagi saya, that’s why I need my husband to handle it *seperti kata Ibu Elly Risman “kita butuh kerjasama dengan suami untuk komunikasi dengan anak-anak” – yup, setuju banget saya Buuu* jadi kebayang dunk yaa, kalau pas suami pergi kaya gini, dari malam saya udah ingetin anak-anak untuk memudahkan saya esokpagi dalam hal membangunkan mereka. Kenyataannya, jiaaa namanya anak-anak pun, cecep cucah *tetep susah* tapiii yasudah dijalanin n dinikmatin aja kebersamaan dengan anak-anak ini :D

Malam, ini waktu suami sebenernya. Maksudnya, waktu anak-anak bermain dengan abi-nya, karena ummi-nya sudah terlelap :D . Juga yang nemenin anak-anak untuk BAK (buang air kecil) dahulu sebelum tidur, atau yang gendongin anak ke kamar karena sudah keburu tertidur. Jadi, kalau pas suami pergi gini, otomatis saya yang ngelakuin itu semua, manapun lagi hamil, ga kuaaat kalau harus gendong-gendong, gendong Husain sik masih ok, lah ini gendong Hasan atau Nadia :D .

Alhamdulillah, 5 hari 4 malamnya terlewati dengan indah. Thanks to Skype juga yang bikin saya n anak-anak bisa bertatapan n berdadahan sama suami di sana :D . Harapan, pengennya jangan ditinggal lama-lama lagee *bumil manja* :D Aamiin.

By umnad Posted in story

Puding Cake..

Sudah lama yaa, ga posting resep ocip-ocip :D

Bersyukur Alhamdulillah, setelah pindah rumah, punya tetangga yang jago masak. Ada yang jago bikin aneka masakan, ada juga yang jago bikin aneka kue. Jaaadi, bisa di ‘todong’ sama ibu-ibu dimari buat minta ajarin :D

Contohnya hari ini, bikin puding cake, setelah kemarin pas ngaji qiro’ati di bawa sama blio ini buat camilan pas ngaji..wuih, mupeng dunk yaa, so ibu-ibu pada minta diajarin deh buatnya gimana.

So here the receipt. Oia note yaa, resep di bawah ini untuk bikin 2 buah puding, kalau mau bikin 1 aja, tinggal di bagi dua aja resepnya :D

Coklat Sponge:

6 butir telur

200gr gula pasir

5gr cake emulsifier

120gr tepung terigu segitiga

35gr coklat bubuk

20gr susu bubuk

3gr baking powder

75gr mentega cair

Puding Busa :

1,5 bungkus agar-agar putih

100gr gula pasir

400ml susu UHT putih

200gr putih telur

Selai blueberry secukupnya

Dekorasi :

Strawberry secukupnya

Whip cream

Cara Membuat :

  1. Coklat sponge : kocok telur, gula pasir, cake emulsifier sampai mengembang dan kaku (kocok dengan kecepatan kecil hingga tinggi secara bertahap). Tuangkan tepung terigu, susu bubuk, coklat bubuk, baking powder, kocok rata dengan kecepatan pelan. Terakhir tuang mentega cair, aduk rata. Tuang adonan dalam loyang ukuran 20cm yang sudah di olesi mentega dan dialasi kertas roti. Panggang selama 180 derajat selama 30 menit. Setelah matang, kue dibelah menjadi 2 bagian, yang kemudian dioles air gula secukupnya.
  2. Puding busa : kocok putih telur sampai kaku sambil panaskan agar-agar, gula pasir, susu UHT dan vanilla essence, selagi panas tuangkan adonan agar-agar ke dalam adonan putih telur sambil terus dikocok rata.
  3. Siapkan setengah bagian sponge yang sudah dibelah tadi ke dalam loyang yang dialasi plastic mika berbentuk loyang, tuang keatasnya puding busa yang kemudian dimasukkan selai blueberry dengan menggunakan plastik kue segitiga. Kemudian, taruh kembali sponge sisanya diatasnya dan tuang keatasnya puding busa dan dimasukkan selai blueberry lagi dengan menggunakan plastik kue segitiga. Dinginkan.
  4. Sambil menunggu pudding cake dingin, kocok whip cream cair hingga kaku, potong-potong strawberry. Setelah pudding cake dingin (pudding busa sudah kaku, kira-kira 15 menitan) sudah bisa didekorasi.

Taraaaaaa..Happy cooking!!    


By umnad Posted in resep

At-Tin Dalam Kenangan..

Mei 2003, bulan indah penuh kenangan :D .. *setidaknya itu yang terkenang dalam ingatan saya*

Dimulai dengan awal Mei yang penuh kejutan. Bagi saya, ini adalah hadiah dari-Nya untuk saya setelah jatuh bangun menjaga hati. Seseorang yang tidak pernah saya kira, tiba-tiba menghubungi saya dan menanyakan kabar ‘proposal’ saya tentang pernikahan. Dan dengan santai saya jawab

“yaaa masih lah, Papa-Mama juga udah tau, cuma manaa jodohnyaaa, belum dateng..” :D *yup, sangat mengumbar memang*

Seseorang ini adalah kakak kelas di kampus. Saya sama sekali ga punya perasaan ataupun feeling apa-apa. Hubungan kami sebatas kakak dan adik kelas yang diisi dengan canda tawa saling ejek *indahnya ini berlangsung hingga sekarang :D *

“ya udah kalau gitu, aku daftar deh..” balasnya.

Berhubung kita suka bercanda yaa, jadi saya tantangin dunk yaaa *dasar!!* :D

“ok deh, ntar di catet yaa..”

“aku serius, ntar kamu tanya yaa sama Novi n QQ gimana selanjutnya..” katanya lagi.

Ok, sampai disini, saya langsung panas dingin :D . senyum-senyum ga jelas plus khawatir juga.

Kejadian ini saya sedang dirumah. Setelah telepon ditutup, saya langsung ‘lapor’ dunk yaa sama Mama, secara beliau yang paling kenceng doanya karena tiap saat ditanyain sama anaknya ” Maaa, udah ada yang dateng belum ke rumah, buat ngelamar aku..” *anak putus asa* :D

Mama, ibu yang bijak. Pas saya kasih tahu orang nya seperti ini dan itu, beliau menyerahkannya kepada saya untuk memutuskannya. Papa-Mama udah setuju jika saya memang ingin menikah, tentang pilihan, ada di saya.

Seperti sudah mendapat lampu hijau, kembali ke Bandung langsung menghubungi kedua orang yang disebut olehnya. Masih merasa jika ini hanya candaan belaka. Sampai mereka bilang “ini serius..”

Selanjutnya adalah menghubungi kakak pembimbing di kampus. Meluruskan niat karena ketika memulai proses ini, saya harus melepaskan segala kepentingan dan keinginan saya. Menyiapkan diri. Membuat pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan ketika taaruf. Dan ga lupa juga memberi pengertian ke keluarga, karena proses ini adalah sebuah proses yang sangat berbeda dari biasanya, dan ini kali pertama dalam keluarga saya.

2minggu berselang, tepatnya tanggal 15 Mei 2003. Ini jadwal ta’aruf pertama saya :D . Dag dig dug, saya dianter Papa-Mama keeee Masjid At-Tin *yup, ini tempat bersejarah dalam memulai perjalanan panjang kami* saya ditemani, adik saya, Fenda dan sahabat saya, Novita. Dia, cuma sendirian.

Pembicaraan dibatasi oleh tembok yang menyangga lorong menuju masjid. Saya disini, dia disana, menatap hamparan rumput hijau. Saya serahkan daftar pertanyaan yang sudah saya buat, juga cerita tentang diri saya dalam sebuah biodata di sebuah amplop coklat. Diapun juga, sayang, hanya berupa CV *dia kata mau ngelamar kerjaan apaaaah* :D

Contoh pertanyaan saat ta’aruf yang saya sampaikan *uhuk, mungkin ada yang butuh* :D

visi dan misi?

tujuan menikah?

kriteria istri idaman?

cara mbina keharmonisan hub.suami-istri?

jurus jitu dlm mhadapi “badai” rumah tangga?

pandangan ttg “pemimpin”?

bila tak seindah harapan?

masa lalu bpengaruh?

ngontrak ato numpang?

bantuan pd keluarga?

pendidikan anak?

repelita “rumah tangga”?

kiat2 seandainya masa sulit mhadang?

deskripsikan ttg dirimu!!

cara mengenali kelemahan dan potensi diri?

cara memandang masa depan?

kpedulian thd dakwah?

cara pandang lingkungan dan pengaruhnya pd dirimu!!

obsesi dlm khidupan?

watak dasar? kbiasaan shari2? hal2 yg dsukai/tdk dsukai?

kdekatan dgn seseorg? kondisi dan hub. dgn keluarga?

 

Daan 4 bulan kemudian kami menikah, bukan di masjid At-Tin tapi, di rumah saya :D .

At-Tin selalu menjadi kenangan dalam keluarga kami, tidak hanya antara saya dan suami, tetapi juga di anak-anak saya, karena di Ramadhan 2011 kemarin kami sekeluarga I’tikaf selama 10 hari disana, dan itu sangat membekas di hati anak-anak. Semoga Ramadhan tahun ini, kami bisa melaluinya lagi *eluselusperut* Aamiin.

By umnad Posted in story

Seminar Oh Seminar..

Dalam 2 minggu mengikuti 2 seminar, parenting dan pendidikan.

Too much information will kill you :D sepertinya bener banget,kebanyakan informasi yang didapat kadang bikin parno sendiri. Bikin ga PD juga karena ngerasa sudah banyak melakukan kesalahan. Tapi yang terpenting adalah kemauan kita sendiri untuk mau mengubah diri ke arah yang lebih baik lagi.

Seminar pertama tentang parenting “PD Bicara Seksualitas Pada Anak” pembicaranya adalah Ibu Elly Risman. Seminar yang kedua tentang pendidikan “Menjadi Manusia Juara dan Bahagia” pembicaranya Bapak Munif Chatib dan Ibu Dewi Yogo Pratomo.

Dari kedua seminar ini, kalau bisa saya ambil garis besarnya bahwa anak kita adalah amanahNya. Anak kita adalah manusia bukan robot.

Anak kita adalah amanahNya, karenanya kita sebagai orang tua bertanggung jawab penuh atasnya yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat. Dan pembicaraan tentang seksualitas pada anak sama sekali tidak bisa diserahkan pada orang lain. Ini merupakan tugas orang tua untuk mengisinya.

Anak kita adalah manusia bukan robot. Sesungguhnya anak kita adalah manusia kecil, apa yang kita rasakan juga dirasakan oleh mereka. Kita merasakan lelah, merekapun juga merasakannya. Suka, senang, sedih, duka mereka pernah merasakannya juga, hanya kadang kita yang tidak peka pada apa yang mereka rasakan.

Setelah mengikuti seminar-seminar ini berasa PR saya sebagai orangtua koq banyak banget yaaa :D . Karena yang mengikuti seminar adalah diri saya seorang tanpa suami yang juga ikut serta, tentu ada PR yang paling utama, yaitu, menyamakan pandangan kami sebagai orangtua, yang kemudian membuat rencana-rencana atau tahapan-tahapan kegiatan yang harus disampaikan atau dilakukan dengan anak. Mengubah dan menyamakan paradigma sebagai orangtua dalam hal memandang anak.

Sebelum berkomunikasi dengan anak maka berkomunikasi lebih dahulu dengan pasangan. Dan bagi saya, mencari waktu untuk bicara ini yang sulit, atau kepercayaan suami yang menyerahkan masalah pendidikan ini pada saya seorang membuat saya tidak tahu harus melakukan apa. Sedangkan bagi saya, mendidik anak adalah tugas ayah juga ibu sebagai orangtua . Ayah dan ibu yang saling bersinergi, saling mengisi satu sama lain untuk ‘mengisi’ anak.

Bicara tentang anak memang ga ada habisnya. Menjadi orangtua juga bukan perkara mudah, tidak ada sekolahnya tapi kita harus punya ilmunya.

Dengan ilmu yang kita punya dalam mendidik anak-anak kita sekarang tentu kita semua punya harapan jika generasi mendatang akan menjadi generasi yang lebih baik lagi. aamiin

Hiatus Modem..

Sudah sebulan hidup tanpa modem *lebay*? Nooo..

Saya pikir, bakalan tersiksa hidup tanpa modem *secara yaa dunia maya adalah me time* tapi setelah dijalani, ternyata biasa aja tuh *kibas jilbab* :D yaa meski pada akhirnya jarang blogpost, ga bisa blogwalking, baca-baca pengalaman orang lain, berita-berita terkini atau yang lagi hits di twitter, obrolan ibu-ibu, dsb Alhamdulillah pada akhirnya semua itu bisa terobati dengan membaca buku-buku yang ada. Pada dasarnya kegiatan yang dilakukan adalah sama saja kan yaaa, membaca.

Sesekali, minjem BB suami setelah dia pulang kerja untuk mengecek email, atau membaca time line, berasa ketinggalan berita, iya banget, tapi sepertinya ini membuat hidup saya lebih santai.

Ga tahu mau sampai kapan hiatus modem ini, saya juga ga ngotot banget, ditambah dengan Hp yang ada juga hanya bisa sms dan telp saja. Yang jelas saya sedang benar-benar menikmati fase ini :D

Jadi maafkan, jika ada salah-salah yaaa :)

*kehamilan memasuki 20 minggu, mohon doanya selalu*

By umnad Posted in story

Sundul, Gan !

Judul berasa di kaskus :D ..padahal cerita tentang kehamilan keempat

Kehamilan memasuki 15 minggu, minggu kemarin, udah seneng banged, syukur Alhamdulillah karena ga ada flek-flek gitu meski memang terasa lebih mudah lelah dan sebagainya. Kalau melihat ketiga kehamilan sebelumnya kan selalu keluar flek dan mengharuskan saya untuk bed rest di 4 bulan awal kehamilan, dan biasanya stelah 4 bulan ke atas saya baru bebas mau ngapain aja.

Ecuma Qodarulloh nya..Jumat malam kemarin, abang kecil kita, Husain, ga sengaja nyundul niy perut dengan kepalanya, lumayan keras, yang jelas bikin saya teriak. Sakit, saya coba nenangin dengan mengelus-elus perut, sambil bicara dengan adik di dalam perut, berdoa juga. Sakit mereda. Lalu selang beberapa lama, saya ke kamar mandi untuk buang air kecil, daaaan ada darah di sana. Kaget, panic, campur aduk. Semua anggota keluarga sudah pada tidur, bagaimana ini, kasih tau suami ato jangan, saya khawatir lebih panikan dia nantinya. Akhirnya, saya bangunin suami juga, saya kasih tau apa yang terjadi. Kepanikan yang saya khawatirkan tidak terjadi karena bapak kembali tertidur setelah bicara “Ya Alloh, Mi..” *ok, ini adalah efek kehamilan keempat saudara-saudara :D * Tumben pikir saya dalam hati :D . Baiklah, biarlah kegalauan malam itu menjadi milik saya seorang, seorang ibu yang berharap kandungannya baik-baik saja. Menenangkan kegalauan dengan sholat sunnah dua rakaat, memohon padaNya untuk menguatkan janin yang ada di rahim, dan yang terpenting adalah memasrahkan hal yang terbaik manurutNya, dengan ikhlas dan melapangkan segalanya, tanpa menyalahkan siapa-siapa.

Malam makin larut, dan buang air kecil saya juga semakin sering yang juga disertai lender darah, saya berusaha untuk terus berjaga. Saya ber DM dengan @dokter_prima spog di twitter, yang waktu itu masih lalu lalang di time line. “bahaya jika keluar terus|cek saja besok”. Ok, saya ‘tenang’ sedikit karena yang keluar berupa lender darah saja ketika buang air kecil, tidak banyak. Akhirnya, saya tertidur juga.

Sayang, mimpi malam itu tak sesuai dengan harapan saya, membuat saya terbangun diiringi ketakutan. Langsung ke kamar mandi untuk mengecek daan tenang kembali, meski lendir darah masih ada. Membangunkan suami, karena juga sudah mendekati shubuh, memintanya untuk mencari telepon dr. Yanti, dr. spog saya. setelah shubuh saya mengirimkan SMS pada beliau karena mau nelpon juga masih pagi banged. Menanti, menunggu apa saran darinya. SMS tak kunjung dibalas. Akhirnya tak sabar, pukul 6 pagi saya telepon beliau juga. Setelah percakapan awal, salam dan meminta maaf untuk gangguannya..

“dok, baca sms saya..”

“iyaaa…” jawabnya *masih ngantuk kah ato sedang sakit*

“truz gimana dok..” tanya saya diselimuti kegalauan

“yaa, kalau ga banyak ga papa..” jawabnya *santai* *ooohhh Noooo dr.spog ku ini memang santai banged orangnya, kadang heran tapi ini yang bikin menenangkan hati sayah*

“banyak kaya apa dok..” tanya saya lanjut

“yaa kalau kaya haid gitu lah, klo dikit aja ga papa.. tapi kalau kamu mau periksa ke dokter yaa periksa aja, siapa aja sama aja, hari ini aku ga praktek soale..” jawabnya

Baiklah, tenang. Karena memang ga seperti haid juga, jadi rencana ke dokter Sabtu pagi itu kita cancel. Suami pun bisa pergi ke kantor tepat waktu.

Hikmahnya, jangan pernah lengah, kirain ga akan flek niy udah mau 16 minggu juga kan soale, minggu ini. Eh ternyata, Alloh punya rencana yang lebih indah untuk selalu mengingatkan kita.

Mohon doa nya selalu teman-teman..

By umnad Posted in story