Kopi Tubruk..

Dia Rusli, pelanggan tetap kami. Tiap pagi sebelum masuk pabrik, dia selalu menyempatkan untuk minum segelas kopi tubruk. Begitu ketika pulang di sore hari dari pabrik, sebelum pulang ke rumahnya, dia menyempatkan untuk mampir di warung kami dan memesan segelas kopi tubruk. Jadi paling tidak, sedikitnya dia memesan 2 gelas kopi tubruk dalam sehari di warung kami.

“Mbaa, kopi tubruk satu yaaa, pahit..” begitu katanya.

Pahit. Iya, dia selalu memesan kopi tubruk pahit. Aku tak tahu apa enaknya kopi tubruk pahit baginya. Tapi kulihat dia begitu menikmati setiap seruput yang diminumnya.

Namun, kurasa memang begitu pahit hidupnya karena kudengar hari ini dari pelanggan lainnya, kalau si Rusli di tubruk truk kemarin sore.

Noted: ‘tantangan’ Ngeblog dari @momo_DM :p

#15HariNgeblogFF Berakhir?

Masih ingat dunk yaa tulisan saya tentang mendadak flash fiction di sini

*sedih* acaranya berakhir..dimulai dari tanggal 12 Jan maka berakhirlah kemarin tanggal 26 Jan..ga ada lagi degdegan nungguin judul yang dikeluarin @WangiMS dan @momo_DM biasanya saya nungguin tuh sebelum tidur malam buat ngintip judul apa yang akan dikelurkan untuk esok hari, jadi bisa berimajinasi menjelang tidur tentang judul yang ada.

Uniknya acara ini adalah judul yang telah ditentukan, biasanya kan tema yang telah ditentukan..i love it karena saya suka kebingungan cari judul buat cerita fiksi kya gini. Daaaan ‘ajaib’ dari satu judul yang ditentukan hadir berpuluh-puluh cerita dari para blogger..ini menandakan blogger masih ada koq..

Yang jelas dengan ikutan acara #15HariNgeblogFF seperti menemukan dunia baru di awal tahun ini. Ternyata saya bisa juga MFF *mendadakflashfiction* :D untuk sesaat saya keluar dari zona nyaman saya di dunia tulis menulis,apakah bisa seterusnya, masih tanda tanya.

Selama 15 hari belakangan ini, saya menyediakan waktu untuk menulis. Setidaknya menulis ide yang terlintas untuk di submit tiap harinya. Harusnya ini bisa menjadi kebiasaan yang baik, yaitu segera menuliskan ide yang ada menjadi sebuah tulisan tiap harinya. Menulis itu bisa menyenangkan hati dan jiwa, setidaknya dengan menulis kita bisa memaparkan apa yang ada dipikiran tidak dipendam yang akhirnya menjadi sesak sendiri.

Wangi dan Momo duo admin yang belum sama sekali saya kenal sebelumnya, 15 hari mantengin TL mereka jadi berasa ‘kenal’. Mudah-mudahan kita dipertemukan kembali yaaa..

#15HariNgeblogFF ready to light this year!! Tq Wangi n Momo..

Menikahlah Denganku…

“Menikahlah denganku..” lirihku dalam hati. Ini kali pertama aku bertemu denganmu lagi. Aku tahu kamu masih sendiri hingga sekarang dari beberapa teman. Ntah apa yang membuatmu tak juga menikah. Prasangkaku itu karena diriku. Tapi akupun tak percaya dengan prasangkaku sendiri. Sebesar itukah penantianmu.

“Menikahlah denganku..” bisik hati terdalam. Sungguh, aku sangat mencintai dan menyanjungnya. Namun, diapun mengerti jika aku butuh teman untuk menemani di sisa umurku, saling berbagi dan membuat cerita. Terlalu sepi bagiku jika aku harus melaluinya hanya seorang diri. Andai saja boleh, aku ingin dirimu orangnya.

“Menikahlah denganku..” pintamu diiringi rintik hujan. Aku malu, apakah alam menyampaikan lirih dan bisik hatiku pada dirimu hingga apa yang ada di hatiku, kau ucapkan di depanku.

Penantianmu terbalas sudah, saat kuanggukkan kepalaku dengan senyum. Bagimu, tak soal menikah denganku, seorang janda dengan lima anak yang beranjak dewasa.

noted : tulisan ini buat ikutan #15HariNgeblogFF day 15[kedua], infonya bisa dilihat di sini

Sah!

“Sah!!” kata penghulu.

“Sah..!!” “Sah!!” kata kedua saksi.

“Alhamdulillah..” ucapku dalam hati.

Kita dipersatukan dalam ikatan pernikahan. Meski mungkin akan banyak mata sinis yang memandang pernikahan ini, tapi aku yakin masih banyak lagi mata yang memandang indah pernikahan ini.

Aku tersadar dari lamunanku sejenak tentang perjalanan ini. Ketika kamu dihadirkan, setelah pernikahan dinyatakan sah! oleh penghulu dan kedua saksi. Bagiku, kamu masih sama seperti yang dulu. Seperti awal aku bertemu denganmu, manis. Kamu tersenyum padaku, dan akupun membalas senyumanmu. Sama, bagiku masih sama senyummu selalu indah dimataku.

Akhirnya yang kunantikan ini tiba juga. Menikah denganmu, meski aku harus dipenantian yang sangat lama. Menikah denganmu, setelah dirimu menjadi janda karena suami telah meninggal setahun yang lalu.

noted : tulisan ini buat ikutan #15HariNgeblogFF day 15 [pertama], infonya bisa dilihat di sini

Ini Bukan Judul Terakhir

“Ran, maukah kamu menjadi istriku..” kataku padanya.

Mungkin ini terlalu mengejutkan dirinya. Dari raut wajahnya, aku mengetahui hal itu. Aku pun tak tahu apa yang membuatku begitu tiba-tiba bertanya hal ini padanya. Yang aku tahu, aku tak mau kehilanganmu lagi.

“akan kupikirkan nanti..” jawabmu penuh ragu.

Aku tahu, bagimu berat untuk memutuskan menerima ataupun menolak pertanyaanku ini. Bagimu mungkin semua terasa berbeda. Tapi yang jelas, andai saja kau tahu, apa yang aku rasakan padamu tak pernah berubah.

Bagiku, hidup itu penuh lembaran-lembaran yang berisi cerita tentang perjalanan hidup. Dan bagiku, perjalanan hidup denganmu ini bukan judul terakhir dalam lembaran hidupku. Kau mungkin tempatku menghabiskan sisa umurku, namun bukan berarti ini akan menjadi judul terakhir. Kamu akan selalu menjadi judul pertama bagiku, sejak kecelakaan yang membuatmu menjadi amnesia segala tentang aku.

noted : tulisan ini buat ikutan #15HariNgeblogFF day 14 , infonya bisa dilihat di sini

Kalau Odol Lagi Jatuh Cinta…

Odol. Itu sebutan namanya. Kami biasa memanggilnya seperti itu. Dia sebenarnya baik, tapi sayang bagiku dia bukan tipe yang setia. Rasanya dia memang selalu mau melayani orang-orang yang membutuhkan dirinya, namun itu yang membuatku merasa dia bukan tipe yang setia. Bagiku, baginya tidak ada yang special di hatinya. Semua diperlakukan sama olehnya. Huh!!

Meski demikian, akupun tak mau membayangkan apa yang terjadi kalau odol lagi jatuh cinta suatu hari nanti. Kalau odol lagi jatuh cinta daaan dia berubah menjadi tipe yang setia. Aaah!! Apa jadinya jika dia hanya mau melayani satu sikat gigi untuk satu orang yang membutuhkan dirinya. *sigh*

noted : tulisan ini buat ikutan #15HariNgeblogFF day 13 , infonya bisa dilihat di sini

Merindukanmu Itu, Seru!

Merindukanmu itu, seru! Seru karena aku harus menyerukan hatiku untuk menahan dalam-dalam rasa rindu yang ada. Bahkan andai mungkin hatiku terdalam jangan sampai mengetahui.

Mungkin saja rindu ini memang terlarang. Tapi sungguh, aku merindukanmu ketika kau jauh di sana dan aku di sini. Aku tetap di sini, selalu menunggumu. Aku tak tahu kapan rindu tak bertepi akan menepi. Yang jelas bagiku, merindukanmu itu, seru!!

Aku pun tak tahu sejak kapan perasaan ini ada. Rasa rindu yang kian membuncah. Aku pun juga tak tahu apa dirimu merasakan hal yang sama denganku. Meski tatapanmu mungkin mengisyaratkan itu namun kadang aku butuh kepastian yang pasti diri bibirmu.

Merindukanmu itu, seru!! Karena rindu ini harus kusembunyikan dari siapapun. Terutama dari majikanku, ibumu.

noted : tulisan ini buat ikutan #15HariNgeblogFF day 12 , infonya bisa dilihat di sini